
°°°~Happy Reading~°°°
" An... Sayang... " Marvell mengejar Anelis yang Kini berlalu menuju dapur. Yah... Kini mereka telah kembali ke kediaman mereka setelah kejadian penuh drama di rumah mama Clara siang tadi.
Anelis mengacuhkan suaminya, perempuan itu masih kesal dengan ulah sang suami yang berhasil membuatnya malu setengah mati, membuatnya berusaha menyibukkan diri, tangannya mengulur menuang susu bubuk itu ke dalam dua gelas kaca untuk sang buah hati.
" Sayang... " Marvell mencekal pergelangan tangan Anelis hingga berhasil menghentikan pergerakan wanita itu.
" Mas... " Rengek Anelis sembari berusaha melepaskan belitan tangan Marvell, namun usahanya itu pun sia-sia saja karena suaminya itu tak sedikitpun berniat melepaskan nya.
" Masih marah? " Tanya Marvell dengan wajah polosnya.
" Menurut mas? " Geram Anelis dengan suaminya itu.
" Ya udah... Kalau gitu mas minta maaf ya... " Sahut nya lirih, tangannya mengusap-usap lembut ujung kepala istrinya yang terbungkus kerudung.
" Tahu ngga... mas itu udah keterlaluan... " Gerutu Anelis dengan hati yang sedikit dongkol, masih terekam jelas bagaimana malunya ia dengan penuturan suaminya siang tadi yang asal nyeplos tanpa filter itu.
" Ane malu sama mama sama papa mas... " Cicit Anelis setengah terisak, bisa di bayangkan betapa malunya wanita polos itu ketika harus di hadapkan dengan situasi yang sangat asing untuk nya.
" Iya iya... Mas minta maaf, janji nggak ngulangin lagi... " Marvell merengkuh tubuh Anelis, menenangkan istrinya yang masih kesal padanya, sepertinya menikahi wanita polos memang butuh banyak tenaga dan kesabaran.
Setelah beberapa menit, akhirnya istrinya itu pun berangsur tenang. Marvell mengurai pelukan nya, menatap lekat-lekat wajah istrinya yang setengah sembab.
" Sayang... Ke kamar yuk... " Ajak Marvell dengan tatapan penuh makna, Anelis yang mendapati gelagat tak beres dari suaminya itu pun segera paham apa yang di maksud dengan sang suami.
Anelis mengangguk.
" Ayo mas... " Ajak Anelis, sontak saja membuat laki-laki itu bersorak bahagia.
__ADS_1
Marvell pun langsung mengikuti kemana langkah kaki sang istri melangkah. Namun, tunggu... Bukannya ke lantai atas, kenapa istrinya itu malah menuju ke ruang santai?
Oh... Iya, hampir saja ia melupakan anak-anaknya yang masih bermain di sana.
" Sayang... Ini susu nya di minum dulu... " Anelis menyodorkan kedua gelas susu itu untuk kedua buah hatinya, keduanya pun segera menenggak habis minuman pemberian mommy nya itu.
" Sudah? "
Keduanya pun mengangguk serentak.
" Shudah mommy... Shushu na sheugall, manish-manish acem, hihihi... "
" Sudah malam sayang, bobo yuk... " Ajak Anelis pada kedua buah hatinya itu.
Selama itu Marvell masih berpikir positive, pikirnya istrinya itu akan menidurkan anak-anak di kamar anak-anak, baru mereka akan menepi ke kamar mereka sendiri, melakukan ibadah yang paling di gemari setiap insan.
Sampai di lantai dua, Marvell mengernyit.
" Iyya daddy... Ashi penen tidull shama daddy shama mommy... Ashi eundak mahu kalau mommy di gigit shama dullakula ladi... Ashi akan jagain mommy... Kalau Ashi keutemu shama dullakula na, nanti Ashi langsung tabok-tabok dullakula na biall kapokk... "
" Kan kemarin putri daddy sudah janji mau tidur sendiri di kamar princess... " Timpal Marvell.
" Hihihi... Janji na di undull ya daddy... " Arshi terkikik di depan daddy nya.
" Ashi boleh tidull shini kan mommy? " Arshi merengkuh mommy erat, tak lupa juga ia menampilkan wajah imut nan menggemaskan.
" Boleh dong sayang... " Anelis menyambut rengkuhan putrinya itu dengan satu kecupan.
" Sini... Arsha sama Arshi tidur samping mommy... "
__ADS_1
keduanya pun merebahkan tubuh di samping mommy nya.
" Sayang... " Marvell merengek saat mendapati Anelis mulai merebahkan tubuhnya dengan di apit rapat kedua buah hatinya.
" Mas... "
" Terus aku gimana sayang? " Sahut Marvell seolah meminta kepastian.
" Ya tidur mas... Kan udah malam... " Jawab Anelis seadanya.
Aaarggh....
Marvell menggeram, kedua tangannya mengusap kasar rambutnya, ia frustasi dengan tingkah istrinya yang hanya memberikan harapan palsu padanya.
" Ihhh... Daddy beullicik... Ashi eundak bisha bobok... " Gerutu si kecil Arshi
Dan pada akhirnya, Marvell hanya bisa menelan kekecewaan nya seorang diri, bayang-bayang bisa menghabiskan malam yang indah bersama sang istri kini pupus sudah.
Maka, nikmatilah hari-hari pembalasan mu wahai si Marvell Tengik...
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maap ya update telat
Ini udah di usahain nulis walau dengan mata burem efek ngantuk super parah
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕