
°°°~Happy Reading~°°°
Dengan mengenakan peci dan juga sarung, Marvell memulai gerakan pertamanya dalam sholat, sedikit kaku karena ia benar-benar lupa bagaimana gerakannya, namun dengan tuntunan dari Anelis, Marvell kini mulai merasa nyaman dengan aktivitas yang sudah ditinggalkan nya selama bertahun-tahun itu.
" Punggung mas harus di luruskan sejajar dengan kepala... " Instruksi Anelis.
" Maksudnya? " Sahut Marvell masih membungkuk dalam posisi ruku'.
" Punggungnya di kebawahin sedikit mas... " Anelis masih mengarahkan suaminya itu dengan sabar dan telaten.
" Gini... " Marvell menurunkan sedikit punggung dan kepalanya bersamaan.
" Bukan mas... Punggung nya aja yang kebawah, kepalanya jangan ikut... " Anelis ikut menunduk menatap punggung suaminya yang begitu susah di atur itu.
" Gimana sih... " Marvell menegakkan tubuhnya bangkit dari gerakan ruku', ia benar-benar lelah karena sedari tadi harus membungkukkan tubuh nya tanpa jeda.
" Awww... " Anelis meringis kesakitan karena kening nya terbentur punggung kekar Marvell.
" Maaf maaf... Apa sakit? " Gugup, sontak Marvell ikut mengusap kening Anelis.
" Tidak mas... Aku... aku hanya kaget... Ini tidak sakit kok... " Di perlakukan seperti itu membuat Anelis jadi malu dan salah tingkah sendiri.
Hening mulai melanda, hanya kecanggungan yang tercipta, hingga akhirnya Anelis memutuskan untuk menyudahi aksi saling diam itu.
__ADS_1
" Ayo kita... lanjutkan saja mas... "
Marvell mengangguk, ia kembali pada posisi ruku' nya yang lagi-lagi tidak sesuai dengan yang di arahkan oleh Anelis.
" Punggung sama kepala nya coba di lurusin sedikit mas... " Anelis menatap gemas pada punggung suaminya itu.
" Lurus bagaimana lagi, ini menurutku sudah lurus... " Suaranya terdengar sangat kesal meski tak terlalu lantang.
Anelis menghela nafas kasar, bagaimana itu di sebut lurus, orang punggung nya saja membungkuk ke atas, sedang kepalanya menunduk sampai ke bawah, benar-benar seperti anak kecil yang tengah belajar sholat.
Pelan-pelan Anelis menepuk-nepuk punggung suaminya itu, membuat Marvell seketika tersentak, dan mau tak mau harus menurunkan posisi punggungnya mengikuti tepukan Anelis.
" Nah ini baru benar mas... " Sahut Anelis sembari mengusap-usap punggung kekar Marvell, senyum tipis pun turut hadir di bibir piech nya karena ia bahagia bisa mengajarkan sholat pada suaminya itu.
Namun tanpa di sadari oleh sang pelaku, kini sang empu korban elusan itu merasakan aneh pada tubuhnya, tubuhnya terasa panas dingin, jantung nya berdebar hebat, pikirannya seketika berkelana pada kejadian malam itu, saat-saat dimana ia dengan leluasa menikmati tubuh yang terasa begitu lezat itu.
Berhenti... Tetap dalam posisimu tuan muda, tahan keinginan mu itu sebelum akhirnya kau akan lepas kendali, baru saja kemarin kau menyentuh tangannya dan wanita itu langsung bergetar ketakutan, bukankah kau akan membuatnya pingsan jika kini kau memaksa melahap bibir piech itu.
Ahhh... Marvell bangun dari posisinya lalu mengacak rambutnya frustasi, laki-laki itu benar-benar tersiksa.
" Mas... Mas... " Anelis menepuk-nepuk lengan kekar Marvell saat dilihatnya suaminya itu terlihat kesal dalam lamunannya.
" Ahhh... Iya... Ada apa? "
__ADS_1
" Mas kenapa? Mau di lanjut atau... "
" Kita lanjutkan kapan-kapan saja, aku lelah... " Kilah nya, ia tak ingin otaknya kembali berkelana pada sesuatu yang akan menyiksa dirinya sendiri.
" Ahhh... Iya, kita lanjutkan saat mas punya waktu luang... " Sahut Anelis dengan semangat, entah kenapa mengajarkan ilmu agama pada orang lain membuatnya sangat antusias.
Klek...
Arshi membuka pintu ruang kerja daddy nya, lalu berangsur mendekati dua orang dewasa itu.
" Mommy shama daddy ladi ngapain, kok lama sheukalli shih... "
" Arshi udah pengen bobok? " Timpal Marvell tak ingin ada kecanggungan di antara mereka.
" Iya, Ashi nantuk, penen bobo... Tapi Ashi mau na shama daddy shama mommy, Ashi eundak mau di kamall pinces... " Rengek Arshi, meski tadi siang Marvell sudah menunjukkan kamar baru untuknya, kamar bernuansa biru dengan tokoh kartun Elsa sebagai tokoh utamanya, tapi ia masih ingin tidur bersama dengan daddy dan mommy nya.
" Ya sudah, sini sama daddy girl... "
Malam yang di tunggu akhirnya tiba, kini keluarga itu saling berbagi ranjang dan selimut tebal, hangat yang hanya terasa, si kecil Arshi yang mendamba rengkuhan hangat sang daddy kini akhirnya mendapatkan keinginannya, sedang si kecil Arsha tetap cool dengan tidur nyenyak di samping sang mommy.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕