Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Daddy shama Mommy Lamma


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Setelah menempuh setengah jam perjalanan, akhirnya keluarga kecil itu tiba di sebuah rumah sakit paling tersohor di ibukota.


Anelis berjalan perlahan dengan di gandeng oleh sang suami, seorang Marvell yang terkenal kejam dan tak tersentuh kini telah bertransformasi menjadi sosok yang paling posesif, apalagi jika itu menyangkut tentang kehamilan Anelis.


Sedang si kecil Arshi sudah melesat jauh di depan, gadis kecil itu sudah tak sabar untuk melihat sang calon adik kecilnya.


" Arshi... Hati-hati... " Pekik Arsha, bocah laki-laki itu sudah capek mengejar langkah gesit kembarannya itu.


" Eundak mahu, Asha na aja yang leumot kaya kulla-kulla... " Sungut Arshi, gadis itu tak berniat sedikitpun untuk menghentikan langkah kakinya.


" Mommy sama daddy masih di belakang, kalau kamu jalan terus nanti kamu di tinggal ngumpet baru tau rasa... " Sungut Arsha, lama-lama ia capek sendiri jika harus di hadapkan pada sikap keras kepala nya Arshi.


Gadis kecil itu tampak menghentikan langkah kakinya, tubuhnya spontan membalik, lalu berjalan cepat melewati Arsha tanpa rasa malu.


" Daddy shama mommy lamma... " Sentak Arshi saat gadis kecil itu sampai di hadapan Marvell dan Anelis.


" Girl... Kau sangat tak sabaran... " Peringat Marvell pada putri kecilnya itu.


" Dalli tadi daddy shama mommy bicalla shaball-shaball mululu... Ashi udah tape nungguin daddy shama Asha lama sheukalli tau... " Sembari menjejakkan kakinya ke lantai, gadis kecil itu sudah kesal sendiri dengan kata-kata sabar dari mommy dan daddy nya.

__ADS_1


" Ssshttt... sayang... Putri cantik mommy kok ngambek, hmmm... Nanti kalau dedek bayi nya ikut ngambek gimana, hmmm... "


Gadis kecil itu sontak beringsut di rengkuhan sang mommy, wajahnya menempel dan menciumi perut buncit Anelis.


" Eundak kok... Kaka Ashi eundak ngambek shama dedek bayi oek oek, dedek bayi oek oek dangan ngambek shama kaka Ashi ya... "


Gadis itu terlihat mendongak menatap Anelis.


" Dede bayi oek oek eundak ngambek shama kaka Ashi kan Myh? "


" Tidak sayang... Kaka Ashi kan baik... " Anelis mengusap-usap helaian rambut putrinya yang tergerai indah.


🍁🍁🍁


" Wah... Itu dedek bayi oek oek... Dia geullak-geullak tellush myh... Lutu sheukalli, hihihi... " Teriak si kecil Arshi kegirangan saat menatap tingkah lincah dari adik kecil nya itu di monitor.


" Ashi mau poto dedek bayi oek oek na dulu ya tante dotell... " Izin Arshi pada seorang dokter perempuan yang tengah memeriksa kandungan Anelis, gadis kecil itu pun bersiap mengarahkan kameranya ke layar monitor, dan...


Ckrik...


Sebuah kertas polaroid itu pun keluar dari kamera canggih itu, menampilkan gambar hitam putih yang sedikit tak jelas, gambarnya terlihat buram karena Arshi memotretnya dengan tangan yang tak mau diam.

__ADS_1


" Yeay... Ashi dapat poto na dedek bayi oek oek, ashik ashik ashik... " Gadis kecil itu terlihat kegirangan setengah mati.


" Ya sudah... Arshi tunggu sana dulu ya sayang... " Pesan Anelis, sejak tadi dokter tak bisa melaporkan pemeriksaan nya karena putrinya yang selalu berceloteh tanpa henti.


" Shiap mommy... "


Arshi lantas menyusul si kecil Arsha yang sudah duduk tenang di atas sofa, wajahnya begitu riang bahagia karena mendapat objek foto sasarannya.


" Asha... Ini Ashi udah dapat poto na dedek bayi oek oek, bleee... " Arshi menjulurkan lidahnya, gadis kecil itu tengah mengejek kembarannya yang tak memiliki foto sama seperti nya.


" Paling juga tidak jelas gambarnya, aku tahu kau buruk dalam memotret... " Ejek Arsha, bocah kecil itu sudah hapal dengan karya abstrak saudara kembarnya itu.


" Deullash kok, Asha na aja yang eundak bisha lihat baik-baik, hallush na daddy bawa Asha peulliksa mata ke tante dotell, biall mata na Asha bisha lihat deullash... " sungut Arshi yang sudah terbakar api amarah.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2