
Selama berada di rumah Jenderal Yu , rasa penasaran Wikala terusik hingga ia bertanya,
" Jenderal Yu , bolehkah saya bertanya,?" kata Wikala.
" Silahkan, silahkan, Taihiap telah menjadi keluarga istana sebagai saudara angkat kaisar, jadi silahkan , mau bertanya apa?" tanya Jenderal Yu.
" Jenderal Yu kan seorang pejabat tinggi istana, mengapa kehidupan Jenderal Yu begitu amat sederhana, tidak ada kah perhatian dari Kaisar,?" tanya Wikala.
" Kalau di Majapahit pejabat setingkat Jenderal Yu telah memiliki, segala macam harta dan kekayaan, beda dengan saudara Yu, !" ujar Lembu Petala menimpali pertanyaan Wikala.
" Begini Taihiap berdua, sebenarnya bukan tidak ada perhatian dari Kaisar, tetapi saya menolaknya mengingat begitu banyak rakyat tiongkok yg masih kekurangan, baik makan dan tempat tinggal nya, jadi selaku pemimpin kita harus peduli dengan nasib mereka bukan malah berfoya- foya,!" Jenderal Yu.
" Kebanyakan pejabat tinggi suatu negara mementingkan kepentingannya sendiri bukan kepentingan rakyarnya, sudah kaya ingin tambah kaya, sudah ia jadi pejabat, anak dan keluarga nya pun turut serta jadi pejabat, akan tetapi itu tidak semua, melainkan kebanyakan demikian," tutur Jenderal Yu lagi.
Kedua utusan Majapahit itu terkagum-kagum atas sikap dan sifat Jenderal Yu itu.
Keesokan harinya Jenderal Yu mendapatkan laporan dari prajurit mata-mata bahwa pasukan mongol telah bergerak dari Kota Datong menuju istana.
Seluruh pemimpin kekaisaran Tiongkok melakukan sidang di istana juga di hadiri oleh Wikala dan Lembu Petala.
" Sebaiknya kita menutup seluruh gerbang dan bertahan di dalam benteng saja kaisar, !" kata Jenderal Shi Heng.
" Maafkan sebelumnya kaisar , bahwa saya tidak sependapat dengan Jenderal Shi, kita hanya bertahan, lama-lama kita bisa kalah, !" ucap Jenderal Yu Qian.
" Jadi maksud Jenderal Yu bagaimana,?" tanya Sang Kaisar.
" Biarlah kita melakukan perlawanan di luar benteng, sekalipun kita kalah atau terdesak baru berlindung ke dalam benteng,!" jelas Jenderal Yu Qian lagi.
" Kita jangan mengulangi tragedi penghinaan Jingkang, disaat dua kaisar song tertawan dan keluarga istana mengungsi keselatan hingga membuat suku jurchen mampu menguasai wilayah utara, !" ungkap Jenderal Yu
Adalah ibu suri yg angkat bicara,
" Benar kata Jenderal Yu, kita harus mempertahankan hak kita meski darah dan nyawa taruhannya, kita bukan bangsa pengecut, yg lari apabila di serang musuh, buyao fangqi ( jangan menyerah), " kata ibu Suri membakar semangat para pemimpin istana.
" Akan tetapi , kaisar Zhengtong dengan lebih dari Lima Ratus ribu pasukan dapat di kalah kan, dengan tertawannya Kaisar Zhengtong dan tewasnya Jenderal Fan Zhong, !" ucap Jenderal Shi Heng.
" Kekalahan Jenderal Fan Zhong akibat membawa pasukan yg kurang terlatih dan tidak tahu medan, !" jelas Jenderal Yu Qian.
" Baiklah, Saya putuskan bahwa kita akan menyerang pasukan mongol di luar benteng dengan pemimpin tertinggi nya adalah Jenderal Yu Qian, !" titah Sang Kaisar menutup sidang itu.
Mendapatkan mandat dari Kaisar Jingtai , maka Jenderal Yu segera menyiapkan taktik untuk menahan gempuran tentara mongol yg amat banyak dan terampil dalam bertempur.
Di rumahnya yg sederhana, Jenderal Yu telah menentukan untuk bertahan di luar benteng, adalah sembilan pintu gerbang akan di buka guna menahan serangan pasukan mongol.
Dan disetiap pintu gerbang itu akan di pimpin seorang Jenderal.
Untuk Jenderal Yu Qian sendiri ada di gerbang Desheng dan meminta Wikala bersama nya guna menghadapi pasukan induk Mongol yg di pimpin Ganbataar, seorang Jenderal gagah perkasa yg telah membunuh Jenderal Fan Zhong dan menangkap kaisar Zhengtong.
__ADS_1
Sementara Adiknya Jenderal Yun Cai di dampingi oleh Lembu Petala ada di gerbang Zhengyang sebelah Barat.
Sementara sebelah Timur yaitu gerbang Xuanwu dipimpin oleh Jenderal Shi Heng di dampingi laksamana He.
Berturut- turut di setiap gerbang, gerbang chongwen oleh Menteri Lin tung tze, gerbang Anding ditempati oleh Jenderal Lee kwan er, gerbang Fucheng oleh Menteri You zhen li.
Sementara di gerbang XiZhi oleh Wang li wen dan gerbang Dongzhi oleh Laksamana Lim.
Dan di gerbang terakhir yaitu Chaoyang ditempati oleh Jenderal Shi jing.
Dan di setiap gerbang ditempat kan pula para pendekar dari Kang ouw.Termasuk dengan Pendekar Xia si golok emas dan Pendekar Lin si pedang wangi.
Di setiap gerbang telah di siapkan duapuluh Lima ribu prajurit.
Wikala yg menyertai Jenderal Yu Qian segera mengambil posisi diatas gerbang Desheng yg merupakan pintu utama langsung menuju ke dalam kota.
Ia melihat pasukan mongol yg sangat besar telah mendirikan kemah sekira berjarak delapan li dari gerbang,
Sungguh pasukan yg sangat besar dan sangat kuat.
Tiba-tiba nampak debu mengepul dari arah kemah pasukan mongol, pertanda ada yg datang dari kemah tersebut.
Ketika jarak hanya satu li lagi tampak lah penunggang kuda itu adalah prajurit mongol, seluruh pasukan Jenderal Yu telah bersiap dengan busurnya, namun setelah mendekat prajurit mongol itu memberi isyarat bahwa ia adalah utusan kaisar Essen Khan untuk menemui kaisar Jingtai, kemudian oleha prajurit jaga ia di bukakan pintu, dan langsung menemui Jenderal Yu yg merupakan pemimpin tertinggi di situ.
Setelah membaca surat kaisar Essen Khan, yg berisikan perintah untuk menyerah, kepada pasukan Tiongkok kalau tidak maka esok hari seluruh pasukan mongol akan menyerbu ibukota.
Sekembalinya Prajurit mongol tersebut maka penjagaan semakin di perketat, Jenderal Yu Qian dan Wikala bermalam di Tembok China tersebut dengan seluruh pasukan nya, begitupun dengan Jenderal-jenderal yang lain.
Wikala dan Lembu Petala berada diatas Chenglow ( menara gerbang) melihat ke utara di mana perkemahan mongol berada terlihat terang.
Sedangkan Jenderal Yu dan para Jenderal yg lain sedang melakukan pertemuan guna membahas taktik apa yg akan di pergunakan besok hari.
Melalui perdebatan yg panjang akhirnya di putuskan bahwa gelar perangnya adalah Jaring ikan di tengah lautan, mengingat banyak nya tentara mongol tersebut.
Taktik ini mirip gelar sapit urang kalau di Majapahit.
Induk pasukan Tiongkok yg di pimpin Jenderal Yu Qian akan keluar lebih dahulu, menanti pasukan musuh, kemudian selanjutnya pasukan Tiongkok dari semua gerbang akan keluar mengitari pasukan mongol. Baik dari Timur maupun Barat nantinya akan bertemu di utara.
Memang kekuatan pasukan Tiongkok hanya separoh dari pasukan mongol.
Keesokan paginya setelah melakukan sarapan dan berdoa bersama, maka pasukan yg di pimpin Jenderal Yu Qian langsung keluar gerbang Desheng dan maju sekitar satu li di depan gerbang.
Sedangkan pasukan mongol pada malam itu telah menentukan bahwa komandan tertinggi nya adalah Jenderal Ganbataar di dampingi oleh Gan zorig adiknya sendiri, memimpin pasukan mongol gelombang pertama berjumlah Dua ratus ribu pasukan , sedangkan gelombang kedua di pimpin Jenderal Turgen dan Och, memimpin pasukan sebanyak seratus ribu prajurit, dan gelombang terakhir di pimpin langsung oleh Kaisar Essen Khan sendiri dan Jenderal Taban , seratus ribu prajurit.
Ketika matahari telah menerangi alam mayapada, bergeraklah pasukan mongol yg di pimpin Jenderal Ganbataar.Debu-debu berterbangan dibuat oleh kaki-kaki kuda pasukan mongol tersebut.
Ketika jarak hanya tinggal satu li lagi maka pasukan Tiongkok mundur guna memberi ruang pasukan pemanah yg berada diatas tembok untuk memberikan kejutan, karena di atas tembok telah disiapkan seribu prajurit pemanah.
__ADS_1
Begitu pasukan mongol berada dalam jangkauan anak panah, maka berhamburanlah anak-anak panah yg ribuan banyak nya menghujani pasukan mongol tersebut, laksana hujan panah maka berguguranlah pasukan terdepan dari Kaisar Essen Khan ini.
Begitu pasukan pemanah Tiongkok melakukan serangan menjadi pertanda bahwa delapan gerbang lagi untuk keluar menyerang pasukan mongol dari sayap kiri dan kanan pasukan Tiongkok.
Benturan pertama antara Tiongkok dan mongol terjadi di bawah komando dari Jenderal Yu Qian yg di bantu oleh Wikala, Pekik dan suara gemuruh disertai denting senjata yg beradu terdengar sampai kedalam Kota Terlarang tempat kaisar Jingtai berada.
Pasukan mongol maju laksana air bah melanda membantai apa saja yg di laluinya.
Namun taktik yg di pakai Jenderal Yu Qian adalah tidak semata - mata perang brubuh, ia memakai serang kemudian mundur dan digantikan pasukan yg lain.
Sementara sayap- sayap pasukan kiri dan kanan mulai merangsek menjepit pasukan mongol yg banyak itu.
Disayap kiri yg berada di sebelah Barat yg di pimpin Jenderal Yun Cai di bantu oleh Lembu Petala masuk melibas pasukan mongol yg di pimpin oleh Jenderal Ganzorig.
Sementara dari sayap kanan pasukan Tiongkok hadir Jenderal Shi Heng yg di bantu Laksamana He menusuk Lambung kiri pasukan Mongol yg tidak dipimpin oleh Jenderal terbaiknya.
Tampaknya taktik Jenderal Yu Qian berhasil pasukan mongol tidak dapat mendekati tembok besar Tiongkok, mereka tertahan , oleh pasukan dari kiri dan kanan pasukan Tiongkok.
Sampai matahari di atas ubun-ubun pasukan mongol tidak dapat merangsek maju karena jumlah pasukan yg seimbang, namun pasukan mongol kalah dari pemimpin nya yg meninggalkan para Jenderal terbaiknya di perkemahan .
Perlahan namun pasti tusukan dari lambung kiri pasukan Mongol mulai membuahkan hasil, Jenderal Shi Heng dan Laksamana He berhasil mendesak pasukan mongol.
Hingga hari menjelang malam , hampir saja pasukan Tiongkok berhasil menyatukan sayap kiri dan kanannya.
Setelah malam tiba kedua pasukan menarik mundur prajurit nya masing-masing ke dalam pertahanannya.
Adalah korban yg terbanyak jatuh adalah dari pihak mongol hampir lima ribu prajurit tewas pada benturan pertama itu.
Di dalam benteng Tembok China , malam itu Jenderal Yu Qian mengadakan pertemuan, guna membahas taktik apa yg akan di pergunakan besok hari.
" Bagaimana kalau kita menyiapkan pasukan cadangan yg terdiri dari rakyat biasa yg telah dipersenjatai,!" ujar Yun Cai.
" Bagus, rencana yg bagus dan selanjutnya kita yg merupakan pasukan inti langsung menanti di luar benteng,!" ucap Menteri Lin Tung tse.
" Memang lebih baik kita semua menanti di luar dan hanya meninggalkan pasukan pemanah diatas benteng,!" ucap Wang li.
" Baiklah kita sepakat menunggu di luar dan menyiapkan pasukan cadangan di dalam Tembok, sewaktu-waktu di butuhkan mereka harus segera membantu, !" jelas Jenderal Yu Qian.
" Mungkin besok mereka menurunkan lima Jenderal terbaiknya dan hanya meninggalkan kaisar saja , " ucap Jenderal Shi Heng.
" Dan mungkin juga mereka menurunkan seluruh prajuritya , mengingat kekalahan mereka hari inj,!" kata Jenderal Shi Jing.
" Kemungkinan itu bisa terjadi, yg pasti kita harus mempertahankan negeri kita ini sampai titik darah penghabisan!' kata Jenderal Yu menutup pertemuan itu.
Sementara di kemah pasukan mongol yg telah kehilangan prajuritya sebanyak Lima ribu orang merupakan pukulan telak kepada Kaisar Essen Khan yg semula menganggap enteng lawan.
Maka kaisar itu pun berkata,
__ADS_1
" Sebaiknya besok seluruh prajurit diterjunkan untuk merebut benteng itu,!" katanya kepada para Jenderal andalannya.