
Setelah kepergian putri Ni Luh Gathi yg segera kembali ke Bali. Wikala langsung menuju kaputren untuk menyambangi permaisuri nya yg sedang berada di taman kaputren.
Se sampai nya disana nampak lah Ratu Dwarawati tengah bergembira dengan putra nya Wiradamar di dampingi para dayang dan emban pengasuh.
Ketika tiba di tempat itu para emban dan para dayang memberi kan sembah hormat terhadap Wikala Sang Bhre Kertabhumi itu. Setelah Wikala memberi kan isyarat dengan tangan nya baru lah para dayang dan emban itu bergerak mengundur kan diri meski tidak jauh dari tempat itu.
" Bagaimana dinda, apakah dinda senang berada di tempat ini,?" tanya Wikala kepada permaisuri nya itu.
" Yah, kalau dari segi layanan dindas sangat senang berada di sini akan terapi dari sisi kebebasan dinda lebih senang di Thanda tidak ada unggah ungguh yg ketat, rasa nya kalau disini mengingat kan dinda di Istana Champa,!" jelas Ratu Dwarawati kepada Sang suami.
" Memang begitu lah kehidupan istana, Kanda kalau di tanya lebih senang jadi pendekar yg ber keliaran di luar sana, kadang di hutan terkadang di Gunung bahkan di lautan sangat-sangat bebas,!" Wikala memberi kan pendapat nya.
" Ada satu pertanyaan ku kepada dinda, Kanda harap dinda menjawab nya dengan jujur, biar di hati Kanda tidak ada rasa penasaran,!'' ucap Wikala lagi.
" Apa yg ingin Kanda tanya kan , kelihatan nya sangat penting,?" tanya Sang Ratu Dwarawati penasaran.
" Pendapat Dinda tentang Rara Tantri,?" tanya Wikala terus terang.
" Maksud Kanda,?" tanya Ratu Dwarawati heran mendengar pertanyaan suami nya itu.
" Maksud Kanda ingin melamar nya untuk di jadi kan istri, mengingat saat ini ia telah gagal membina rumah tangga nya, apakah Dinda mengizin kan Kanda menjadi kannya sebagai istri yg kedua setelah Dinda, Kanda harap dinda menjawab nya dengan jujur,?" tanya Wikala dengan sungguh-sungguh.
Lama Ratu Pamotan yg baru itu terdiam, ia membayang kan membagi seorang suami yg teramat di kasihi nya dengan wanita lain meskipun dulu ia pernah merasakan berbagi suami dengan Ratu Pamotan yg terdahulu, namun kali ini perasaan itu telah berbeda. Ia sangat menolak untuk berbagi suami dengan wanita lain meskipun itu adalah Tantri teman nya sewaktu di Thanda.
Karena Ratu Dwarawati lama dalam diam nya kemudian berkata lah Wikala," Apakah Dinda menolak kehadiran Tantri disisi Kanda kembali,?" tanya nya kepada Sang Istri.
Secara tidak sengaja kepala Ratu Pamotan itu mengangguk dan segeralah ia menjawab," Kanda, perempuan mana lah yg sanggup dan senang membagi suami nya dengan perempuan lain, meskipun Dinda tahu, dinda bukan lah istri Kanda yg pertama dan bukan pula cinta pertama Kanda, ini hanya lah jawaban jujur dari seorang perempuan!" ungkap Ratu Pamotan yg sebenar nya tidak biss berbuat apa-apa dengan keputusan yg telah di ambil oleh suami nya itu, ia pun faham siapa Tantri dimata Sang suami.
Hanya saja ia tetap tidak bisa terima dengan kehadiran wanita lain di sisi suami nya itu.
Lama ia memandangi wajah Sang suami yg berwajah tampan dengan memiliki kekuasaan dari kadipaten Pamotan yg cukup luas, ia juga membayang kan berapa wanita lagi yg akan singgah di hati suami nya itu jika kelak ia memimpin Majapahit ini, karena ia telah mendengar dari beberapa orang yg waskita mengenai wahyu keprabon kelak akan mampir ke Pamotan itu. Ratu Dwarawati tidak bisa membayang kannya. Ia hanya menghela nafas panjang dan berdoa semoga suami nya itu tetap sayang dan cinta kepada nya meski kelak memiliki istri yg banyak .
Kemudian Wikala berkata lagi," Kemungkinan Kanda akan ke Bali dalam beberapa hari lagi,!" ucap Wikala mengalih kan pembicaraan.
" Memang nya ada keperluan apa Kanda ke Bali?" tanya Ratu Dwarawati agak heran karena baru saja sang suami kembali dari Nusakambangan dan sekarang ingin ke Bali.
" Paman Prabhu gel-gel meminta bantuan kemari untuk mengatasi persoalan di Bali ,!" jawab Wikala.
__ADS_1
Kemudian kedua nya melihat putra mereka Wiradamar yg berlari ke arah mereka sambil berseru," Bunda, Ramanda, adi pembayun tidak mau ikut dengan kakang damar,!" kata bocah kecil itu.
" Ya tidak mau, dia kan belum bisa berjalan seperti kakang damar!" ujar Ratu Pamotan itu.
Wiradamar Segera duduk di pangkuan sang ibu setelah letih berlari.
Sementara itu Lembu Petala tengah sibuk mempersiap kan pasukan yg akan di bawa ke Bali dari kesatuan prajurit Balasewu yg baru di bentuk itu, terpilih lah lima ratus orang terbaik yg akan berangkat esok lusa , di dalam nya terdapat Sasra Bahu dan Wiera Tantra yg akan memimpin seratus orang.
" Bagi yg telah terpilih segera lah mempersiap kan diri karena lusa kita akan berangkat dari ketapang menuju Bali,!" ucap Lembu Petala memberi kan arahan kepada prajurit terpilih itu.
" Kita kesana dalam rangka berperang melawan Prabhu Semprangan bukan untuk plesiran jadi siap kan diri kalian, ini pertama kali nya pasukan Balasewu di terjun kan , jadi se macam uji coba akan kemampuan pasukan ini, meskipun tidak semua yg di berangkat kan,!" jelas Lembu Petala lagi.
Sasra Bahu dan Wiera Tantra yg masing-masing memimpin seratus orang prajurit khusus itu pun mendengar kan dengan cermat penjelasan Sang Senopati nya.
Satu hari para prajurit itu menyiap kan segala perlengkapan nya. Keesokan hari nya mereka pun berangkat dari ketapang menuju pulau Bali dengan menggunakan dua puluh perahu . Pasukan itu menyebrang dengan selamat di pulau Bali.
Selanjut nya mereka menanti prajurit gel gel yg bersiap di daerah pantai tersebut.
Nampak lah seseorang mendatangi pasukan itu dengan memberi kan isyarat untuk mengikuti nya.
" Kamu siapa,?" ganti Arya bor bor yg bertanya.
" Aku adalah prajurit Gel-gel yg diutus oleh Putri Ni Luh Gathi menjemput pasukan Pamotan,!" ucap prajurit tersebut sambil menunjukkan lencana keprajuritan gel gel.
Setelah merasa yakin maka Arya bor bor pun menjawab," Benar kami adalah utusan dari Pamotan dan ini adalah Senopati Lembu Petala ,!" ujar Arya bor bor sambil menunjuk ke arah Lembu Petala.
" Mari ikut saya, kita harus menghindari pengamatan prajurit Semprangan,!" ucap prajurit gel-gel tersebut sambil melangkah kan kaki meninggal kan tempat itu, diikuti oleh Lima ratus orang prajurit Balasewu dari Pamotan.
Prajurit gel gel itu membawa pasukan Balasewu melewati jalur utara guna menghindari Kerajaan Semprangan yg berada di sebelah barat gel gel.
Meskipun agak melingkar namun pasukan itu berhasil menghindari pantauan pasukan Semprangan yg ternyata tidak terlalu siaga. Sehingga dengan mudah nya pasukan Balasewu sampai di gel gel dengan selamat tanpa ada rintangan setelah melaksanakan perjalanan tiga hari.
Sesampai nya di gel gel pasukan Balasewu langsung di sambut oleh Prabhu Gel gel Ki Dalem ketut Ngelesir dan Patih Menanga .
Kemudian pasukan itu beristrahat di barak prajurit gel gel, sementara tiga orang Senopati nya di terima langsung di Istana gel gel, mereka adalah Lembu Petala sebagai Sang Senopati di bantu dengan Arya bor bor dan Tumenggung Srengganu.
Kemudian Prabhu gel-gel menjelas kan keadaan Keraton Semprangan secara singkat kepada mereka bertiga serta kekuatan prajurit nya .
__ADS_1
Akhir nya Lembu Petala memahami mengapa Putri Ni Luh Gathi memaksa Adipati Pamotan menambah pasukan untuk menghadapi Semprangan kali ini karena kekuatan Semprangan lebih lima ribu prajurit sedang kan gel gel hanya memiliki dua ribu prajurit,jadi kekurangan prajurit gel gel cukup banyak, andai kan di tambah lima ratus orang prajurit dari Pamotan hanya berjumlah dua ribu lima ratus masih kurang dari separoh pasukan Semprangan.
Namun Lembu Petala meyakinkan bahwa prajurit yg di bawa nya kali ini bukan prajurit biasa melain kan prajurit khusus dari kadipaten Pamotan yg bernama Balasewu.
Kemampuan prajurit Balasewu sebanding dengan lima orang prajurit biasa demikian lah penjelasan dari Lembu Petala meyakin kan Prabhu gel-gel agar semangat tidak runtuh karena jumlah lawan yg di hadapi dua kali lipat banyak nya.
Setelah di tetap kan waktu penyebrangan ke Semprangan maka di tunjuk lah sebagai Senopati Agung nya Lembu Petala yg di dampingi oleh Patih Menanga dari gel gel. Sedang kan pasukan Balasewu di pecah menjadi sepuluh kelompok di masuk kan ke dalam para prajurit gel-gel bahkan di beri pakaian prajurit gel gel lengkap dengan atribut nya namun mereka tidak melepas kan lencana Prajurit Pamotan sebagai tanda satu dengan yg lain nya.
Jadi di tiap-tiap pasukan gel gel ada lima puluh orang prajurit Balasewu yg di harap kan mampu mengatasi kemampuan prajurit Semprangan itu.
Pagi itu sebelum ke berangkatan menuju Semprangan , Arya bor bor merendam kan cincin Kalademit milik Wikala di sebuah gentong besar kemudian di bagi bagi kan kepada para prajurit Balasewu. Cincin Kalademit itu sengaja di pinjam kan kepada murid nya itu untuk menambah kemampuan prajurit Balasewu.
Setelah matahari tepat di atas kepala berangkat lah prajurit gel-gel itu menuju Semprangan yg berada di sebelah Barat dari gel gel. Setelah melakukan beberapa saat sampai lah pasukan itu di sebelah Timur dan utara dari keraton Semprangan.
Lembu Petala membuat siasat seperti saat di Champa bersama Wikala dengan berupaya sampai di Semprangan hari telah senja kemudian ia memerintah kan seluruh prajurit membuat obor yg banyak untuk memberi kesan bahwa prajurit yg datang sangat banyak jumlah nya se hingga membuat musuh runtuh nyali nya.
Setelah malam tiba terlihat lah beribu obor yg menyala di luar gerbang keraton Semprangan dan ini terlihat dari keraton Semprangan.
Di dalam keraton sendiri Prabhu Semprangan amat terkejut atas laporan prajurit telik sandi nya yg mengatakan bahwa Prabhu gel-gel telah siap menyerang Semprangan dengan membawa pasukan yg cukup.
" Hehh, berani adi Ngelesir menyerang ku, apa dia tidak berpikir dua kali untuk melawan ku,!" ucap Prabhu Semprangan dengan sombong nya.
" Tetapi mereka di bantu oleh prajurit Majapahit, Kanjeng Prabhu,!" ucap prajurit sandi itu.
" Hah, bukankah Majapahit dalam keadaan tidak kuat pasukan nya, bagaimana bisa mengirim kan pasukan nya kemari,?" tanya Prabhu Semprangan heran bercampur terkejut.
Adalah Patih Anak Agung Aji Jimbarang yg angkat bicara, " Andai kata seluruh prajurit Majapahit beserta Raja nya sendiri datang kemari , aku tidak takut, mereka belum tahu siapa Aji Jimbarang,!" ujar Patih kepercayaan Prabhu Semprangan itu dengan sombong nya.
*************
note: Gel-gel adalah Klungkung.
Semprangan adalah Gianyar
Bali.
__ADS_1