
°°°~Happy Reading~°°°
Mereka pun menuruni mobil mewah itu dengan pengawalan ketat, membuat warung bakso sederhana itu sontak menjadi pusat perhatian, dan tentu saja itu membuat Anelis merasa sedikit tak nyaman dengan tatapan-tatapan yang menghujam ke arahnya.
" Mas, Ane rasa tidak perlu pakai bodyguard segala deh mas... "
" Demi keamanan sayang... " Tegas Marvell, laki-laki itu memang memperketat penjagaan setiap anggota keluarganya, ia tak ingin jika kejadian penculikan baby twins tempo hari terulang lagi untuk yang kedua kalinya.
" Tapi malah jadi rame mas, Ane ngga nyaman dilihatin kaya gitu... "
Dengan kaca mata hitam yang bertengger di atas hidungnya, Marvell beralih menatap pada para kerumunan itu.
" Perlu mas usir juga... " Bukannya sadar, suaminya itu malah semakin berulah.
" Mas... " Rengek Anelis.
" Lalu maunya kamu gimana sayang? " Sembari mengusap wajah istrinya itu dengan lembut, membuat para kerumunan itu semakin memekik bersorak atas keromantisan yang tersuguh, Anelis pun tak bisa berbuat banyak karena tengah menggendong sang baby boy yang tengah tertidur pulas.
" Sudah biarin, kita makan saja... "
Anelis menyerah, berdebat dengan suaminya itu tidak akan mencapai kata selesai, karena pada dasarnya suaminya itu adalah sosok yang pintar berkilah dan menarik ulur percakapan.
Si kecil Arshi pun tampak antusias saat satu porsi bakso telah di hidangkan di hadapannya, harum semerbak dari kuah panas itu begitu menggugah seleranya, membuat gadis kecil itu pun tak sabar untuk mencicipi makan siangnya.
" Sebentar sayang, ini masih panas... " Cegah Anelis, dengan baby Arshell yang masih setia di dekapan nya, perempuan itu terlihat cekatan mengasuh sang putri, sedang Marvell dan Arsha, jangan di tanya lagi, mereka sudah khusuk menikmati makanan berkuah itu.
__ADS_1
" Eumm... Enyak enyak enyak... Basho na luujat ya myh... " Meski mulutnya penuh akan bongkahan bakso, si kecil Arshi tetap tak melupakan acara berceloteh nya.
Dan di tengah upacara makan siang sederhana itu, baby Arshell tiba-tiba menggeliat tak tenang, bayi berusia 2 bulan itu terlihat rewel dengan rengekan-rengekan kecil, membuat Marvell akhirnya beranjak dan mendekati sang istri yang duduk di ujung kursi kayu itu.
" Baby Arshell bangun sayang? "
" Iya mas, ini malah rewel ngga mau minum susunya... " Adu Anelis, botol susu itu pun tergeletak tak berguna karena baby Arshell yang terus menolak meminumnya.
" Sama mas coba... "
Marvell pun mencoba mengambil alih gendongan baby Arshell, dan tangis bayi itu pun seketika mereda, membuat Marvell sontak saja gemas dengan tingkah sang putra.
" Ohhh... Baby Arshell hanya ingin di gendong daddy, hmmm... " Goda Marvell pada bayi laki-laki nya itu, dan tentu saja hanya di balas kekehan kecil dari sang baby Arshell.
Puas menikmati makanannya, tiba-tiba Marvell mendadak mendapatkan telepon dari kantornya, memaksanya untuk singgah lebih dulu di bangunan pencakar langit itu.
" Ada apa mas? Apa ada hal buruk terjadi? " Sahut Anelis dengan nada khawatir.
" Tidak, hanya ada berkas penting yang harus mas tanda tangani segera... "
" Baiklah, tidak apa-apa... "
" Ashi mau basho bullat-bullat lagi myh... " Seloroh Arshi di tengah percakapan mommy dan daddy nya, padahal bocah kecil itu sudah menghabiskan satu porsi bakso berukuran jumbo.
" Kan tadi udah sayang... " Bujuk Anelis.
__ADS_1
" Tapi Ashi mashih lapall... " Kilah Arshi dengan wajah memelas.
" Dasar rakus. Kalau kamu makan terus nanti perut kamu bisa meletus Arshi... " Sinis Arsha, bocah laki-laki itu benar-benar kesal dengan rengekan sang kembaran.
" Eundak... Pullut na Ashi eundak mullutush, hwa... Mommyh... " Dan lagi, bocah perempuan itu menangis untuk yang ke sekian kalinya, membuat Anelis pun tak tega dan akhirnya menuruti keinginan putri kecilnya itu.
" Sudah sudah... Arshi boleh makan baksonya lagi, tapi kita bungkus ya sayang? "
Arshi mengangguk mengangguk setuju, " tapi mau 2... ".
" Baksonya 2 butir? " Tanya Anelis memperjelas.
" Eundak 2 butill... Tapi 2 mangkuk beushall shepeulti tadi ya myh... " Dan si rakus Arshi kembali bertingkah.
" Kamu rakus sekali Arshi, pantas saja perut mu besar seperti balon, sebentar lagi dia akan meletus... "
" Asha, hwa... Mommyh.. "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa like nya
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕