
Lembu petala menyerang menggunakan tombak nya. Mata tombak itu mematuk lurus ke arah jantung Patih Aji Jimbarang.
Sang Patih kebanggaan kerajaan Semprangan itu tampak nya tidak berusaha menghindari serangan itu. Ia kelihatan tenang-tenang saja.
Begitu cepat nya serangan itu tiba- tiba terdengar lah suara,
" Creeebbz" mata tombak itu telah menghujam di dada Patih Aji Jimbarang.
Sesaat kemudian tombak itu di cabut oleh Lembu petala terlihat lah darah mengucur keluar dari luka tersebut.
"Ha, ha, ha, ha, ha!" sambil tertawa-tawa, Patih Aji Jimbarang menutup luka itu dengan telapak tangan nya, secara ajaib bekas luka itu langsung menghilang.
" Rawa rontek,!" desis Lembu petala.
" Keluar kan seluruh kemampuanmu, Heh orang Majapahit, akan ku lihat sampai di mana kehebatan mu,!" ujar Patih Aji Jimbarang sombong.
Lembu petala segera meningkat kan tenaga dalam nya kali ini ia memutar tombak nya laksana baling-baling dan kembali menyerang lagi.
" Heeaaahh,!" teriak nya sambil melakukan lompatan yg panjang dan yg di sasar kali ini adalah bagian kepala dari Patih Aji Jimbarang.
Kembali mata tombak itu berhasil menembus leher dari Sang Patih, namun kembali Lembu Petala di buat tercengang dengan apa yg telah di lihat nya, kembali bekas luka dari tombak nya itu kembali menutup sempurna seakan- akan tidak pernah terjadi sesuatu di leher Sang Patih itu.
Senopati Lembu Petala berpikir keras mengatasi ilmu dari Patih Aji Jimbarang itu.
" Hehh, Bagaimana sudah puas bermain main dengan tombak mu itu, kalau sudah biar Aku ganti yg akan memain kan Gada ku ini,!" ucap Patih Aji Jimbarang sambil memutar-mutar Gada nya.
" *******, terima ini!" teriak Lembu Petala sambil menerjang Patih Aji Jimbarang dengan menusukkan landean tombak nya ke arah ulu hati Patih Aji Jimbarang.
" Dieeegghh,!" bunyi landean tombak itu menghantam arah ulu hati Patih Aji Jimbarang, landean tombak itu tidak sampai menancap , dan hasil nya tubuh Patih Aji Jimbarang ter dorong surut ke belakang sampai dua tombak jauh nya.
Kemudian serangan susulan pun di lakukan oleh Lembu Petala dengan menggunakan landean tombak nya ke arah pinggang dan kemudian ke arah kaki membuat tubuh dari Patih Aji Jimbarang sampai jatuh terduduk.
Namun lagi-lagi Lembu Petala di buat tercengang dengan apa yg telah di lihat nya. Sambil tertawa-tawa Patih Aji Jimbarang bangkit seolah tidak merasakan apa-apa.
Kemudian Patih Aji Jimbarang melakukan serangan balasan dengan Gada nya. Ia memukul kan Gada itu ke arah kepala dari Lembu Petala.
Sang Senopati Pamotan itu tidak menghindar hanya memapasi serangan Patih Aji Jimbarang dengan tombak nya, dua kekuatan tenaga dalam beradu.
Ternyata kemampuan tenaga dalam Lembu Petala mssih di atas dari Patih Aji Jimbarang. Terbukti tubuh dari Sang Patih surut ke belakang sedang kan Lembu Petala tetap pada posisi nya.
Melihat keunggulan itu, Lembu Petala menyerang lagi dengan tenaga dalam penuh , ia melakukan serangan tipuan dengan tombak nya yg di susul kemudian pukulan dari kepalan tangan nya mengarah ******** dari Patih Semprangan itu.
Hasil nya ,tubuh Sang Patih sampai jatuh terjungkal ke belakang, dan terlihat ia meringis kesakitan. Melihat pukulan tangan kosong nya ada hasil nya maka Lembu petala kemudian sering melakukan serangan dengan kedua tangan nya itu.
__ADS_1
Sementara keadaan pasukan Semprangan kedodoran setelah Patih Aji Jimbarang di ikat pertarungan dengan Lembu petala.
Kembali induk pasukan Gel-gel yg sekarang di pimpin oleh Patih Menanga berhasil mendesak pasukan Semprangan .
Di tambah lagi pasukan sayap kanan yg di pimpin oleh Arya bor bor tidak menemui kesulitan yg berarti, seakan-akan Hantu Kali Mayit itu benar-benar hantu bagi prajurit Semprangan. Banyak sudah korban yg tewas di bantai oleh golok nya yg besar itu.
Melihat tandang Senopati sayap kanan pasukan Gel-gel tersebut, Arya Saka selaku panglima perang prajurit Semprangan segeralah mendekati Arya bor bor.
" *******, seenak nya saja kau membabati prajurit ku, siapa kau, jawab sebelum Pedang ku ini memenggal leher mu,!" ucap Senopati Arya Saka.
" Aku Arya bor bor, memang nya kenapa, ini adalah perang , aku di perintah kan oleh junjungan ku untuk mengahabisi prajurit Semprangan,!" jawab Arya bor bor tidak kalah keras nya.
" *******, itu tidak bisa kau lakukan semasih ada Aku, heeeeaaah,!" teriak Senopati Arya Saka melibat Arya bor bor dengan pedang tertuju lurus ke arah kepala dari Arya bor bor.
Sebenar nya Arya bor bor ingin memamer kan kekebalan tubuh nya, namun itu urung di lakukan nya karena ingin menilai sampai di mana tataran tenaga dalam lawan nya itu.
Akhir nya Arya bor bor memalang kan golok nya yg besar itu untuk menangkis serangan dari Senopati Semprangan.
" Traaaaannkk,!" bunyi kedua senjata beradu. Pijaran kembang api terlihat dari benturan itu.
Arya bor bor terlihat biasa saja, namun bagi Arya Saka benturan dari kedua senjata itu laksana ia memanasi pedang nya di dalam bara yg panas. Hampir-hampir pedang nya ter lepas dari genggaman nya.
Melihat Lawan yg di hadapi nya merupakan lawan yg sulit untuk di atasi maka Arya Saka segera memanggil prajurit nya untuk mengeroyok Arya bor bor.
Hal ini membuat geram Arya bor bor dengan cepat golok nya yg sudah terbiasa bermandi kan darah itu segera mencari mangsa.
Sesaat Arya Saka menyerang nya dari depan sementara prajurit yg di sebelah kiri nya pun telah siap melancar kan serangan pula.
Tanpa memperduli kan kedua serangan itu, Sang Hantu Kali Mayit mengemposi tenaga dalam nya untuk mencapai prajurit yg ada di sebelah kanan nya. Prajurit itu tidak menyangka akan ada serangan kearah sehingga ,
" Craaaassshh," bunyi golok Arya bor bor yg berhasil memenggal leher prajurit itu. Prajurit yg malang itu tewas dalam keadaan kepala terpisah dari tubuh nya.
Melihat kenyataan itu ,Arya Saka dan prajurit yg di kiri, tidak jadi melakukan serangan.Mereka terpana melihat kejadian yg begitu cepat nya.
" Hehhh, Senopati yg ber nyali kerdil, mengapa engkau tidak berani melakukan perang tanding dengan ku, malah mengeroyok ku, !" terdengar suara Arya bor bor ber getar menahan marah, golok nya yg masih teracung tetap menetes kan darah dari prajurit malang itu.
" Ini adalah perang bukan perang tanding,!" jawab Arya Saka yg merasa jeri kepada Arya bor bor.
" Baik lah, sekarang giliran mu menyusul prajurit mu itu,!" tunjuk Arya bor bor kepada Arya Saka.
" Hiyaaaat, !" bersama an itu melayang lah tubuh besar Hantu Kali Mayit itu menerjang Arya Saka , menerima serangan itu Senopati Semprangan segera meloncat menghindar dan prajurit dari kiri itu mengirim kan serangan untuk menahan laju serangan Arya bor bor.
Begitu menjejakkan kaki nya di tanah , Arya bor bor langsung menuju ke arah prajurit yg menyerang itu , golok nya di putar cepat laksana baling-baling, prajurit itu tidak dapat menghindari ketika golok yg besar itu menuju arah kepala nya, ia hanya mampu menangkis dengan pedang nya namun tetap saja golok itu meluncur deras ke arah pundak nya. Prajurit itu roboh dengan luka menganga yg cukup besar di pundak nya itu.
__ADS_1
Ketika hari telah senja , Arya bor bor tidak mau membuang kesempatan ia terus mengejar kemana lari nya Arya Saka.
Karena kondisi pasukan Semprangan pun telah hampir usai , hanya beberapa prajurit saja lah yg memiliki kepandaian yg masih bertahan, sedang kan yg lain nya telah gugur di bantai oleh pasukan Balasewu di bantu pasukan Gel-gel.
Pasukan khusus Balasewu menggunakan taktik putaran cakra untuk menghabisi para prajurit Semprangan itu.
Lima ratus prajurit Balasewu terus menerus bergerak memutari pasukan Semprangan sampai hampir tiada yg tersisa dari prajurit Semprangan itu kecuali yg berada di belakang Patih Aji Jimbarang sedang kan yg di pimpin oleh Arya Saka telah benar-benar hancur.
Ternyata Arya Saka lari ke arah pertarungan antara Patih Aji Jimbarang dengan Lembu Petala.
" Patih Jimbarang, kita telah kalah, prajurit kita hampir habis , kecuali yg ada disini,!" kata Senopati Arya Saka kepada Patih Aji Jimbarang.
" Hehhh, bagaimana bisa terjadi, mengapa engkau tidak beehasil menahan mereka,?" tanya Patih Aji Jimbarang yg merasa heran karena jumlah pasukan mereka lebih banyak dari musuh.
" Mereka memiliki pasukan layak nya siluman, bahkan salah seorang Senopati nya yg mengejar ku itu, dengan mudah nya menghabisi para prajurit kita,!" ucap Arya Saka yg kemudian langsung terdiam karena Arya bor bor telah berada di situ.
" Bagaimana Lembu Petala, apakah Patih Aji Jimbarang benar-benar sakti,?" tanya Arya bor bor yg telah berada di sebelah dari Lembu Petala.
" Begitu lah Bor, rasa-rasa nya sulit mengatasi nya, beruntung kau telah berada di sini, kita serang bersama-sama, Patih Aji Jimbarang itu,!" ucap Lembu Petala yg belum berhasil melumpuh kan Patih Aji Jimbarang.
" Rasa nya memalukan kalau harus mengeroyok seorang saja, mau di taruh mana muka kita ini nanti nya,!" ucap Arya bor bor yg enggan mengeroyok Patih Aji Jimbarang itu.
" Ahh ini kan perang bukan perang tanding, jadi kalau musuh terlalu kuat kita bisa mengahabisi nya bersama sama lagi pula posisi kita sekarang dalam keadaan menang tinggal satu ini biang kerok nya yg belum teratasi,!" ungkap Lembu Petala yg memang seorang prajurit bukan seorang pendekar jadi rasa sungkan dalam diri prajurit untuk mengalahkan musuh dengan mengeroyok itu tidak di pandang tabu. Berbeda dari kalangan persilatan , adalah tabu kecuali yg ber sifat curang.
" Begini saja , engkau habisi musuh ku itu, biar Aku yg menghadapi Patih Aji Jimbarang itu nanti kalau aku terdesak terserah lah kalau kau mau membantu ku,!" ucap Arya bor bor.
Usulan itu pun di terima oleh Lembu Petala.
Sementara Patih Aji Jimbarang yg sudah berada di puncak kemarahan nya, akibat hampir seluruh prajurit Semprangan yg tumpas hanya tersisa bebrapa orang lagi ,sedang kan ia pun belum berhasil melumpuh kan Lembu Petala.
Segera lah Sang Patih Aji Jimbarang merapal ajian Bhuto Cakil nya.
Tiba-tiba saja tubuh sang Patih Aji Jimbarang berubah jadi Raksasa dengan gigi keluar bagai kan ber taring, dan mata merah menyala.
" HHiieeeerghhh, Hhraagghh,!" suara keluar dari raksasa Bhuto penjelmaan dari Patih Aji Jimbarang.
Mata merah menyala itu menatap ke bawah ke arah Lembu petala.
Seluruh yg hadir di situ teramat ter kejut dengan kejadian tersebut.
Mereka tidak menyangka bahwa Patih Aji Jimbarang memang memiliki ilmu yg langka itu. Ternyata cerita itu bukan Ngayawara saja.
Terlebih-lebih Patih Menanga, pantas lah Prabhu Semprangan teramat pongah karena salah seorang pembantu ter dekat nya memiliki ajian Bhuto Cakil merupakan ilmu sesat yang bersekutu dengan iblis.
__ADS_1
*********((((((()))))))****************