Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Sayangnya Iya Mas...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Riuh suara tawa senantiasa menggema di balik ruangan VVIP itu, saat si kecil Arshi tak henti-hentinya menggoda bayi mungil yang baru berusia 3 jam itu, tangan mungilnya seolah tak pernah bosan menusuk-nusuk pipi gembilnya, menelusuri paras tampan nya hingga akhirnya tidur nyenyak sang baby boy itu mulai terganggu, tubuh mungilnya mulai menggeliat lemah seolah tak ingin lagi di sentuh.


" Arshi, kau mengganggu nya, jauhkan tanganmu itu dari wajahnya... " Sungut Arsha sudah tak tahan lagi melihat tingkah sang kembaran.


" Biallin... Ini kan baby boy na Ashi, wleee... " Bukan Arshi jika tak pandai berkilah.


" Tadi aja suruh tuker, sekarang nggak mau di lepasin, dasar plin-plan... " Sindir Arsha.


" Eundak, Ashi eundak pin-pan... " Sentak Arshi.


" Arshi plin-plan, otak udang... "


" Eundak, Ashi eundak pin pan, hwa... Daddy... " Teriak Arshi mencari bala bantuan saat di rasa tak lagi bisa berkilah.


" Oke stop, berhenti berdebat my twins... " Seru Marvell pada kedua anak kembarnya itu.


" Tapi Asha ngatain Ashi utak udang shama pin-pan daddy... " Adu Arshi dengan bola mata berkaca-kaca.


" Mana ada putri daddy otak udang, hmmm... " Seru Marvell sembari berkedip pada sang putra, putranya itu jauh lebih faham dengan isyarat nya dari pada putrinya yang memang sedikit lemot pemikirannya.


" Wleee... "


" Oke, kalau kalian masih ingin menjaga adik kalian, kalian tidak boleh berisik dan jangan sampai mengganggu tidur nya, setuju? "


" Tujuh Daddy... " Angguk Arshi dengan semangat empat lima.

__ADS_1


" Selesai... " Sembari menghela nafas panjang, Marvell mulai frustasi dengan perdebatan putra putrinya yang kini semakin intens terjadi hanya karena perkara kecil.


" Sepertinya hari-harimu akan semakin sulit Vell... " Sindir tuan Edgard yang sedari tadi melihat drama keluarga yang tak berkesudahan.


" Papa salah, ini sangat menyenangkan... " Kilah Marvell, padahal ia memang sudah sangat frustasi dengan tingkah anak kembarnya, dan sekarang di tambah lagi dengan bayi mungil yang baru saja lahir itu, sungguh merepotkan.


" Ck... Dasar penipu, lihat saja An... Sepertinya suami mu ini tidak akan berani membuat bayi lagi, hahaha... " Tawa jahat keluar dari mulut tuan Edgard, membuat Anelis hanya tersenyum kikuk, tak tahu harus merespon apa kata-kata dari mertuanya itu.


" Ck... Lihat saja pa, nanti malam aku akan langsung membuatnya dan kau akan mendapatkan cucu lagi, kembar 3 sekaligus... " Seru Marvell tak terima dengan penuturan sang papa.


Plakkk...


Seketika pukulan itu melayang bebas ke arah punggung kekar Marvell, siapa lagi pelakunya kalau bukan mama Clara, baru saja ia keluar dari kamar mandi, dan ia langsung di kejutkan dengan penuturan putranya yang tak berpikir panjang itu, membuatnya seketika murka.


" Dasar bocah tengik, kau baru saja membuat istrimu kesakitan dan kau ingin melakukan nya lagi hah... Dasar bocah tengik, plakkk... untung saja setelah ini kau harus puasa, kalau tidak mama tidak tau bagaimana nasib menantu mama akibat ulah mu itu... "


Mama Clara melongo menatap putranya yang kini di penuhi aura kesombongan.


" Apa dia tidak tahu An... " Mama Clara menatap bingung pada Anelis yang hanya terbaring pasrah menatap perdebatan di depannya.


" Sepertinya tidak ma... "


Hahahaha


Seketika tawa jahat mama Clara menggelegar, wanita itu terlihat sangat puas dengan jawaban dari menantunya itu.


" Vell, sini... Mama kasih tahu kamu berita hot super hot... "

__ADS_1


Marvell mendekati mama nya, menundukkan kepalanya agar dapat di jangkau sang mama, mama Clara pun langsung membisikkan sesuatu di telinga laki-laki bertubuh kekar itu, membuat Marvell seketika mengerutkan dahinya, menatap sang mama penuh tanda tanya, lalu beralih menatap pada sang istri dengan tatapan tak percaya.


" Sayang... Benarkah aku harus berpuasa satu bulan lebih? Ini hanya bualan mama kan sayang... Hmmm... "


" Mas... " Dan wajah sumringah Anelis sudah menggambarkan segalanya, membuat Marvell seketika ketar-ketir.


" Sayang... Please don't say yes... " Pinta Marvell


" Sayangnya iya mas... "


Hahahaha


Tawa tuan Edgard dan mama Clara seketika pecah, kedua orang tua itu bahkan sampai terpingkal-pingkal tak kuat dengan ekspresi wajah Marvell yang kini sangat kusut tanpa g*irah hidup.


" Sayang... Terus aku gimana... "


Marvell langsung lunglai jatuh di rengkuhan sang istri, laki-laki itu tak rela, tak rela jika harus berpuasa selama sebulan lamanya.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Siapa nih kira-kira nama baby boy nya?


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2