
°°°~Happy Reading~°°°
Ballon ku ada lima...
Llupa-llupa walna na...
Hijau nuning kullubu...
Mellah mu dada billu...
Mulutush ballon hijau DUARRRR...
Hatiku sanggat kacau...
Ballon ku tinggal eumpat...
Ku pedang eullat-eullat...
Dengan bahasa alien yang di milikinya, Arshi kini telah berhasil melantunkan 5 lagu dengan mulus tanpa hambatan, bocah kecil itu seolah tak sedikitpun merasa bosan untuk menunjukkan bakat terpendamnya.
Tittakk tittak di din din
Diam-diam mulluyup...
Datang...
__ADS_1
Lantunan lagu alien itu tiba-tiba saja terhenti saat Arsha dengan tingkah jail nya mengambil paksa microphone itu dari tangan Arshi, membuat gadis kecil itu seketika naik pitam.
" Asha... " Sentak Arshi.
" Sudah cukup Shi... "
" Bellum tukup... Ashi mau nani tittak-tittak dindin... "
" Sudah cukup... Kamu sudah menyanyikan lagu banyak sekali, telingaku sampai berdengung mendengar suara cempreng mu itu... " Keluh Arsha yang memang benar adanya.
" Kallau Asha eundak mahu dungallin sualla na Ashi, tulinga na Asha di topot dulu, kalau Ashi udah sheulleshai nani ballu di pashang lagi... Gitu aja llepot... " Sahut Arshi dengan tersungut-sungut.
" Manna mikopon na Ashi... " Arshi mengulur tangan nya ingin merebut lagi micropohone nya dari Arsha, namun pergerakannya tak segesit pergerakan tangan Arsha.
" Tidak!!! " Tegas Arsha.
" Okay my twins... Berhenti berdebat. Sebaiknya kalian sapa teman-teman kalian saja, oke? " Sahut Marvell mengambil jalan tengah.
" Daddy... " Arshi merengek pada daddy nya, berharap daddy nya itu akan membela dirinya.
" No girl... Bernyanyi sudah, okay? Sekarang kalian harus menyapa teman-teman kalian dulu... " Putus Marvell, membuat Arshi hanya bisa menelan kekecewaan.
" Asha nyebeullin... " Sambil menjejakkan kakinya di lantai dengan penuh emosi, kalau saja saudara kembarnya itu tak mencuri micropohone milik nya, pasti ia sudah bernyanyi banyak sekali lagu di panggung besar itu.
Di tengah-tengah kekesalan nya yang meluap-luap, tiba-tiba bola mata Arshi tampak berbinar bahagia, kekesalannya menguap seketika di gantikan oleh rasa bahagia tiada tara.
__ADS_1
" Molla... " Teriak si kecil Arshi, sontak gadis kecil itu berlari kencang dan langsung berhambur memeluk teman barunya.
" Ashi tantik sheukalli sheupeulti pincesa Elsa... " Puji Maura pada sahabat nya yang kini mengenakan gaun indah berwarna biru muda milik princess Elsa, membuat Arshi seketika merona, gadis kecil itu sungguh tak mampu menahan setiap godaan yang menerpa.
" Molla duga tantik sheupeulti pincess Ana... " Arshi balas memuji, karena ia tahu teman barunya itu senang sekali dengan princess Ana, adik kandung princess Elsa di serial kartun kesukaannya.
" Sayang... Berikan ini pada temanmu... " Ingat Ibunya Maura, wanita itu menyodorkan sebuah paper bag pada putrinya.
" Ashi... Happy bush de... Dangan shuka nanit-nanit ladi di shekullah ya Ashi... " Sahut Maura sembari menyodorkan paper bag itu untuk Arshi.
" Hehehe... Habis na Asha shuka jail-jail shama Ashi sih... " Bukan Arshi jika tidak pandai mencari alasan.
" Asha baik kok... Shuka tolong-tolong... " Bela Maura.
" Inni apa ishi na, beushal sheukalli Molla... " Arshi mengintip di celah paper bag berukuran besar itu.
" Pempesh... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Dikit-dikit lama-lama jadi bukit yah...
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕