
Keesokan hari nya di Istana Pamotan terlihat ramai dengan di gelar nya sidang paseban.
Terlihat Sang Adipati duduk dengan gagah nya di atas singgasana Istana Timur itu. Singgasana yg dahulu nya pernah di duduki oleh Bhre Wirabhumi putra dari Prabhu Hayam Wuruk kemudian ia memberontak kepada saudara nya sendiri yaitu Shri Ratu Kusumawardhani yg memerintah Majapahit bersama suami nya Wikramawardhana, kemudian Bhre Wirabhumi berhasil di kalah kan Raden Gajah merupakan eyang dari Wikala, selanjut nya Singgasana itu diduduki oleh Raden Gajah yg bergelar Bhre Narapati sampai akhir nya beliau di hukum mati oleh Shri Ratu Suhita yg menggantikan Ramanda nya Prabhu Wikramawardhana menjadi Raja di Majapahit.
Sekarang Singgasana Istana Timur itu diduduki oleh Wikala yg merupakan cucu Bhre Narapati.
Setelah sidang di buka berkata lah sang Adipati Bhre Kertabhumi, " Terima kasih atas kehadiran kalian semua dan saat ini pula kita telah kedatangan tamu dari seberang yaitu pulau Bali, Seorang utusan dari Kerajaan gel-gel, ialah Putri ayu Ni Luh Gathi. Selamat datang kami ucap kan atas kehadiran nya,!" ucap Wikala dengan penuh wibawa.
Sementara yg hadir tampak khidmat mendengar kan kata-kata dari junjungan nya itu.
Terlihat Patih Sengguruh, Lembu Petala, Mantri Raka swidak, Tumenggung Srengganu, Rangga Rawelu, Rangga Jumena dan banyak lagi pejabat teras kadipaten Pamotan yg hadir.
Juga tidak ketinggalan Putri Ni Luh Gathi dari Bali dengan dua orang pengawal kepercayaan nya.
" Di sini saya sebenar nya ingin mendengar kan apa maksud dan tujuan nya kedatangan putri ayu Ni Luh Gathi kemari ke pamotan ini, ?" tanya Wikala kepada Putri dari Bali itu.
Setelah melakukan sembah kepada Adipati Pamotan dengan merangkap kan tangan nya di atas kepala berkata lah putri dari Bali itu,
" Ampun kan hamba Kanjeng Adipati, sebelum nya per kenalkan nama hamba adalah Ni Luh Gathi putri dari pangeran gel-gel yaitu Ki Dalem ketut Ngelesir menghatur kan sembah kepada Kanjeng Adipati, disini saya hendak menyampai kan pesan Ramanda gel-gel tentang keadaan di Bali yg menurut nya memerlu kan penanganan yg cepat di sebab kan timbul nya kekacauan di Kerajaan Semprangan selaku pemimpin kerajaan Bali saat ini,!" ucap Ni Luh Gathi.
" Apakah yg menyebab kan kekacauan itu,?" tanya Wikala kepada Ni Luh Gathi.
" Saat ini paman Prabhu Semprangan hanya memikir kan diri nya sendiri tanpa melihat kepentingan rakyat, ia sangat tidak suka dengan kalangan Brahmana, sehingga laporan atau wejangan yg di berikan dari para Brahmana tidak ada yg ditsnggapi nya, menyebab kan Ramanda gel-gel kedatangan banyak Brahmana di Istana gel-gel yg meminta perlindungan beliau,!" jelas Ni Luh Gathi lagi.
" Jadi maksud Paman gel-gel itu bagaimana sehingga harus mengirim utusan untuk datang kemari dan ingin meminta apa dari Pamotan ini,?" tanya Wikala lagi.
" Sebenar nya Ramanda Prabhu ingin meminta nas nasehat dan bantuan prajurit ke kotaraja Majapahit mengingat Bali secara keseluruhan adalah masih di dalam kekuasaan Majapahit,!" jelas Putri Ni Luh Gathi yg kemudian tidak melanjut kan kata-kata nya.
" Mengapa Putri Ni Luh Gathi malah kemari tidak menghadap Kangmas Prabhu Bhatara Purwawisesa di Majapahit ?" tanya Wikala heran.
" Itulah Kanjeng Adipati , karena saran dari beberapa Brahmana yg waskita , Ramanda Prabhu diusul kan meminta bantuan kemari guna mengatasi masalah di Bali!" ujar Putri Ni Luh Gathi
" Apa dasar alasan mereka meminta bantuan kemari yg merupakan sebuah kadipatenan bukan kotaraja,?" tanya Wikala lagi.
" Menurut mereka secara kasat mata Majapahit saat ini tidak mampu mengatasi masalah nya sendiri atau boleh di katakan sangat lemah, kedua menurut panggraita para Brahmana itu bahwa wahyu keprabon akan pindah kemari,!" jelas Putri Ni Luh Gathi yg menyebab kan seluruh hadirin yg berada di istana itu saling ber pandangan satu dengan yg lain nya.
Setelah suasana hening dalam istana Timur itu terjadi beberapa saat karena mendengar penuturan dari Putri Ni Luh Gathi dari Bali itu suasana segera di pecah kan oleh suara Adipati Pamotan yg ber tanya lagi, " Jadi bantuan semacam apa yg di inginkan Paman prabhu gel gel dari kami di pamotan ini,?" tanya nya kepada Putri Ni Luh Gathi itu.
__ADS_1
" Mengingat jumlah prajurit gel-gel tidak sebanding dengan Semprangan jadi Ramanda Prabhu memohon tambahan prajurit dari Pamotan ini,!" ungkap putri Ni luh Gathi.
" Kami akan menyanggupi nya sebagai kepanjangan tangan dari Kerajaan Majapahit, dengan mengirim kan lima ratus orang prajurit terpilih dari kesatuan prajurit Balasewu yg merupakan pasukan khusus kami saat ini,!" sabda Sang Adipati melulus kan permintaan dari Gel-gel itu.
" Ampun kan hamba Kanjeng Adipati , apakah jumlah lima ratus orang itu tidak terlalu sedikit di banding kan dengan kekuatan Semprangan yg hampir tiga kali lipat dari pasukan Gel-gel?' tanya Putri Ni Luh Gathi dengan nada agak tidak mapan dengan keputusan yg telah di ambil pemimpin kadipaten Pamotan itu.
" Kukira itu adalah jumlah yg cukup mengingat yg akan kami kirim kan itu adalah pasukan khusus Pamotan,"! jelas Wikala lagi.
Walaupun agak kurang senang mendengar keputusan yg telah di ambil oleh Adipati Pamotan itu, Putri Ni Luh Gathi menerima nya dan kemudian berkata lagi, " Ampun kan hamba Kanjeng Adipati, selain meminta bantuan Prajurit Ramanda Prabhu berpesan bahwa Senopati pasukan itu harus benar-benar sakti mandraguna karena Semprangan mempunyai Patih yg sangat sakti bernama Anak agung Aji Jimbarang," jelas Putri Ni Luh Gathi lagi.
" Se demikian sakti nya kah Aji Jimbarang itu sehingga paman gel-gel harus mengatakan Senopati Pamotan harus yg sakti pula,?' tanya Wikala heran dengan permintaan Kerajaan gel gel itu, karena tidak biasa nya Kerajaan yg meminta bantuan kepada Kerajaan lain harus menentu kan pemimpin pasukan yg benar-benar linuwih dan digjaya.
" Demikian lah kira nya Kanjeng Adipati, bahkan Patih Aji Jimbarang itu pernah sesumbar menyata kan bahwa di Majapahit ini ia tidak mempunyai lawan yg seimbang bahkan ia menyepele kan , Kanjeng Prabhu Majapahit , sehingga membuat Kerajaan Semprangan pongah dengan kesombongan nya,!" jelas Putri Ni Luh Gathi.
" Baik lah kami akan mengirim kan Panglima prajurit kami yaitu Paman Lembu Petala langsung yg akan memimpin pasukan itu,!" jawab Wikala Kemudian ia bertanya kepada para pembesar Pamotan itu tentang keputusan yg telah di ambil nya itu.
" Bagaimana pendapat Patih Sengguruh atas keputusan ku ini, apakah sudah sesuai,?" tanya Wikala kepada Patih Sengguruh.
" Ampun Gusti Adipati, apakah memang tidak terlalu sedikit pasukan yg di kirim itu, hanya lima ratus orang,?'' tanya Patih Sengguruh seakan-akan tidak percaya kepada pasukan yg baru di bentuk itu.
" Kurasa cukup paman Patih, sekaligus ujicoba atas separuh pasukan khusus itu,!" jawab Wikala bersungguh-sungguh.
" Menurut hamba bukan mengecil kan Paman Petala, sebaik nya lah Gusti Adipati sendiri yg memimpin pasukan itu, mengingat sesumbar dari Patih Aji Jimbarang itu mungkin benar ia seorang yg sangat sakti sehingga kelakuan nya teramat pongah seperti itu,!" jawab Rakryan Mantri Raka Swidak menjawab pertanyaan junjungan nya.
" Ahh, biasa nya orang yg terlalu banyak bicara sesungguh nya amat dangkal ilmu nya, namun nasehat kakang Swidak akan kupertimbang kan,!" jelas Wikala lagi.
" Dan menurut Tumenggung Srengganu bagaimana ,?" tanya Adipati Pamotan itu kepada Tumenggung Srengganu .
" Ampun Gusti Adipati, kalau lah seandai nya hamba di izinkan ingin rasa-rasanya ikut rombongan itu bersama dengan kakang Petala,!" jawab Tumenggung Srengganu mantap.
" Baik lah engkau ku izinkan bersama arya bor bor untuk mendampingi Paman Petala ke Bali,!" ujar Wikala.
" Terimakasih Gusti Adipati,!" jawab Tumenggung Srengganu itu.
" Bagaimana ada yg memiliki pandangan yg lain tentang keputusan yg telah kuambil ini,?" tanya Wikala kepada para pemimpin teras Pamotan itu.
Seluruh nya diam tidak ada yg menjawab pertanyaan dari Sang Adipati, kemudian sang Adipati berkata lagi, " Telah di ambil keputusan atas permintaan pemimpin di Bali untuk mengirim kan pasukan yg kelak di pimpin Senopati nya adalah Lembu petala dengan di bantu Tumenggung Srengganu dan Arya bor bor, dan kami persilah kan kepada Putri Ni Luh Gathi untuk menyampai kan keputusan ini kepada Paman Prabhu Dalem ketut Ngelesir yg ada di gel-gel,!' Titah Adipati Pamotan menutup sidang paseban itu.
__ADS_1
Seluruh petinggi Pamotan beranjak dari balairung Istana Pamotan itu setelah Adipati Bhre Kertabhumi meninggalkan singgasana nya.
Adalah Ni Luh Gathi yg agak kurang puas dengan keputusan itu segera mengejar Sang Adipati yg berjalan sendiri menuju taman kaputren, setelah berhasil menyusul nya berkata lah Putri dari Bali itu, " Ampun kan hamba yg deksura ini, mohon lah kira nya Kanjeng Adipati memimpin sendiri pasukan itu,!" ucap nya kepada Sang Adipati.
" Mengapa mesti begitu Putri?" tanya Wikala menatap lekat-lekat wajah Putri Ni Luh Gathi yg teramat cantik, khas Putri Bali.
Putri Ni Luh Gathi tidak berani menatap Adipati Pamotan yg sedang memandangi nya, wajah Putri dari Bali itu di tekuk melihat ke bawah dan ia pun menjawab pertanyaan Sang Adipati, " Karena jumlah pasukan yg di Kirim terlalu sedikit dan kami di gel-gel benar-benar ingin membuk tikan ucapan dari Patih Aji Jimbarang itu,!" kata nya pelan.
" Baik lah karena mungkin ketidak percaya aanmu terhadap Paman Petala, Aku lulus keinginan mu itu Putri Ni Luh Gathi,!" tukas Sang Adipati sambil memandangi taman kaputren .
" Terima kasih Kanjeng Adipati,!" ucap Putri Ni Luh Gathi lirih.
" Apakah engkau masih akan di Pamotan ini atau akan terus kembali ke Bali,?" tanya Wikala kepada Putri Ni Luh Gathi.
" Jika hamba boleh bertanya,?" ucap Ni Luh Gathi yg kemudian terhenti kata-kata nya.
" Ya, silah kan kalau masih ada yg mengganjal silahkan tanya kan jangan terlalu sungkan Putri !" ujar Wikala kembali memandangi Putri Ni Luh Gathi itu.
" Kapan kiranya pasukan itu akan di berangkat kan,?" tanya Putri Ni Luh Gathi.
" Mungkin lusa, mengapa itu engkau tanya kan, seharus nya kami yg bertanya kapan paman gel-gel akan menyerang Semprangan,?" tanya Wikala balik.
" Karena Ramanda Prabhu baru berani menyerang Semprangan setelah kehadiran prajurit Pamotan,!" jelas Ni Luh Gathi lagi.
" Besok lusa pasukan itu akan di berangkat kan, ada pertanyaan lain Putri?" tanya Wikala lagi.
" Hamba kira sudah cukup, saya akan k mbali ke gel gel untuk mengabar kan berita ini kepada Ramanda,!" kata Putri Ni Luh Gathi.
" Silahkan dan selamat jalan kami ucap kan dan jangan lupa tunggu pasukan kami di penyebrangan karena mereka tentu nya harus menghindari Semprangan sampai tiba di gel gel,!" ujar Adipati Pamotan itu.
" Sendika dawuh Kanjeng Adipati, salah satu dari Kami ini akan menunggu pasukan Pamotan di tepi pantai penyebrangan,!" jelas Putri Ni Luh Gathi.
" Dan hamba mohon pamit Kanjeng Adipati,!" kata Putri Ni Luh Gathi lagi.
" Silah kan, dan sampai kan salam ku pada Paman Ketut Ngelesir,!" jawab Adipati Pamotan itu.
" Akan hamba sampai kan Kanjeng Adipati,!" ucap Putri Ni Luh Gathi seraya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
*************................******************