
Setelah berita kemenangan pasukan Gel-gel yg di bantu oleh prajurit Pamotan dari Kesatuan Balasewu sampai ke istana gel gel. Prabhu ki Dalem ketut Ngelesir merasa senang bahwa, kakak nya itu telah berhasil di kalah kan, karena sebenarnya Ki Dalem semprangan merupakan kakak kandung dari Prabhu gel-gel, sayang nya Prabhu Semprangan terlalu mementing kan diri sendiri dari kepentingan rakyat nya, sehingga banyak rakyat Semprangan yg merasa tertindas terutama dari kalangan para Brahmana.
Sehingga dengan kematian dari Prabhu Dalem semprangan secara langsung seluruh wulayah Bali dan sekitar nya berada di bawah kekuasaan dari gel gel.
Dan dari berita yg di dengar oleh Prabhu gel-gel dari Brahmana yg waskita barang siapa yg mampu mengalah kan dari Patih Aji Jimbarang akan menjadi Raja Majapahit, sehingga Prabhu gel-gel memohon bantuan ke Majapahit, tetapi begitu Prabhu gel-gel mengetahui istana Majapahit tidak dalam keadaan baik akhir nya di putus kan meminta bantuan dari Pamotan yg merupakan tetangga ter dekat dari Bali yg ada di pulau jawa. Di kirim lah pasukan Balasewu yg merupakan baru bentukan dari Sang Adipati.
" Baik lah prajurit laporan mu telah ku terima, katakan kepada Senopati Lembu Petala dan Patih Menanga untuk sementara berada di Semprangan , kami , Aku dan putri ku, Ni Luh Gathi akan ke Semprangan,!" ucap Prabhu ki Dalem ketut Ngelesir kepada prajurit penghubung itu.
" Sendika dalem Kanjeng Prabhu,!" jawab prajurit itu dan berlalu dari hadapan Prabhu Ki Dalem ketut Ngelesir,kembali ke Semprangan.
Di Semprangan sendiri , Adipati Pamotan , Lembu Petala, Arya bor bor , Tumenggung Srengganu dan Patih Menanga tengah mengadakan pembicaraan.
" Kanjeng Adipati , apakah mayat dari Patih Anak Agung Aji Jimbarang segera di bakar tanpa menunggu Kedatangan dari Prabhu gel gel,?" tanya Patih Menanga kepada Wikala.
" Sebaik nya begitu paman Patih Menanga, segera lah mayat dari Patih Aji Jimbarang itu di perabu kan,!" jawab Wikala.
" Dan dengan mayat dari Prabhu Semprangan, apakah juga segera di perabu kan, Gusti Adipati,?" tanya Lembu Petala kepada Wikala.
" Sebaik nya kita menunggu Kedatangan dari Prabhu Dalem ketut Ngelesir sampai mengingat Prabhu Semprangan adalah kakak dari Prabhu gel gel,!" jawab Adipati Pamotan.
" Guru , ini cincin Kalademit ,!" ucap Arya bor bor menyerah kan cincin Kalademit itu yg telah di pinjam kan kepada nya dari Adipati Pamotan sesaat ke berangkatan ke Bali dari Pamotan.
Adipati Pamotan itu menerima cincin Kalademit itu dari tangan Arya bor bor dan segera memakai kan kembali di jari nya.
" Gusti Adipati apakah kami terus kembali setelah dari sini,?" tanya Tumenggung Srengganu.
" Sebaik nya kita menunggu keputusan dari Prabhu gel gel,!" jawab Wikala.
" Dan bagaimana dengan pasukan yg tersisa dari Semprangan yg telah melari kan diri dan di pimpin oleh Senopati Arya Saka itu,?" tanya Tumenggung Srengganu.
" Kalau masalah Arya saka biarlah kami yg akan mengatasi nya sendiri, kemungkinan ia melari kan diri ke dompo,!" jawab Patih Menanga.
Kemudian Patih Menanga memerintah kan para prajurit Gel gel untuk menyiap kan kayu bakar untuk melakukan pembakaran mayat dari Patih Aji Jimbarang.
Setelah selesai menyiap kan segala sesuatu nya, datang lah Prabhu Gel gel dengan putri nya Ni Luh Gathi dengan di kawal prajurit pengawal Raja.
__ADS_1
Melihat kesibukan yg terjadi di alun-alun kota Semprangan itu maka Sang Prabhu pun menghampiri nya.
Kemudian ter lihat putri nya , Ni Luh Gathi, segera menyapa Adipati Pamotan,
" Selamat datang Kanjeng Adipati di pulau Bali,!" ucap Putri Ni Luh Gathi kepada Wikala.
" Oh ya, Putri Ni Luh Gathi, senang bertemu dengan mu, dan apa kabar dengan paman Prabhu,?" tanya Wikala kepada Prabhu gel gel.
" Baik Anakmas Adipati,!" jawab Prabhu gel gel.
" Terima kasih kami ucap kan telah bersedia membantu kami mengatasi masalah ini,!" ucap Prabhu gel gel kepada Wikala.
Kemudian ia berkata lagi,
" Saya ingin bicara empat mata dengan mu anakmas Adipati,!" kata nya.
" Baik lah Paman Prabhu,!" jawab Wikala.
Setelah Patih Aji Jimbarang di perabu kan, tibalah saat nya giliran Prabhu Semprangan dan permaisuri , kedua mayat itu akan segera di lakukan pembakaran nya, nampak lah wajah Prabhu gel gel, terlihat muram bagaimana pun Prabhu Semprangan adalah kakak nya.
Setelah api di nyala kan maka di bakar lah kedua mayat dari penguasa Semprangan itu.
Selama sehari Prabhu gel gel berada di Semprangan, keesokan nya ia dengan di iringi sebagian besar prajurit dari pasukan gel gel dan pasukan Balasewu ke gel gel.
Se sampai nya di gel gel, seluruh prajurit kembali ke barak ke prajurit an. Mereka di jamu di dalam barak ke prajuritan itu.
Sedang kan Wikala , Lembu Petala , Arya bor bor dan Tumenggung Srengganu di terima oleh Sang Prabhu di istana nya.
Petinggi Kadipaten Pamotan itu pun di jamu di Istana gel gel.
Kemudian mereka mendapat kan penghargaan yg tinggi dari Sang Prabhu gel-gel.
Malam nya Wikala dan Prabhu gel gel melakukan pembicaraan empat mata.
" Begini anakmas ,, aku berniat menikah kan putri ku Ni Luh Gathi kepadamu anakmas Adipati ,!'" kata Prabhu gel-gel langsung tanpa tedeng aling-aling.
__ADS_1
" Maaf sebelum nya Paman Prabhu ,bukan nya menolak tetapi sungguh sulit untuk menerima nya,,!' jawab Wikala.
" Alasan nya, ?" tanya Prabhu kepada Wikala.
" Karena sulit untuk memberi tempat di dalam istana,," jawab Wikala pelan.
" Biar lah Ni Luh Gathi tetap berada di Bali, namun anakmas menikah nya,,!" jelas Prabhu ki Dalem ketut Ngelisir.
Wikala nampak terdiam atas permintaan dari Prabhu gel gel itu.
" Baik lah anakmas, nanti biar ku suruh Ni Luh Gathi, menemani untuk sekedar melihat lihat daerah Bali ini,!" ucap Prabhu gel gel.
Keesokan hari nya, Wikala dan Lembu Petala dan Arya bor bor menikmati indah nya panorama di Bali. Mereka di pandu oleh Ni Luh Gathi.
Menikmati indah nya pulau Bali dari pantai Kuta sampai Pura Besakih.
Ketika sampai di pantai Sanur, ber katalah Wikala kepada Ni Luh Gathi,
" Putri Luh Gathi, apakah pendapat mu tentang permintaan Paman Prabhu Dalem ketut Ngelisir untuk menikahi mu,?" tanya Wikala kepada Ni Luh Gathi.
Putri Ni Luh Gathi nampak terdiam mendengar kan pertanyaan dari Wikala .
Se sungguhnya dalam hati nya amat senang mendengar pernyataan dari Wikala itu.
Karena putri Ni Luh Gathi diam saja, akhir nya Wikala berkata,
" Sebenar nya Aku bisa menyetujui permintaan itu asal kan,..!" kata-kata Wikala terputus.
" Asal kan apa Kanjeng Adipati,?" tanya Putri Ni Luh Gathi penasaran.
" Pertama memang Putri Ni Luh Gathi bersedia kemudian juga bersedia tetap tinggal di Bali ini,!" jawab Wikala lagi.
" Sesungguh nya aku bersedia menerima Kanjeng Adipati sebagai suami ku,!" kata- kata itu meluncur begitu saja dari mulut Putri Ni Luh Gathi.
" Hahh, dan bersedia juga tetap tinggal di sini,?" tanya Wikala penasaran.
__ADS_1
" Aku juga tetap bersedia untuk tinggal di sini tanpa harus ikut ke Pamotan,!" jawab Putri Ni Luh Gathi.
********((((())))))))*************%%%%