
Setelah kepergian Wikala, Larasati dan Naja Pratanu masih tinggal di Nusakambangan, mereka menyempat kan diri melihat indah nya alam pantai yg ada disana, ditengah rimbun hutan nya menambah indah pemandangan yg tersaji di pulau selatan itu.
Pada satu kesempatan ketika ketiga nya sedang menikmati indah nya panorama senja di sebuah bukit yg ada di pulau itu berkata lah Larasati kepada Tantri,
" Apakah kau telah memaaf kan kakang Radeksa,?" tanya Larasati di saat kedua nya sedang duduk berdekatan.
" Sudah, sebelum pun ia minta maaf kepada ku, Aku telah memaaf kannya,!" jawab Tantri sambil memandangi sang surya yg akan kembali ke peraduan nya.
" Apakah ia mengatakan bahwa Kangmbok Ratu telah tiada,?" tanya Larasati lagi.
Sambil mengangguk Tantri berucap," Yg membuat ku sulit untuk memutuskan pilihan bahwa kakang Radeksa tadi telah melamar ku, dengan semua kekurangan dan kelebihan nya,!"
" Jadi apa jawaban mu ,?" Larasati nampak bersemangat mendengar nya karena ia tahu benar kisah cinta kedua nya, bahwa mereka memang mencintai secara tulus namun kehendak Hyang widhi wasa berkata lain sehingga harus memisah kan kedua nya, jadi begitu kakak nya itu melamar Tantri yg merupakan sahabat karib nya hati Larasati sangat senang mendengar nya.
" Ahh, aku belum memutus kannya, dan nanti apapun keputusan nya harus ku katakan kepada mu Rass,!" jawab Tantri.
" Mengapa engkau tidak bisa memutus kannya, apakah kau tidak mencintai kakang Radeksa atau telah ada lelaki lain di hati mu,?" tanya Larasati .
" Bukan begitu Ras, aku masih bingung antara menerima atau menolak nya, karena masih ada Putri Cemaravati yg pasti akan tersakiti hati nya,!" terdengar jawaban Tantri.
" Ahh, Yunda Cemaravati bukan lah yg pertama, malah bisa dikatakan ia adalah semacam pemberian dari Raja Champa, karena menurut kakang Radeksa,ia dulu telah menolak nya namun Raja Champa bersikukuh dengan sumpah nya bahwa siapa saja yg mampu membebas kan putri itu nya itu akan di nikah kan dengan putri nya itu,!" jelas Larasati meyakin kan Tantri.
" Namun apa pun itu sekarang Putri Cemaravati adalah istri dari Kakang Radeksa, bahkan saat ini merupakan satu-satu istri nya, dan lagi sebagai seorang perempuan tidak enak rasa nya menyakiti hati nya yg telah kuanggap teman ku sendiri,!" kembali Tantri berucap.
" Tetapi kau telah mengorban kan perasaan mu dan perasaan kakang Radeksa , yg ku tahu kalian berdua memang masih mencintai,!" kata Larasati.
" Itulah yg membuat ku bingung, Ras," ungkap Tantri.
" Pikir kanlah secara matang , jangan terlalu terbawa perasaan takut menyakiti hati orang lain dengan mengorbankan perasaan sendiri," Larasati memberikan saran kepada teman nya itu.
Kemudian ketiga nya kembali ke padepokan saat malam telah menyelimuti alam mayapada.
__ADS_1
Di padeopakan Nusakambangan malam itu pikiran Tantri benar- benar terasa kusut akibat dari lamaran Wikala, andaikan saat dulu ia mendapat kan lamaran itu tentu saja ia tidak akan menolak nya, akan di terima dengan tangan terbuka, namun lamaran itu datang nya baru sekarang dimana sang pujaan hati telah memiliki istri dan anak, terasa sulit untuk menerima nya, tetapi cinta itu terasa tidak hilang dari sanubari, takkan pernah sirna dan pudar untuk selamanya.
**********
Sedang kan di Pamotan sendiri telah kedatangan tamu dari pulau Bali, yaitu seorang Putri bali yg bernama Ni Luh Gathi yg merupakan putri dari Raja Gel gel yg menguasai kerajaan Bali yaitu kerajaan Gel gel. Yg berpusat di Klungkung Bali.Karena di pamotan tidak ada Adipati nya maka utusan dari gel gel itu di terima di Istana kepatihan oleh Patih Sengguruh.
" Sebenar nya ada maksud apa Anak ayu datang kemari ,?" tanya Sang Patih paruh baya itu.
" Begini Kanjeng Patih , kami sebenar nya ingin ke kotaraja Majapahit melapor kan masalah kami di gel gel,!" jawab Putri Ni Luh Gathi yg berparas cantik itu.
" Kalau boleh tahu apa masalahnya dengan Ki Dalem ketut ngelesir , Ramanda mu itu anak Ayu,?" tanya Patih Sengguruh lagi.
" Kami meminta pertimbangan dari Kanjeng Prabhu apakah kami bersalah jika berperang dengan Paman Ki Dalem semprangan,?" tanya Putri Ni Luh Gathi lagi.
" Memang nya apa masalah nya dengan Semprangan hingga harus berperang,?" tanya Patih Sengguruh lagi.
" Banyak para Brahmana yg datang menghadap Ramanda Dalem ketut Ngelesir dengan berkata bahwa Paman Semprangan tidak becus menjalankan pemerintahan di Semprangan, sehingga sangat sulit untuk berurusan dengan Paman Semprangan,!" jelas Putri Ni Luh Gathi.
" Dan mengapa anak Ayu kemari tidak langsung ke kotaraja,?" tanya Patih Sengguruh lagi.
" Namun saat ini Gusti Adipati sedang tidak berada disini, jika Anak Ayu mau menunggu beberapa saat lagi kemungkinan akan dapat bertemu dengan nya,!" kata Patih Sengguruh lagi.
" Karena kalau saya sendiri tidak bisa memberikan keputusan apa pun tentang yg terjadi di Gel gel,!" ucap Patih Sengguruh
" Baik lah Kanjeng Patih kami akan bersedia menunggu sampai Kanjeng Adipati kembali,!" kata Putri Ni Luh Gathi.
" Mari Anak Ayu , kami antar kan ke bilik peristrahatan para Tamu,!" ucap Patih Sengguruh sambil membawa Putri Ni Luh Gathi yg di kawal dua orang prajurit Bali.
Setelah berada dua hari di Pamotan, Wikala selaku Adipati Pamotan pun tiba bersama dengan putra nya Wiradamar.
Ia disambut gembira oleh seluruh penghuni Istana Timur itu terlebih lagi, Putri Cemaravati yg melihat Putra nya kembali.
__ADS_1
" Apa kabar mu Nanda damar,?" tanya Putri Cemaravati yg bergelar Ratu Dwarawati itu.
" Ibundaaaa, damar baik ibunda,!" jawab bocah kecil itu menghambur ke pelukan Putri Cemaravati sambil menangis sang Putri menciumi putra nya itu.
Kedua orang itu saling melepas kan rindu, sementara Wikala mendatangi kedua orang tuanya memberikan sembah sungkem, dan kemudian memeluk kedua nya bergantian, hati orang tua itu nampak senang melihat putra nya berhasil membawa cucu nya kembali, karena Mpu Thanda dan istri nya Itu sangat dekat dengan wiradamar yg selama ini tinggal bersama mereka di Thanda.
Seluruh petinggi Pamotan memberikan ucapan selamat kepada Adipati nya itu telah berhasil membawa kembali Putra nya yg sempat tidak di ketahui keberadaan nya, mereka makin kagum dengan junjungan nya itu yg benar-benar mampu mengatasi banyak masalah sehingga di antara kadipaten yg berada di kerajaan Majapahit, Pamotan yg paling menonjol dari berbagai bidang.
Setelah sampai di hadapan Patih Sengguruh , dengan cepat Sang Patih menyalami dan berbisik di telinga Junjungan nya itu,, " Gusti Adipati ada yg menanti hendak bertemu dangan mu,!"
" Siapa, ?" tanya Wikala yg bergelar Bhre Kertabhumi itu.
" Seorang utusan dari Bali hendak bertemu dengan Gusti Adipati," jawab Patih Sengguruh.
" Dimana mereka sekarang , paman Patih,?" tanya Wikala lagi kepada Patih Sengguruh.
" Mereka kami tempat kan di bilik tamu bagian utara, dan mereka telah dua hari berada disini,!" jawab Patih Sengguruh Kemudian.
" Baik lah Paman, beritahukan kepada mereka untuk menerima nya di Istana keraton esok pagi, karena hari ini sudah terlalu sore, sekalian Aku meminta paman untuk memanggil para petinggi kadipaten agar dapat hadir di paseban esok hari,!" jelas Wikala.
" Baik Gusti Adipati, seluruh titah akan segera di laksanakan,!" ucap Patih Sengguruh.
Namun ketika Wikala akan melangkah kan kaki nya meninggalkan tempat itu, ia ter ingat sesuatu sehingga tidak jadi, malah berbalik mendatangi Patih Sengguruh yg masih berdiri di tempat nya.
" Apa kepentingan utusan dari Bali itu paman, apakah hal yg sangat mendesak,?" tanya nya kepada Patih Sengguruh.
" Masalah nya mereka akan berperang satu dengan yg lainnya akibat ketidakbecusan dari Raja nya yg berada di Semprangan,!' jelas Patih Sengguruh.
" Siapa nama utusan itu,,?" kata Wikala
" Ia seorang Putri dari ki Dalem Ngelisir yg berada di gel gel bernama Ni Luh Gathi,!" terdengar suara Patih Sengguruh menjawab pertanyaan junjungan nya itu.
__ADS_1
Wikala mengangguk dan melanjutkan kembali langkah nya meninggal kan tempat itu mengarah ke bilik nya.
*********................***********