BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua


__ADS_3

" Atas nama kadipaten Kahuripan Saya banyak mengucap kan terima kasih, karena telah ber hasil mengalah kan pasukan kotaraja Majapahit yg telah menyerang Kadipaten Kahuripan ini, kepada senopati Lembu Petala , Senopati Arya bor bor, Eyang Tumenggung Singha Wara, Tumenggung Rapada dan Rapala, Tumenggung Srengganu, dan juga keoada Senopati I Gede pikatan yg baru saja tiba membawa pasukan nya dari laut yg telah ber perang dengan para bajak laut dari pesisir utara, terima kasih yg sama kepada seluruh prajurit Pamotan baik prajurit biasa ter lebih kepada prajurit Balasewu, saya sangat-sangat ber harap bisa mempunyai pasukan seperti Balasewu itu,!" ungkap Adipati Kahuripan.


" Selain itu ucapan terima kasih yg sebesar-besar kepada paman Adipati Pamotan, Dyah Bhre Kertabhumi atau Arya Wikala, karena ke peduli annya terhadap Kahuripan ini yg lagi dapat masalah, ia mau mem bantu tanpa pamrih apa pun, sampai kan salam bakti ku kepada nya, !" kata Adipati Kahuripan lagi.


" Dan atas nama Kahuripan Saya akan mem berikan hadiah kepada seluruh prajurit Pamotan, walau pun tidak seberapa besar, hanya sebagai tanda bahwa Kadipaten Kahuripan ber terima kasih kepada kalian semua,!" ucap Adipati Kahuripan , Adipati yg masih sangat muda itu.


Setelah ucapan terima kasih dari Adipati Kahuripan selesai maka selesai lah, tugas para prajurit Pamotan di Kahuripan demikian pula dengan pasukan dari Bali.


Selama tiga hari berada di Kahuripan, seluruh prajurit dari Pamotan kembali demikian pula pasukan dari gel gel, namun mereka melalui jalan laut dan akan singgah sebentar di pamotan sebelum pulang ke Bali.


*********


Sementara itu di Kotaraja Majapahit, Prabhu Suraprabhawa ter tunduk lesu seakan tidak ber gairah lagi memimpin Kerajaan Majapahit itu setelah mendengar kekalahan pasukan Majapahit dan tewas nya Senopati kesayangan nya yaitu Patih Kebo Mundira.


Prabhu Suraprabhawa merasa bahwa kekuasaan nya atas Majapahit tinggal menunggu waktu sebab tidak ada lagi yg bisa di andal kan nya untuk menahan laju kadipaten Pamotan yg memiliki banyak kelebihan terutama Sang Adipati nya.


Kadang ter selip di hati Prabhu Suraprabhawa untuk ber damai dengan keponakan nya itu, karena ia telah banyak men dengar bahwa Adipati Pamotan sebenar nya tidak terlalu suka jalan kekerasan, akan tetapi bila Prabhu Suraprabhawa bertemu dengan menantu nya dan mem bicara kan hal itu ia tampak tidak senang dan tidak terima.


Adalah suatu saat di dalam istana ketika Prabhu Suraprabhawa mencerita kan hal itu,


" Apakah tidak sebaik nya kita ber damai dengan Adipati Pamotan, anakmas Dara,?" tanya nya kepada menantu nya itu.

__ADS_1


" Hal itu tidak boleh terjadi Ramanda Prabhu, siapa lah Adipati Pamotan itu , ia bukan Trah Majapahit , ia hanya seorang menantu, karena kebaikan Prabhu Rajasawardhana saja lah membuat ia bisa hingga seperti sekarang ini, kamukten yg di terima nya tak lebih pemberian dari Gusti Prabhu Rajasawardhana saja selebih nya tidak ada yg perlu di takut kan dari Adipati Pamotan itu,?' jelas Mahisa Dara.


Lama Prabhu Suraprabhawa memandangi wajah menantu nya itu saat ber bicara, di dalam hati Prabhu Suraprabhawa berkata, masih jauh lebih baik Bhre Kertabhumi itu atau Adipati Pamotan daripada Mahisa Dara menantu nya itu, ter bukti bahwa Adipati Pamotan merupakan keturunan dari Trah Majapahit dan leluhur nya adalah ksatria sejati Majapahit yg mampu menyatu kan kembali dua istana yg ter pecah yaitu Istana timur dengan istana Barat,di saat pecah perang paregreg, perang saudara yg ber larut-larut selama beberapa tahun di masa Prabhu Wikrama wardhana , ramanda dari Prabhu Suraprabhawa itu, adalah eyang dari Adipati Pamotan lah yg ber hasil menyatu kan istana barat dan timur dengan di tandai kemenangan pasukan istana barat dan kembali menyatu kan Majapahit seluruh nya, meski banyak daerah-daerah bawahan yg telah melepas kan diri, sementara orang tua dari menantu nya itu hanya lah seorang pengkhianat dari Kerajaan Majapahit ini ber banding. ter balik dengan Sang Adipati Pamotan.


Lama Prabhu Suraprabhawa ter diam sambil memandangi wajah rnantu nya itu. Serasa dada Prabhu Suraprabhawa mau pecah, ia tidak ada lagi teman yg dapat di ajak bicara seperti Patih Kebo Mundira, sedang kan dengan menantu nya ia sangat kurang cocok.


" Bagaimana kah nasib Kerajaan Majapahit ini selanjut nya jika Pamotan menyerang ke mari, apakah kita akan mampu mem prrtahan kannya,?" tanya nya pelan.


" Ramanda Prabhu jangan khawatir, Majapahit ini pasti mampu melawan Pamotan itu, ter lebih nanti jika Wengker dan Pandan Alas bisa memaju kan Kadipaten nya dalam hal ke prajuritan, semua mata akan ter belalak melihat kemampuan para prajurit Majapahit ini, mereka tidak akan menyangka bahwa kita bisa mengalah kan Pamotan,!" ucap Mahisa Dara lagi.


" Tapi kapan Wengker dan Pandan Alas bisa maju dalam hal keprajuritan, menunggu Kotaraja di serang Pamotan baru mereka mencari para pemuda untuk di jadi kan prajurit, setelah Kotaraja jatuh ke tangan Adipati Pamotan itu,!' seru Prabhu Suraprabhawa lagi.


" Ramanda Prabhu tidak perlu cemas karena saat ini baik kangmas Wengker maupun Pandan Alas tengah mempersiap kan suatu pasukan yg kuat dari beberapa padepokan di wilayah Majapahit ini di tambah lagi para pemuda yg harus ikut menjadi prajurit, baik di Wengker ter lebih di Pandan Alas,!" jawab Mahisa Dara.


". Menurut mu anakmas Dara, siapa orang nya yg pantas mengganti kan kedudukan dari kakang Patih Kebo Mundira itu,?" tanya nya kepa mantu nya itu.


" Kalau menurut hamba sebaik nya Ramanda Prabhu menunjuk paman Patih Lohdaya yg mengganti kan peran dari Paman Kebo Mundira itu, !" jawab Mahisa Dara.


" Hehh, kakang Lohdaya, bukan kah ia tidak dari Pandan Alas melain kan dari Wengker,!" seru Prabhu Suraprabhawa ter kejut mendapat kan saran dari menantu nya itu untuk mengangkat Patih Lohdaya sebagai Patih di Majapahit akibat ke kosongan jabatan itu setelah di tinggal mati oleh Patih Kebo Mundira yg masih baru di jabat nya.


Karena jabatan itu sebelum nya di pegang oleh Patih Lohdaya yg memang berasal dari wengker di masa pemerintah an Prabhu Bhatara Purwawisesa, menantu dari Prabhu Suraprabhawa itu.

__ADS_1


" Apakah tidak ada lagi calon yg cocok selain Patih Lohdaya untuk mengganti kan kakang Patih Kebo Mundira itu, Dara,?" tanya Prabhu Suraprabhawa lagi.


" Ramanda Prabhu, kira nya sudah tepat menunjuk paman Patih Lohdaya untuk mengganti kan Paman Patih Kebo Mundira, karena selain ia telah lama memegang jabatan itu, nanti nya kita bisa menarik para petinggi Majapahit yg ber pihak kepada Patih Lohdaya yg telah ter singkir akibat di copot nya Patih Lohdaya sebagai Patih, jadi kekuatan Majapahit tentu akan ber tambah dengan datang nya mereka ke Majapahit ini,!" ujar Mahisa Dara.


" Apakah itu tidak akan membuat kesulitan bagi kita, karena tentu nya kesetiaan mereka masih harus di pertanya kan terhadap Ku, apalagi mungkin mereka masih men dendam Ku, dengan di copot nya jabatan mereka saat Ramanda mu menduduki tahta Majapahit ini,!" kata Prabhu Suraprabhawa lagi.


" Ampun Ramanda Prabhu, tentu nya mereka harus di bawah pengawasan kita, apakah ada niatan mereka untuk ber khianat atau tetap setia kepada Majapahit di bawah kekuasaan Ramanda Prabhu, jika mereka ingkar dan berusaha menusuk Ramanda Prabhu dari belakang , langsung kita habisi tanpa ampun, jadi syarat pertama mereka kembali ke istana Majapahit ini adalah dengan ber sumpah setia kepada Ramanda Prabhu,!" jelas dari Mahisa Dara lagi.


" Anakmas Dara, apakah itu tidak terlalu ber bahaya dengan mengambil kembali mereka ke dalam lingkungan istana ini, sedang kan kesetiaan mereka masih patut di pertanya kan,?" tanya Prabhu Suraprabhawa lagi.


" Hamba kira tidak Ramanda Prabhu, bahkan sebagai tanda setia mereka, Ramanda Prabhu bisa minta saran mereka untuk menhadapi Pamotan, dan dari pendapat mereka kita bisa menilai apakah itu menguntung kan Majapahit atau malah menguntung kan Pamotan, kalau saran itu lebih menguntung kan Pamotan berarti ada niatan untuk ber khianat , jadi kita bisa secepat nya mengambil keputusan untuk menghabisi mereka,!" ujar Mahisa Dara.


Lama Prabhu Suraprabhawa ter menung mendengar usulan dari menantu nya itu, ia masih kurang mapan dengan menarik kembali pejabat tinggi Majapahit yg telah di copot nya itu untuk kembali di tarik masuk ke dalam lingakaran kekuasaan nya itu. Prabhu Suraprabhawa merasa senang jika para bawahan nya adalah orang-orang yg setia dan patuh ter hadap nya bukan orang yg masih di pertanya kan kesetiaan nya, tetapi karena banyak nya petinggi Majapahit dari Pandan Alas yg di bawa nya telah tewas jadi sangat sulit untuk mencari pengganti dari Patih Kebo Mundira, baik dari sisi kepandaian nya ter lebih masalah kesetiaan nya terhadap Prabhu Suraprabhawa itu.


Akhir nya Prabhu Suraprabhawa berkata,


" Baik lah anakmas Dara, usul mu akan Ramanda perhati kan, sampai Ramanda mu benar-benar bisa menerima kembali kakang Lohdaya di Majapahit, untuk sementara biar lah Ramnda meminta petunjuk kepada Hyang widhi wasa dahulu sebelum memutus kan nya,!" ungkap Prabhu Suraprabhawa kepada menantu nya itu.


Memang Prabhu Suraprabhawa amat cermat memilih para pembantu nya, terutama masalah kesetiaan nya, jadi tidak sembarang orang bisa dekat dengan nya. Menyebab kan terlalu sedikit nya orang-orang yg linuwih berada di dekat Prabhu Suraprabhawa itu.


Sikap dan sifat dari Prabhu Suraprabhawa itu sejak dari kadipaten Pandan Alas, ia memilih para pembantu nya atas usulan dari orang-orang kepercayaan nya saja, tidak sembarang orang yg bisa menjadi pembantu dekat nya, mungkin Prabhu Suraprabhawa ter lalu takut untuk di khianati para pembantu nya itu.

__ADS_1


Akan tetapi, apabila ia menemui masalah seperti saat ini yaitu kehilangan Patih kepercayaan nya sangat sulit untuk mencari pengganti nya.


__ADS_2