
°°°~Happy Reading~°°°
Manik mata Anelis beralih menatap keluar kaca jendela, tiba-tiba ia mendapatkan ide untuk mencairkan suasana.
" Wahhh... Lihat sayang, saljunya sudah turun " Tunjuk Anelis keluar kaca jendela, membuat Arshi sontak mengikuti arah pandang sang mommy.
" Shoju? Shoju itu appa myh... "
" Salju itu... yang di gunakan princess Elsa untuk membuat ollaf sayang, Arshi mau lihat salju? "
Membuat Arshi sontak saja memekik girang.
" Ashi mau, Ashi mau... Ashi mau buat ollafh myh, srek... " Lengan kanan itu bergerak cepat mengusap bawah hidungnya yang sudah basah akan ingus yang sudah belepotan ke pipi kiri dan kanannya.
" Baiklah, tapi syaratnya... Arshi tidak boleh elap ingus nya Arshi seperti itu lagi. Harus pakai tissue ya sayang.. " Sahut Anelis sembari mengusap wajah sang putri dengan tissue yang ia ambil dari meja nakas di sampingnya.
" Hihihi... Kalau pakai shushu llibet myh, Ashi eundak mahu yang lliweh-lliweh... " Kekeh Arshi, membuat Anelis sontak gemas dan mencubit lembut pipi chubby sang putri.
" Kenapa Arshi menggemaskan sekali sayang... " Gemas Anelis.
" Kalluna Ashi putelli na mommy Anullish yang tantik, hihihi... " Sahut Arshi dengan suara centilnya, membuat Anelis pun tak tahan untuk tak mencium pipi chubby itu.
Cup...
" Mau lihat salju? "
__ADS_1
" Mau mau.... "
Anelis bangkit dari duduknya dengan si kecil Arshi di gandengannya, di bukanya jendela kamar yang langsung menghadap ke arah Eiffel tower itu, membuat udara dingin itu seketika menampar kedua perempuan itu tanpa ampun, membuat si kecil Arshi pun sontak memekik kedinginan.
" Huhuhu... Ding ding sheukalli myh... Ashi membuku.... " Keluh si kecil Arshi sembari merapatkan tubuhnya di kaki sang mommy.
" Sini, peluk mommy... Nanti dinginnya hilang... "
Anelis bergerak mengambil sang putri ke dalam gendongannya, di bawanya sang putri keluar menuju balkon kamar, seketika itu bola matanya menatap takjub pada hamparan salju yang kini mulai menyelimuti seisi kota, butiran-butiran salju itu bahkan tampak cantik saat mulai beterbangan terbawa angin.
" Cantik kan sayang... "
Tiba-tiba Anelis di kagetkan oleh kedatangan sang suami, terlihat laki-laki itu tengah menggendong baby Arshell lengkap dengan pakaian tebalnya.
" Tapi tentu lebih cantik kamu sayang... " Gombal Marvell, membuat Anelis tersipu, meski sudah bertahun-tahun membina rumah tangga dengan sang suami, namun perempuan itu tetap saja malu jika tengah di goda seperti itu.
" Mas... "
" Hahaha... baiklah baiklah... " Tawa Marvell menggelegar, laki-laki itu begitu terhibur dengan tingkah malu-malu sang istri.
" Salju pertama sudah turun. Kalian tidak ingin keluar untuk melihatnya? " Tawar Marvell yang langsung di angguki oleh si kecil Arshi.
" Ashi mau daddy... Ashi mau... Ashi mau buat ollafh sheupeulti incess Elsha... "
" Oke, kalau begitu pakai mantel mu dulu girl... Kita akan keluar... "
__ADS_1
" Arsha di sini saja ya dad... " Sahut Arsha tiba-tiba, membuat Arshi sontak mengerutkan dahi.
" Yah... Asha kok shini aja... Nanti kalau Asha sheundillian, tullus di tullik-tullik shama dullakulla gimana... "
" Tidak akan, drakula nya kan sama kamu... " Sahut Arsha to the point, membuat Marvell sontak mengaduh. Kedua buah hatinya itu masih saja mengingat hal memalukan itu.
" Boy... " Cebik Marvell.
" Arsha di sini aja kalau gitu... " Pinta Arsha lagi, membuat Marvell sontak menolak mentah-mentah.
" No boy... Kita akan pergi bersama, tidak ada bantahan... " Sahut Marvell tak ingin di bantah.
" Yeay... Ashik ashik ashik... "
Girang si kecil Arshi dengan senyumnya yang mengembang indah, air mata yang tadi mengalir deras di wajahnya kini telah terganti oleh senyum cerah berseri.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa like
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1