Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Aku Diam


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Rintihan tertahan kini menggema di seluruh penjuru ruang persalinan, pembukaan hampir lengkap, Anelis telah siap untuk bertaruh nyawa melahirkan sang malaikat kecil.


Sedang Marvell kini dengan setia menemani sang istri yang tengah berjuang melahirkan buah cinta mereka, pekikan dan geraman pun tak luput dari mulut tajam itu saat di rasa tak puas dengan penanganan dokter yang tak kunjung merespon kesakitan sang istri tercinta.


" Apa kalian buta hah... Istriku kesakitan bod*h... Kenapa kalian membiarkan saja hah... " Sentak Marvell sudah tak mampu lagi menahan amarahnya.


" Maaf tuan... Sebaiknya anda tenang dulu, ini sangat normal untuk ibu yang akan melahirkan... " Jelas dokter Stephanie yang sudah mulai jengah dengan tuan muda itu. Kalau saja si pemarah itu bukan pemilik rumah sakit, sudah ia depak laki-laki itu dari ruang bersalin nya.


" Normal? Kau bilang kesakitan seperti ini normal? Dimana akal sehat mu hah... " Marvell semakin tersulut emosi.


" Mash... " Lirih Anelis setengah merintih. Tangannya semakin kuat mencengkeram lengan sang suami demi sedikit meredakan rasa sakit yang begitu melilit.


Rintihan itu membuat Marvell melupakan amarah nya sejenak, laki-laki itu mendekatkan wajahnya, mencium kening sang istri yang sudah basah akan peluh.


" Iya sayang... Apa sakit, dimana sakitnya, hmmm... " Sahut Marvell dengan mengusap lembut wajah Anelis.


" Mash kalau tidak bisa diam, mash... keluar saja... ahhh... Astaghfirullah... " Seloroh Anelis di iringi dengan pekikan tertahan.

__ADS_1


Seketika itu Marvell melongo tak percaya, ia bagai mendapatkan tamparan keras, apa istrinya itu telah mengusirnya dari ruangan bersalin.


" Anda dengar itu tuan, jika anda tidak bisa tenang, sebaiknya anda keluar saja dari ruangan ini... " Seloroh dokter Stephanie, kesakitan yang ia lihat dari wajah Anelis membuatnya memiliki keberanian lebih untuk menyentak sang tuan muda.


" Baiklah, aku diam... "


Lebih baik diam daripada di usir, ia tak akan rela membiarkan istrinya itu berjuang sendirian, merasakan kesakitan itu seorang diri, ia tak rela untuk itu.


" Pembukaan sudah lengkap, nona... Anda siap melahirkan... Ikuti instruksi saya... "


Dokter mengintruksikan Anelis untuk mengikuti arahan nya, meski dengan nafas memburu, wajah memucat, dengan sekuat tenaga Anelis mulai mengikuti instruksi dari dokter Stephanie.


" Ya Allah... Mash... Ahhh... " Rintih Anelis disertai dengan jeritan tertahan, kuku-kuku tangannya semakin dalam mencabik permukaan kulit sang suami, membuat Marvell hanya bisa meringis tertahan.


" Ayo sayang... Sedikit lagi... Aku tau kamu bisa... Cup... " Sahut Marvell sembari mengecup kening sang istri, namun pergerakannya itu salah besar, bukan mendapat balasan kec*pan, ia malah mendapatkan hadiah jambakan, tangan Anelis malah beralih pada helaian rambutnya, menjambak nya dengan sekuat tenaga tanpa perduli sakit yang ia dera.


" Ahhh... Sayang sayang... " Pekik Marvell sembari menahan sakit saat helaian rambutnya bagai di cabut paksa.


" Astaghfirullah... Mash... Ahhhhhh... "

__ADS_1


Jeritan panjang kini menggema memenuhi seluruh ruangan, Anelis mengerahkan seluruh tenaganya demi menyambut kelahiran sang buah hati.


Hingga akhirnya, suara tangisan bayi kini mulai menggema menggantikan suara rintihan Anelis, bayi mungil itu telah lahir, Anelis telah berhasil melahirkan sosok malaikat kecil yang terlihat sangat mempesona itu.


" Oekkkk... Oekkkkk... Oekkkkk... "


" Alhamdulillahhhh... Hah... Hah... " Lirih Anelis dengan nafas terputus-putus, tubuhnya yang tadi menegang kini lemas seketika, tenaganya terkuras habis, peluh keringat bahkan berhasil membasahi wajah cantiknya.


" Kamu berhasil sayang... Dia telah lahir... Thank you my love... " Sahut Marvell dengan suara serak nya, dengan wajah memucat nya laki-laki itu tak henti mengecupi wajah Anelis, ujung matanya mulai berair, laki-laki itu terisak melihat perjuangan wanitanya melahirkan buah cinta mereka.


" Mas... " Anelis ikut terisak, ia tak menyangka suaminya itu sampai terisak saat menyambut kelahiran buah hati mereka.


" Mas janji... Mas tak akan membuatmu hamil lagi sayang... " Seloroh Marvell, membuat air mata Anelis surut seketika itu juga.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Beneran nggak nih bang Marvell...🤣

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2