BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan


__ADS_3

Akhirnya Larasati berkata kepada Tantri Apakah ia masih marah dan mendendam kakaknya Wikala.


Namun Tantri nampak terdiam dan menarik nafas panjang , kemudian menjawab, " Aku tidak mungkin mendendam kepada orang yg kucintai,!" jawab nya.


Larasati menyambung perkataan nya lagi, " Sesungguhnya kakang Radeksa pernah berkata kepadaku , pada suatu waktu kami bersama, bahwa ia tidak memahami hati seorang perempuan dengan menikahi putri dari Champa, ia kemudian berkata hanya seorang lelaki sajalah yg memahami hati seorang perempuan, sedangkan hatinya tidak ada yg mau tahu,!" jelas Larasati lagi.


" Kemudian ia pernah uring-iringan ketika mengetahui bahwa engkau Tantri bersama lelaki lain disaat berada di desa thanda, ia bahkan sampai tidak menjawab pertanyaan romoku, ketika di tanya biyung bahwa ia telah melihat dirimu, iya membenarkan, jauh di lubuk hatinya yg paling dalam masih belum bisa meluoakan mu,!' ungkap Larasati kepada Tantri.


" Namun nasi telah menjadi bubur, yg telah lalu tidak mungkin di ulang kembali,!" jawab Tantri seakan menahan sesak di dadanya.


" Andai engkau tanyakan kepada diriku, aku lebih baik mati bersama cintaku dari pada hidup dengan orang yg tidak kucintai, namun garis hidup berkata lain, kakak mu telah berbahagia dengan anak dan istrinya, demikian pula aku, mudah - mudahan calon suamiku pun dpat membahagiakan aku,!" jelas Tantri dengan nada kekecewaan yg mendalam.


Setelah cahaya merah Matahari berubah dengan di gantikan gelapnya malam mereka berempat pun mencari tempat yg lebih baik untuk beristrahat.


Adalah Nyai Dewi putrani yg bertanya ," sebenarnya kalian tujuan nya akan kemana,?" tanyanya.


" Tujuan kami berdua adalah untuk menyambangi tempat Nyai Dewi di nusakambangan ketika Larasati mengetahui bahwa Tantri kesana , maka kamipun menyusul tidak tahunya kita bertemu di Alas Mentaok ini,!" jawab Naja Pratanu.


" Selanjutnya akan kemana,?" tanya Nyai Dewi lagi.


" Mungkin akan kembali ke Thanda, terserah kepada adi Larasati ,!" jawab Naja pratanu sambil memandang istrinya.


" Benar Nyai Dewi , mungkin kami akan ke thanda bersama kalian karena kalian pun akan kesana , bukan,?" tanya Larasati kepada Nyai Dewi.


" Kami memang akan pulang ke Thanda, mengingat hari pernikahanku sebentar lagi,!" jawab Tantri.


" Ketika aku mendatangi guru guna menjadi pendampingku disaat hari perkawinan, saat melewati Alas Mentaok kami di cegat kelompok Iblis penebar maut, dan pemimpin nya ternyata memiliki kesaktian luarbiasa, hingga seperti yg kalian lihat kami harus kalah melawan mereka,!" jelas Tantri lagi.

__ADS_1


" Yg jadi pertanyaan ku, biasa nya Nyai Dewi bertiga dengan adi Untari , kemana kah gerangan beliau,?" tanya Naja Pratanu kepada Nyai Dewi.


" Sungguh beginilah nasib si orang tua ini, Untari telah menikah dengan cucu dari ki buyut lengkara bernama Mandaraga, dan ia dibawa suaminya ke ceremai,!" jawab Nyai Dewi.


" Dan kini , Tantri pulalah yg akan menikah maka tinggallah aku sendiri,!" jelas Nyai Dewi yg nampak bersedih.


" Akan tetapi Nyali Dewi kan masih memiliki Cantrik yg lain di Nusakambangan,?" tanya Naja Pratanu kepada Nyai Dewi.


" Benar ada, bahkan banyak jumlahnya, namun yg dekat dengan ku, ya,. Untari dan Tantri,. entah karena memiliki nasib yg sama, atau karena mereka memang cocok dengan ku, mereka berdua inilah yg selalu dekat dengan ku,!" ucap si orangtua itu yg masih nampak garis-garis kecantikan di wajahnya.


" Sebaiknya nanti setelah dari sini kita singgah di kota Pajang guna membeli kuda,!" kata Naja Pratanu kepada Nyai Dewi.


" Sebenarnyalah kami lebih senang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki , namun Karena saat ini angger Tantri sedang terluka, biarlah nanti kita membeli kuda, guna mempercepat sampai di Thanda,!" kata Nyai Dewi lagi.


" Tantri, apakah calon suami itu sekarang telah menjadi abdi dari Adipati Wengker, pasalnya ketika kami kemari berpapasan dengan nya bersama rombongan Adipati Wengker,?" tanya Larasati kepada Tantri.


" Nanti ada baiknya setelah dari sini kita singgah di Wengker dahulu sebelum kembali ke Thanda,!" ucap Larasati kepada Tantri.


" Baiklah kalau begitu,!" jawab Tantri.


******""


Di Istana Timur tepatnya di pamotan, Ratu Pamotan kedatangan tamu yaitu kakaknya sendiri dari Kahuripan ya, Bhre Kahuripan menyempatkan diri untuk menemui adiknya itu untuk membahas sikap Sang Prabhu selaku kakak tertua mereka yg nampak nya kurang tegas dalam memimpin Majapahit.


" Begini adi, parangkawuni, apakah engkau tidak melihat keganjilan dengan sikap kangmas Prbhu, yg semena-mena membuang petinggi Majapahit?" tanyanya kepada Ratu Pamotan.


" Benar Kangmas Kahuripan, bahwa banyak pejabat Majapahit yg bergabung dengan kami disini, di pamotan ini, bukan begitu kangmas kertabhumi,?" tanyanya kepada Wikala.

__ADS_1


" Demikian lah adanya Kangmas Kahuripan sudah sangat banyak pejabat Majapahit yg berada disini akibat tidak di pakai lagi oleh Kangmas Prabhu,!" jawab Wikala yg bergelar Bhre Kertabhumi.


" Apakah kalian tidak merasa ini adalah akal-akalan dari Paman Pandan alas untuk menguasai keraton Majapahit, sedangkan Wengker pun sekarang telah menjadi di bawah kekuasaan nya mengingat yg menjadi Bhre Wengker menggantikan Kangmas Prabhu adalah anaknya sendiri , Dyah Surya Wijaya,!" ungkap Bhre Kahuripan.


" Mungkin pernyataan kangmas ada benarnya, mengingat keinginan yg kuat dari paman pandan alas untuk menjadi Raja di Majapahit ini sangat kuat, terbukti ia mau menentang Ramanda Prabhu selaku kakak nya sendiri,!" jelas Ratu Pamotan lagi.


" Oleh sebab itulah aku menyempatkan diri singgah kemari setelah dari Daha, dimas Daha pun sependapat dengan ku, kemudian ia mengusulkan untuk bertanya tentang pendapat dimas Ratu,!" kata Bhre Kahuripan kepada adiknya itu.


" Kami sependapat dengan Kangmas berdua bahwa Paman Pandan alas memang ingin menguasai istana , mengingat Kangmas Prabhu adalah menantunya yg sangat hormat kepada beliau jadi, usaha itu telah di mulai nya dengan menyingkirkan pejabat Majapahit yg tidak sehaluan dengannya, setelah itu baru ia akan menguasai sepenuhnya keraton Majapahit tanpa ada perlawanan,!" jelas Wikala lagi.


" Jadi menurut kalian langkah apa yg harus di lakukan untuk menghentikan kegiatan paman pandan alas tersebut,?" tanya Bhre Kahuripan.


" Sebaiknya kita yg merupakan anak dari Ramanda Prabhu Rajasawardhana, segera memperkuat barisan , terutama di bidang keprajuritan, mengingat bahwa benturan dengan Pandan alas akan terjadi jika Kangmas Prabhu tidak tanggap melihat situasi sekarang ini,!" ucap Ratu Pamotan.


" Dan apakah Kangmas Kahuripan telah menyampaikan perihal kepada kangmas Prabhu ,?" tanya Wikala lagi kepada Bhre Kahuripan.


" Sudah dimas, ia bahkan nampak tidak bisa berbuat apa-apa dengan sikap yg di tunjukkan oleh Paman Pandan alas itu, karena begitu kusebutkan bukan pejabat dari wengker yg mengisi tempat yg ditinggalkan oleh orang-orang Ramanda Prabhu melainkan mereka yg dari Pandan alas lah yg menggantikan ,ia tidak bisa berbuat apa-apa, dan lagi katanya ia akan membicarakan soal ini dengan ibunda Suri,!" jawab Bhre Kahuripan.


" Mudah-mudahan ibunda Suri dapat memberi jalan yg terbaik bagi Kangmas Prabhu,!" kata Ratu Pamotan .


" Namun sebelum semuanya semakin rumit, ada baiknya kangmas Kahuripan dan Daha memperkuat barisan, dengan menggunakan tenaga dari pejabat tinggi Majapahit yg telah di buang oleh kangmas Prabhu itu, !" Wikala memberikan saran kepada kakak iparnya itu.


" Benar juga usulmu itu dimas kertabhumi, memang sebaiknya kami menggunakan para pejabat Majapahit yg terbuang itu untuk meningkakan kekuatan pasukan kami, jadi sekira terjadi benturan dengan keraton dan pandan alas kita, pemimpin ketiga kadipaten dari putra dan putri Ramanda Prabhu tidak akan mudah kalah bila harus berhadapan dengan mereka,!" jawab Bhre Kahuripan.


Setelah pertemuan nya dengan Ratu Pamotan dan Bhre Kertabhumi, maka sikap Bhre Kahuripan semakin mantap untuk menentang sikap yg di tunjukkan Bhre Pandan alas yg merupakan pamannya sendiri.


-----------

__ADS_1


__ADS_2