
Persiapan Kotaraja Majapahit kali ini benar-benar matang untuk menyerang Kadipaten Kahuripan, Patih Kebo Mundira sampai menyewa beberapa tokoh persilahkan dari Barat tepat nya Pegunungan kendeng.
Adalah Mpu Taranjana, Seorang yg sakti dan ber ilmu tinggi dalam hal tenung. Ia membawa serta murid padepokan nya berjumlah lima orang.
Mpu Taranjana sangat ter kenal di pegunungan kendeng tersebut.
Kemudian Patih Kebo Mundira memanggil Seorang bajak Laut dari utara yg sangat di takuti di seantero pesisir utara.
Tampak nya Patih Kebo Mundira akan menyerang Kahuripan dari darat dan dari laut atau melalui tempuran.
Bajak laut dari pesisir utara itu ber nama Dangsa Aras. Sangat di takuti para nelayan dan saudagar yg melintasi pantai utara jawa itu.
Hampir satu purnama baru per siapan dari Patih Kebo Mundira itu selesai.
Melibat kan banyak prajurit hampir sepuluh ribu prajurit yg di kerah kan untuk mengalah kan Kahuripan, di tambah pasukan dari laut.
Namun semua per siapan itu tidak lepas dari pengamatan prajurit sandi dari Pamotan dan Kahuripan sendiri yg sekarang banyak ber tumpu pada Tumenggung Singha Wara.
Di Istana Pamotan sendiri setelah mendapati laporan dari prajurit sandi pamotan , Adipati Pamotan segera melaksanakan sidang kilat mem bicara kan tentang penyerbuan Majapahit ke I Kahuripan yg bakal segera tejadi.
Adipati Pamotan yg merasa ber tanggung jawab atas kelanjutan Trah Rajasawardhana merasa terpanggil untuk membela Putra dari Kakak ipar nya itu.
__ADS_1
Ia pun berkata,
" Aku sangat ber harap pada kalian semua untuk mem berikan saran supaya dapat mengatasi Kotaraja Majapahit itu,!"
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, pasukan di Pamotan ini ada baik nya di berangkat kan untuk menambah kekuatan pasukan Kahuripan,!" ucap Patih Sengguruh.
" Benar Gusti Adipati, hamba rasa dengan kekuatan yg sekarang ini tentu Kahuripan akan kesulitan menahan serangan Majapahit itu,!" seru Tumenggung Rapada.
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, ada baik nya kita ber hitung kekuatan yg akan di berangkat kan Majapahit ke Kahuripan itu untuk kita bisa mengirim kan pasukan sesuai dengan lawan yg akan menyerang itu,!" ujar Rakryan mantri Raka Swidak.
" Dari para prajurit sandi mereka mengatakan kekuatan prajurit Majapahit sekira sepuluh ribu orang di tambah pasukan dari laut mungkin mencapai seribu prajurit,!' jelas Adipati Pamotan.
" Sangat banyak jumlah pasukan Majapahit itu, sementara di Kahuripan hanya memiliki lima ribu prajurit sudah dengan prajurit yg di kirim dari Pamotan ini,!" kata Rakryan Mantri Raka Swidak lagi.
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, dari yg ku dengar bahwa Pasukan Majapahit melibat kan kalangan persilatan dan bahkan bajak laut ter kenal dari pesisir utara yg bernama Dangsa Aras,!" jelas Tumenggung Rapala.
" Benar kah berita itu, kakang Tumenggung Rapala,?" tanya Sang Adipati.
" Demikian lah kiranya, dan kabar nya pasukan dari laut yg di pimpin oleh Bajak laut Dangsa Aras itu, telah pun ber tolak mengarah ke Kahuripan,!" kata Tumenggung Rapala lagi.
" Nampak nya Prabhu Suraprabhawa memang ber niat menghancur kan Kadipaten Kahuripan, ini tidak boleh terjadi,!" kata Adipati Pamotan lagi.
__ADS_1
" Untuk mengatasi persoalan penyerangan dari laut sebaik nya Gusti Adipati bisa meminta bantuan dari Bali dari Prabhu gel gel, karena pasukan dari Bali ter biasa ber perang di lautan,!" ter dengar nasehat dari Patih Sengguruh.
" Dan masalah dari pasukan yg di kirim dari Tempuran melalui jalan air, sebaik nya di kirim pasukan Balasewu untuk mencegat nya ," kata Rakryan Mantri Raka Swidak.
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, se benar nya di tubuh pasukan besar Majapahit itu banyak yg tidak senang akan kepemimpinan dari Prabhu Suraprabhawa, jadi kita memanfaat kan celah itu untuk mengurangi jumlah mereka yg cukup banyak ,!" ungkap Senopati Lembu Petala kepada Adipati Pamotan.
" Dan nampak nya Prabhu Suraprabhawa mengerah kan segenap kekuatan nya untuk sebagai pameran kekuatan bahwa Majapahit di bawah kendali nya adalah sebuah negara besar, jadi Kadipaten yg berada di wilayah Majapahit ini harus tunduk kepada nya termasuk Pamotan ini, berarti kali ini perang yg akan dilakukan oleh Prabhu Suraprabhawa itu adalah pertaruhan bagi Pamotan untuk menjawab tantangan dari Kotaraja Majapahit, langsung tidak langsung perang kali ini akan berakibat kepada perang selanjut nya, kalau bisa Pamotan tidak boleh kalah Gusti Adipati , supaya ter buka mata para pembesar Majapahit itu, Pamotan bukan sebuah Kadipaten yg lemah,!" tutur Rakryan Mantri Raka Swidak dengan penuh semangat.
" Selain kita menjawab tantangan dari Kotaraja Majapahit, kita juga harus mampu menjawab keinginan kawula alit, bahwa hidup ber negara ini bukan semata- mata untuk ber perang demi ke serakahan semata, kemampuan me makmurkan rakyat nya adalah yg utama, dengan terjadi nya perang banyak rakyat jelata yg ter kena getah nya,!" ungkap Patih Sengguruh.
" Namun kalau kita tidak menerima tantangan perang dari Kotaraja berarti kita harus tunduk di bawah perintah Prabhu Suraprabhawa itu,!" jelas Senopati Lembu Petala.
" Memang kita tidak mencari musuh, namun apabila mereka datang menyerang apa kita mau begitu saja menyerah kan kepala kita untuk di tebas begitu saja, juga tindakan yg semau nya saja dari Prabhu Suraprabhawa itu harus di henti kan, dalam hal ini kita tidak di per salahkan kalau untuk melawan, demi menjaga harga diri kita yg semena- mena mereka injak,?" ucap Tumenggung Rapada.
" Dan yg pasti perbuatan Prabhu Suraprabhawa itu mesti di henti kan , karena tindakan sewenang - wenangnya telah banyak menimbul kan korban,!'' ungkap Rakryan Mantri Raka Swidak yg agak kurang senang dengan per kataan dari Patih Sengguruh itu.
" Ampun kan hamba Gusti Adipati, bukan maksud ku untuk men cegah perang ini namun kalau bisa korban dari rakyat biasa di upaya kan untuk sedikit mungkin mengingat pasukan Majapahit itu yg terlalu besar dan juga nanti pasukan Pamotan yg akan membantu pun cukup besar, sementara penduduk Kadipaten Kahuripan pun cukup banyak,!" kata Patih Sengguruh yg merasa di sudut kan para Senopati Pamotan atas ucapan nya tadi.
" Baik lah , Pamotan akan mengirim pasukan membantu Kahuripan sebanyak Lima ribu prajurit di tambah pasukan khusus Balasewu yg di pimpin langsung oleh Senopati paman Lembu Petala, usaha kan pasukan khusus Balasewu mampu mengatasi pasukan dari tempuran see cepat nya jangan sampai ber hasil memasuki kota kadipaten Kahuripan, dan pasukan Pamotan yg sebaik nya mem bokong pasukan Majapahit dari belakang , biar saja mereka terus mendekati kota dan menyerang , baru kemudian pasukan tambahan dari Pamotan itu memukul pasukan Majapahit dari belakang , usaha kan hubungan dengan Arya bor-bor dan paman Tumenggung singha Wara tetap ber jalan, jadi seakan akan pasukan Kahuripan ter lihat sedikit, dan mengenai para dunia per silatan upaya kan prajurit Pamotan untuk tidak ber perang secara pribadi melain kan satu kesatuan, karena se sungguh nya kalangan persilatan kurang paham dengan tata gelar keprajuritan , yg tentu nya akan menyulit kan mereka,!" jelas Sang Adipati Pamotan.
" Untuk perang kali ini di pimpin oleh paman Petala dengan di dampingi oleh para Tumenggung seperti Tumenggung Rapada , Rapala, Srengganu, Banyak Carit, Pamotan dan Kahuripan harus mampu menahan serangan dari Kotaraja itu, upaya kan para penduduk kota untuk di ungsi kan secepat nya, atau kalau yg mampu memegang senjata dapat di upaya kan sebagai pasukan cadangan, " ter dengar ucapan dari Adipati Pamotan lagi.
__ADS_1
Banyak pembesar Pamotan yg merasa bahwa upaya junjungan mereka itu untuk memenang kan peperangan ter lihat jelas dengan mengirim kan hampir semua ke kuatan Pamotan untuk menahan serangan dari Kotaraja itu. Bahkan para Punggawa ter baik kadipaten Pamotan pun di ikut serta kan hampir secara keseluruhan nya.