BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.


__ADS_3

Keesokan hari nya kedua prajurit sandi pamotan itu masih masuk kembali ke dalam kota pandan Alas, guna mencari berita tentang keadaan kota tersebut, dan kemungkinan akan menguasai kerajaan Majapahit.


Yang sangat mengheran kan oleh Sasra Bahu dan Wiera Tantra adalah kehadiran Adipati Daha di pandan Alas.


Padahal sang Adipati kala itu merupakan korban percobaan pembunuhan, namun mengapa ia tetap hadir di hajatan besar Adipati Pandan Alas itu .


Setelah para prajurit teliksandi dari Pamotan itu bertugas selama satu purnama di Pandan Alas dan Kotaraja, akhir nya mereka kembali ke Pamotan guna melapor kan segala sesuatu nya kepada Adipati Pamotan atas perkembangan yg telah terjadi di dua tempat itu.


Sesampai nya di Pamotan, para prajurit sandi itu kemudian menghadap kepada Adipati Pamotan di dalam istana.


Saat itu kemudian sang Adipati memanggil seluruh pembesar kadipaten untuk mendengar kan kabar yg di bawa oleh prajurit Sandi tersebut.


Yang pertama kali memberi kan hasil penyelidikan nya adalah prajurit sandi yg bertugas di kotaraja Majapahit.


" Ampun Gusti Adipati, bahwa menurut penyelidikan kami bahwa sesungguh nya Gusti Prabhu tetap bersikukuh untuk menjadi Raja Majapahit ini, namun,....!" kata-kata prajurit sandi yg bernama Ranawa itu berhenti.


" Namun kenapa, mengapa kata-katamu terputus, Lurah Ranawa,?" tanya Adipati Pamotan penasaran.


" Namun seperti nya Gusti permaisuri mendesak Sang Prabhu untuk menyerah kan kekuasaan Kerajaan Majapahit ini kepada Ramanda nya di Pandan Alas,!" jawab Lurah Ranawa yg merupakan bagian dari prajurit Balasewu itu.


" Memang sulit kalau perempuan sudah turut campur, berarti kemungkinan terburuk akan terjadi yaitu perpindahan kekuasaan dari Kangmas Prabhu Bhatara Purawawisesa kepada Adipati Pandan Alas sudah di depan mata,!" ungkap Wikala sebagai Adipati Pamotan itu.


" Darimana kalian mendapat kan berita itu,?" tanya Adipati Pamotan kepada Lurah Ranawa itu.


" Selain kami langsung bertanya kepada Tumenggung singha Wara, yg menjadi Senopati pengawal kaputren, kami juga mendapat kan kabar dari salah seorang emban yg berhasil kami susupkan ke dalam istana Majapahit,!' jawab Lurah Ranawa menjelas kan.


" Bagus, jalin terus kerjasama dengan Paman Tumenggung Singha Wara, usaha kan kita dapat berita dari beliau tentang keadaan Kota Raja Majapahit,!" ujar Adipati Pamotan itu.


" Sendika dawuh Kanjeng Gusti Adipati,!" jawab Lurah Ranawa sambil merangkap kan kedua tangan nya.


Lurah Ranawa merupakan pemimpin prajurit sandi yg di tugas kan di kotaraja Majapahit.


Kemudian Sang Adipati bertanya kepada Lurah Sasra Bahu yg merupakan pemimpin prajurit sandi yg di tugas kan di Pandan Alas.


" Dan bagaimana dengan hasil berita yg engkau bawa Lurah Sasra Bahu ,?" tanya Adipati Pamotan itu.

__ADS_1


" Ampun kan hamba sebelum nya, Gusti Adipati, karena mungkin laporan kami ini kurang lengkap nanti nya,!" ucap Sasra Bahu sambil merangkap kan tangan nya di atas kepala nya.


" Ya, silah kan berikan hasil penyelidikan kalian dari Pandan Alas," kata Adipati Pamotan.


" Bahwa sesungguh nya terlihat kalau pandan Alas memang tengah bersiap untuk menjadi kan Sang Adipati Pandan Alas untuk jadi Raja mengganti kan Sang Prabhu Bhatara Purawawisesa, baik langsung maupun tidak langsung, baik melalui dengan jalan damai atau dengan jalan kekerasan jika Sang Prabhu Bhatara Purwawisesa tidak menerima jalan damai,!" ucap Sasra Bahu.


" Bagaimana bisa demikian, kalian mendapat kan berita darimana hingga menyimpul kan demikian,?" tanya Adipati Pamotan lagi.


" Kami berhasil mengorek keterangan dari para prajurit Pandan Alas sendiri bahkan mereka mengatakan Pamotan telah mbalela terhadap Majapahit karena mengirim kan prajurit ke Bali tanpa persetujuan Kotaraja,!" jawab Lurah Sasra Bahu.


" Hemmhh, memang keputusan Pamotan mengirim kan pasukan ke Bali menjadi alasan bagi yg tidak senang dengan Pamotan , untuk mengata kan bahwa Pamotan telah berkhianat terhadap Kerajaan Majapahit,!" ujar Adipati Pamotan itu.


" Terus adakah Pandan Alas akan segera mengganti kan Kangmas Prabhu Bhatara Purwawisesa,?" tanya Wikala lagi.


" Seperti nya demikian Gusti Adipati, karena menurut mereka Sang Prabhu terlalu berfihak ke Pamotan, yg menurut mereka sudah pantas untuk di tindak akibat kelancangan mengirim kan pasukan ke Bali tanpa persetujuan Kotaraja, dan Pandan Alas pun tidak gentar jika berhadapan dengan Pamotan,!" jelas Sasra Bahu lagi.


" Akan tetapi yg tidak kami mengerti adalah kehadiran Gusti Adipati Daha di hajatan besar Adipati pandan Alas Itu, padahal sesungguhnya pandan Alas pernah berusaha menghabisi Gusti Adipati Daha Itu," ungkap Sasra Bahu lagi.


" Hahh, Kangmas Adipati Daha hadir di pesta pernikahan Putri Nawang Sekar Itu,?" tanya Adipati Pamotan seolah tidak percaya atas apa yg telah di dengar nya Itu.


" Demikian lah kenyataan Gusti Adipati, Adipati Daha hadir di pesta pernikahan Putri Adipati pandan Alas tersebut,!" jawab Sasra Bahu lagi.


Sejenak Sang Adipati termenung memikir kan dengan sikap dari kakak ipar nya itu, namun kemudian ia berkata lagi,


" Karena kelihatan nya Pandan Alas siap untuk mengguling kan Kangmas Prabhu dari pengamatan yg di lakukan oleh prajurit Sandi Pamotan, maka mulai saat ini di harap kan kepada kita semua untuk meningkat kan kewaspadaan, terutama bagi para prajurit Pamotan, Aku sangat berharap para prajurit dapat menjaga keamanan Pamotan dari para penyusup, usaha kan kita tetap menjalin hubungan dengan Paman Singha Wara di istana Majapahit dan Nanda Adipati kahuripan,!" terdengar perintah dari Adipati Pamotan itu.


Kemudian ia berkata lagi,


" Untuk paman Petala di harap kan mampu meningkat kan kemampuan prajurit Pamotan, dan untuk Tumenggung Srengganu tetap berusaha untuk mencari para pemuda yg bersedia di jadi kan prajurit, karena nampak nya Pamotan harus mampu mandiri tanpa harus menggantung kan harapan kepada siapa pun termasuk Kotaraja,!" jelas Sang Adipati Pamotan itu.


" Sendika dawuh Gusti Adipati,!" jawab Lembu Petala dan Tumenggung Srengganu bersamaan.


" Dan bagaimana tanggapan dari Paman Patih, jika Pandan Alas yg kelak akan memimpin Majapahit ini,?" tanya Adipati Pamotan kepada Patih Sengguruh.


" Ampun Gusti Adipati ,Kalau menurut hamba sebaik nya Pamotan tidak usah tunduk terhadap Adipati Pandan Alas itu,!" jawab Patih Sengguruh.

__ADS_1


" Dan kalau menurut Rakryan Mantri Raka Swidak , apakah sesuai pendapat dari Paman Patih itu,?' tanya Adipati Pamotan kepada Rakryan Mantri Raka Swidak.


" Memang sebaik nya kita tetap memiki sikap ber sebrangan dengan Adipati Pandan Alas yg terlalu adigang adigung dan adiguna itu, sehingga Sang Prabhu Bhatara Purwawisesa saat ini amat sulit mengendali kannya, sedang kan dengan kita sikap nya sudah cukup jelas dengan penghadangan Gusti Adipati waktu itu, dan boleh jadi jika kelak Adipati Pandan Alas itu yg berkuasa atas Majapahit, Pamotan lah yg pertama kali di serang nya,!" ucap Rakryan Mantri Raka Swidak.


" Itu takkan terjadi jika Aku masih jadi pemimpin di Pamotan ini, nanti Aku sendiri yg akan menentang nya jika Paman Pandan Alas itu yg jadi Raja Majapahit mengganti kan kangmas Prabhu Bhatara Purwawisesa,!" ungkap Adipati Pamotan sambil mengepal kan tangan nya.


Semua yg hadir di sidang itu terdiam mendengar ucapan dari Junjungan nya itu, mereka nampak senang melihat ketegasan dari pemimpin nya itu.


Setelah selesai sidang paseban di Istana Pamotan, secara pribadi Naja Pratanu dan Larasati bicara dengan kakak nya itu di bilik dari Mpu thanda dan istri nya.


" Kakang, mengenai Pandan Alas tidak usah terlalu di risau kan, tetapi mengenai Adipati Daha yg hadir di pesta pernikahan Putri Nawang Sekar itu yg perlu mendapat perhatian,!" ucap Larasati setelah duduk bersama dengan kakaknya itu.


" Engkau benar Ras, apa maksud Kangmas Daha dengan kehadiran nya di pesta pernikahan Putri Nawang Sekar itu,?' kata Wikala seolah bertanya pada diri nya sendiri.


" Kakang Radeksa, mengenai hal pinangan kakang terhadap Tantri mungkin bisa jadi jalan untuk mengetahui sikap dari Adipati Daha tersebut,!" jelas Larasati kepada Wikala.


" Maksud mu, bagaimana Ras,?" Tanya Wikala tidak mengerti.


" Begini Kang, Tantri bersedia menerima pinangan kakang, jika kakang mampu membangun kembali Tanah perdikan Thandasain yg telah hancur , rata dengan tanah, karena Tantri berkeinginan tetap tinggal di thanda setelah menikah, dia tidak ingin hidup di tengah keramaian apalagi di Istana,!" jelas Larasati kepada Wikala.


" Jadi Tantri menerima lamaran ku dengan syarat tetap tinggal di thanda yg telah hancur itu,?" tanya Wikala kepada adik nya.


" Demikian lah Kang, jadi karena tanah perdikan Thanda masih dalam wilayah Daha , kakang bisa mengirim kan bantuan untuk pembangunan kembali Thanda sambil menyelidiki tentang sikap dari Adipati Daha tersebut,!" ungkap Larasati menjelaskan.


" Memang kalian berdua pasangan yg cukup handal untuk jadi prajurit telik sandi, tidak kau , tidak Pratanu memiliki jiwa yg kuat untuk jadi prajurit sandi,!" ucap Wikala yg memuji kepiawaian dari adik nya itu.


" Baik lah, katakan kepada Tantri , Aku bersedia memenuhi persyaratan nya itu sekaligus membangun kembali tempat tinggal untuk nya, dan tempat tinggal kita dulu, setelah nanti nya Aku berbicara dengan Kangmas Daha, apakah ia nanti mau membantu,!" ucap Wikala.


" Sekaligus kakang tanya kan tentang kehadiran nya di pesta dari Adipati Pandan Alas itu,!" seru Larasati.


" Iya, nanti Aku sendiri yg akan menanya kan nya, apa alasan nya mengahadiri pesta itu,!" jawab Wikala.


" Kangmas Adipati , jadi kami harus kembali lagi ke nusakambangan guna menyampai kan kesanggupan Kangmas memenuhi syarat yg di ajukan oleh Tantri itu,?" tanya Naja Pratanu.


" Terserah kalian berdua, kalau tidak ingin kesana kirim utusan kesana atau lakukan dengan aji pameling atau cara lain yg kalian mampu jika tidak ingin ke Nusakambangan kalian berdua kan prajurit sandi yg hebat , cuma menyampai kan berita ke nusakambangan kalian harus bingung,!" jelas Wikala kepada Naja Pratanu.

__ADS_1


Nampak Pratanu dan Larasati saling berpandangan mendengar ucapan dari kakaknya itu.


"""""""""""""""(((((((()))))))"""""""""""""""""""""""


__ADS_2