
°°°~Happy Reading~°°°
Acara wisuda itu pun segera di mulai, semua orang tampak menyambut dengan antusias, apalagi si kecil Arshi yang sedari tadi riuh tak bisa diam, berkali-kali gadis kecil itu memekik girang saat mendapati hal yang membuat bola matanya berbinar, salah satunya yaitu ketika pemutaran video klip our memori, dimana di dalamnya tertera foto Arshi dan Maura yang tampak absurd dengan aksinya.
" Mommyh myh... Itu poto na Ashi shama Molla waktu doget-doget myh... Ashi doget ulullong, tellus Molla doget bekping, hihihi, badus kan myh... " komentar Arshi di sela pemutaran video itu.
Acara terus bergulir, hingga sampai dimana pihak Royal School mengumumkan nama-nama siswa terbaiknya.
Dan tanpa di duga, Arsha masuk dalam jajaran siswa berprestasi itu dengan nilai sempurna, bahkan ia berhasil menyabet 3 penghargaan sekaligus, membuat Marvell dan Anelis pun bangga atas pencapaian sang putra.
Sedang Arshi? Jangan di tanya lagi, bahkan satupun penghargaan ia tak mendapatkan nya.
" Alhamdulillah, mommy bangga sama kalian sayang... " Sahut Anelis sebelum melepas kepergian sang putra untuk menerima tropi penghargaan nya.
" You are so amazing, boy... "
Acara terus bergulir, hingga akhirnya, acara itu pun di tutup dengan closing ceremony prayer dan tepuk tangan gemuruh dari para tamu undangan.
" Selamat tuan Marvell, putra anda sangat mengagumkan, sepertinya saya akan setuju dengan penawaran dari anda... " Dan obrolan itu ternyata belum mencapai kata selesai.
" Hahaha... Anda tidak akan menyesal dengan keputusan anda tuan David... " Keduanya kembali terbahak, hingga akhirnya memilih memisahkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing.
__ADS_1
" Tapi Ashi mau shama Molla... " Gadis kecil itu masih tak rela melepaskan genggaman tangannya pada sahabat nya, Maura.
" Tapi Maura kan harus pulang sayang... Nanti kapan-kapan kalian bisa main lagi yah... " Bujuk Anelis.
" Ashi mau main shama Molla sheukallang myh, tadi main na eundak shellu, bentall-bentall shulluh diam shama mommyh, eundak ashik... " Protes Arshi yang selalu mendapat intrupsi dari sang mommy agar sedikit memelankan suaranya.
Anelis menghela nafas dalam, bernegosiasi dengan putri nya itu memang susah-susah gampang.
" Mas... " Anelis menatap suaminya penuh harap.
" Setelah ini kita ke rumahnya granny girl... Kau mau kan... " Tawar Marvell.
" Mau shama Molla aja... " Tawaran Marvell tidak mempan, gadis kecil itu masih saja merengek sesuka hatinya.
" Janji? " Arshi menyodorkan jari kelingkingnya.
" Hu.um... Janji... " Sahut Maura sembari membelitkan jari kelingkingnya, tak lupa senyum tipis itu terukir di bibir piech nya yang menambah aura kecantikan nya.
🍁🍁🍁
" Wawww... Piala na tantik sheukalli, kilau-kilau... Asha hebat... Ashi bolleh minta shatu? " Pinta si kecil Arshi, saat ini mereka tengah berada di dalam mobil hendak menuju mansion mama Clara.
__ADS_1
Marvell dan Anelis hanya saling pandang, tak tahu bagaimana menimpali permintaan dari putri cantik nya itu.
" Kau harus rajin belajar dulu, baru dapat piala itu... " Seloroh Arsha dengan nada dinginnya.
" Ashi llajin beullajal kok, lajin membaca, lajin menggamball, lajin mewalnai... Tellush... Emmm... Lajin menghitung... "
" Menghitung hadiah dari daddy... " Seloroh Arsha, membuat Arshi seketika terkikik.
" Hihihi... Asha kok tahu sih... "
" Jelas saja, pasti yang ada di otak kamu hanya hadiah... "
" Eh iya... Daddy udah puna hadiah buat Ashi kan, Ashi mau hadiah Ashi mau hadiah... " Sahut Arshi sembari bergelayut di pangkuan sang daddy, sedang baby Arshell kini tampak terlelap di pangkuan Anelis, dan Arsha memilih duduk terpisah di bangku sebelah supir.
" Hadiahnya di tunda dulu ya girl... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Double up🤭
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕