BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.


__ADS_3

Berkata lah Patih Gajah Nata,


" Tampak nya BARA itu telah menyala dan api mulai membakar negeri Wilwatikta, seandainya para pemangku kekuasaan menyadari apa sebenarnya tujuan mereka dalam memegang tampuk kepimpinan, apakah hanya untuk menindas yg lemah, atau mengayominya, " tutur Patih Gajah Nata yg nampak sudah sangat sepuh.


" Benar Gusti Patih, akan tetapi sabda pandhita Ratu mesti kita laksana kan meskipun itu bertolak belakang dengan hati nurani kita selaku abdi yg setia terhadap Raja nya, " ujar Tumenggung singha wara.


" Yahh, juga ada benarnya ucapan anakmas Tumenggung, kita sekarang tinggal melaksanakan perintah, senang tidak senang , suka tidak suka, kita wajib patuh ,!" ujar Sang Patih lagi.


" Andaikan ada, Anakmas. Radeksa tentu beliau yg kuusulkan sebagai senopati Agung Majapahit bukannya Aku yg sudah tua ini," seru Sang Patih seolah-olah menyesali keberangkatan Wikala dan Lembu petala ke Tiongkok.


" Benar , Paman Patih seandainya mereka berdua ada disini mungkin tugas kita tidak seberat ini, " kata Tumenggung singha wara.


" Apakah Anakmas Radeksa memang bisa diandalkan mengingat ia bukan seorang prajurit,?" tanya Tumenggung Rabanar.


" Ahhh , sulit untuk mengambarkannya , tetapi mengingat dulu eyangnya adalah senopati Agung Majapahit di zaman Prabhu Wikramawardhana, mungkin garis nya jatuh kepada Anakmas Radeksa, !" sebut Patih Gajah Nata.


" Tetapi saya sendiri telah menyaksikan kelebihan Anakmas Radeksa ketika kami di cegat di bukit kanca nuwu, beliau mampu menyelamatkan kami, " ujar Tumenggung singha wara.


" Hehh, kemana Rakryan demung Ananta boga,?" tanya Sang Patih lagi.


" Benar demung Ananta boga tidak ada bersama kita kemana kiranya beliau,?" tumenggung singha wara berkata.


" Mungkin karena tidak dapat perintah dari Gusti Prabhu, maka beliau tidak hadir disini, " ucap Rangga Rawelu.


" Kirim prajurit , suruh beliau datang kemari, ia sangat di harapkan disini, dengan kemampuan siasat dan membaca kekuatan lawan, !" perintah Sang Patih.


Demikian lah Para petinggi Majapahit yg berkumpul merasa kehilangan salah seorang ahli siasat mereka yaitu Rakryan demung Ananta boga , yg merupakan teman mereka saat masih di istana Kahuripan.


Inilah sebenarnya kesalahan dari Gusti Prabhu SiNAGARA, saat akan berperang ia mengandalkan kekuatan yg di bawanya dari Kahuripan akan tetapi saat menerima saran ia hanya mendengar kan petinggi Majapahit yg telah lama di istana Majapahit bukan orang-orang telah lama mengabdi padanya.


Setelah Rakryan demung Ananta boga datang maka pembicaraan semakin serius, beliau demung Ananta boga meminta Tumenggung Rabanar untuk mengirimkan prajurit Sandi guna mengetahui kekuatan pandan alas, sekaligus untuk mengetahui sikap adipati wengker.


Selanjutnya menurut demung Ananta boga sebaiknya Prajurit Majapahit memakai gelar perang Garuda nglayang, dengan Patih Gajah Nata di ujung paruhnya dan tumenggung singha wara di sayap kanannya dan Tumenggung Rabanar dengan di bantu Rangga Rawelu di sayap Kiri, sementara Tumenggung Wirana di bantu mapanji garangan wesi di ekor.


Tampak nya para pemimpin teras Majapahit amat meyakini akan kemampuan siasat dari demung Ananta boga ini.


" Namun itu semua tergantung di medan perang dan hasil dari warta yg di berikan oleh Prajurit Sandi ," ucap demung Ananta boga menutup pembicaraan.


Setelah siasat perang telah disiapkan maka Patih Gajah Nata tinggal menunggu warta yg di kirim prajurit Sandi, berapa sebenarnya kekuatan pandan alas. Baru lah mereka berangkat.


Ditengah menanti kehadiran para Prajurit Sandi, tiba-tiba istana kedatangan tamu dari wengker, Ya , beliau adipati wengker , Dyah Samara Wijaya Sang adipati anom, juga menantu adipati pandan alas.


" Ampunkan ananda, Ramanda apakah gerangan yg membuat ramanda ingin mengirimkan pasukan ke pandan alas,?" tanya Brhe wengker.


" Nanda Samara, Pamanmu itu telah mbalela terhadap Ramanda mu ini,!" ujar Sang Prabhu.


" Bagaimana maksud Ramanda Prabhu, apakah kesalahan paman pandan alas hingga membuat ramanda marah,?" tanya Brhe wengker lagi.


" Dia sudah dua kali tidak hadir disini, prajurit Majapahit yg meronda ke wilayahnya , diusirnya, berarti wilayahnya bukan termasuk wilayah Majapahit, itu artinya ia telah berontak,!" jelas Prabhu Sang SiNAGARA.


" Apakah Ramanda Prabhu tidak memikirkan akibat yg ditimbulkan oleh perang dengan pandan alas, ananda tidak dapat membayangkan jika paman pandan alas tewas, apa yg akan di katakan oleh diajeng wiyat, jika ramandanya di bunuh oleh ramanda Prabhu,!" jelas Brhe wengker.


" Jadi maksud mu bagaimana,?" tanya Gusti Prabhu pada putranya itu.

__ADS_1


" Untuk sementara , biarlah ananda berdua dengan diajeng wiyat yg akan menghadap ke pandan alas , dan ananda harapkan pasukan Majapahit jangan dulu di berangkatkan,!" jelas Brhe wengker kemudian.


" Baiklah kuberi kesempatan pada Ananda wengker satu purnama untuk itu, " titah Sang Prabhu.


" Sendika dawuh ,ramanda Prabhu,!" jawab Brhe wengker.


Kemudian Brhe wengker pamitan untuk kembali dan akan menemui mertuanya di pandan alas.


*******


Di Champa tepatnya di kota Panduranga Wikala dan Bekel Bhayangkara Lembu petala mulai bergerak meninggalkan ibukota Champa tersebut setelah hampir lima hari mereka disana guna, mencari tahu jalan mana yg lebih baik dan dekat menuju Beiping.


Atas saran penduduk Panduranga maka Wikala dan Lembu petala menyusuri daerah pantai menuju utara.


Setelah menempuh perjalanan dua hari sampailah mereka di kota Kauthara, dan kemudian melanjutkan kembali setelah menginap satu malam.


Ketika perjalanan mereka hampir sampai di batas kota Vijaya, tiba-tiba beberapa orang berpakaian seragam keprajuritan menghadang mereka.


" Siapa kalian, untuk apa datang kemari,?" tanya pemimpin Prajurit itu kepada mereka.


" Kami adalah pelancong yq akan ke kota Dong kinh, kerajaan annam, !" jawab Lembu petala menyembutkan maksud tujuannya yg tidak s benarnya.


" Hahh, berarti kalian adalah mata-mata kaisar Le, Prajurit tangkap mereka ,!" perintah pemimpin Prajurit itu.


Serentak para Prajurit menangkap dan mengikat tangan Wikala dan Lembu petala yg tidak melakukan perlawanan.


Sesampainya di kota Vijaya, mereka langsung dihadapkan pada pangeran Jaya simhavarman di istana.


" Siapa sebenarnya kalian berdua ini,?' tanya pangeran Jaya simhavarman.


" Hehh, kalian berdua utusan Majapahit yg mau ke Tiongkok, ?" tanya pangeran Jaya simhavarman lagi untuk meyakinkan.


Wikala dan Lembu petala mengangguk mengiyakan.


" Karena wilayah kami sering kedatangan tamu yg tidak diundang dari utara, oleh sebab itu kami harus mewaspadai siapa saja yg lewat ditempat kami, apalagi orang asing," jelas pangeran Jaya simhavarman.


" Karena kalian telah disini dan sebagai tahanan kami, maka kalian bisa bebas dengan syarat ,!" ucap pangeran Jaya simhavarman lagi


" Apa syaratnya pangeran,?" tanya Wikala .


" Kalian harus bisa membebaskan putri ku , cemaravati dari tangan prajurit kaisar Le di sebelah utara, !" jelas pangeran Jaya simhavarman.


" Kok bisa putri pangeran di culik mereka, Prajurit kaisar Le, ?" tanya Wikala.


" Itulah keteledoran kami, ketika putri Cemaravati berada di kota amaravati di tempat neneknya , ia tanpa pengawalan yg ketat sehingga dengan mudah prajurit kaisar Le menangkap nya dan sebagai jaminan supaya kami menyerah dan takluk terhadap kerajaan annam, !" jelas pangeran Jaya simhavarman


" Kalau tuntutan mereka tidak di penuhi, apa akibatnya,?" tanya Bekel Lembu petala yg dari tadi diam saja.


" Kalau kami tidak memenuhi tuntutan mereka, maka putri Cemaravati akan di berikan kepada Kaisar Le Nanh thong yg gila terhadap perempuan, " jawab Pangeran Jaya simhavarman.


" Mana mungkin kami berdua, mampu membebaskan Putri Cemaravati, sedangkan mereka berjumlah banyak," jelas Wikala.


" Kalian berdua akan di bantu oleh Prajurit ku, dan barangsiapa yg dapat membebaskan Putri ku maka akan aku Jodoh kan dengan nya,!" ucap pangeran Jaya simhavarman .

__ADS_1


" Jadi kalau kami berhasil membebaskan Putri Cemaravati maka akan menikah dengan nya,?" tanya Wikala.


" Tepat sekali, !" jawab Pangeran Jaya simhavarman.


" Ahh , kalau menurut kami itu tidak perlu pangeran biarlah Putri Cemaravati bebas menentukan pilihannya,!" jelas Wikala.


" Tidak. , tidak bisa sudah menjadi sumpahku ,sumpah seorang pangeran Jaya simhavarman tidak dapat di tarik kembali, karena sudah beberapa ksatria yg mengikutinya namun jangan kan membawa Putri ku mereka pun tidak kembali untuk selama- lamanya, " ujar pangeran Jaya simhavarman.


"Ahh, apakah kita akan bernasib dengan mereka paman, bagaimana dengan tugas kita,?" tanya Wikala pada Bekel Lembu Petala.


" Mudah mudahan tidak anakmas !" jawab Bekel Lembu Petala.


" Yang kudengar dari leluhurku, bahwa ksatria Majapahit adalah ksatria yg tangguh hingga negeri kami ini dulu takluk oleh seorang Patih Majapahit yg bernama,......!" tampak pangeran Jaya simhavarman mengingat-ingat.


" Mahapatih Gajah Mada, " kata Wikala dan Lembu Petala secara bersamaan.


" Ya, ya,ya Patih Gajah Mada, bahkan langsung tidak langsung kami masih berdarah Majapahit, !" ucap pangeran Jaya simhavarman.


" Jika itu syarat kebebasan kami, kapan kita akan bergerak guna membebaskan Putri Cemaravati ,? " tanya Lembu Petala.


" Sebaiknya lebih cepat lebih baik, !" jawab Pangeran Jaya simhavarman.


" Pangeran , kira-kira berapa kekuatan pasukan Kaisar Le itu?" tanya Wikala.


" Mungkin ribuan prajurit , karena kami dengar mereka akan menyerang kemari," ucap pangeran Jaya simhavarman.


" Banyak sekali , ..!" seru Bekel Lembu Petala.


" Ya memang banyak ,!" tukas pangeran Jaya simhavarman.


" Berapa orang prajurit yg akan pangeran kirim menyertai kami ,. ?" tanya Wikala.


" Mungkin lima. ratus orang, !". jawab Pangeran Jaya simhavarman.


" Hahhh, terlalu banyak, " ujar Wikala agak terkejut.


" Maksudnya bagaimana, lima ratus orang kan lebih sedikit dari jumlah mereka yg ribuan orang,?" tanya pangeran Jaya simhavarman agak aneh dengan pernyataan Wikala.


" Begini pangeran, kami kan ditugaskan untuk membebaskan Putri Cemaravati bukan untuk mengusir atau menghabisi prajurit annam tersebut,!" terang Wikala.


" Ya , kau benar Wikala, kalian berdua hanya bertugas untuk mengambil Putri Cemaravati, !" jawab Pangeran Jaya simhavarman


" Jadi menurut saya, sebaiknya Pangeran menyertakan dua ratus prajurit terpilih dan ahli menggunakan panah dan tombak,' pinta Wikala.


Lembu petala nampak memandangi Wikala dengan penuh tanya , apa kira-kira siasat yg akan digunakan menantu Prabhu SiNAGARA ini , pikirnya dalam hati.


Lain halnya dengan pangeran Jaya simhavarman , ia langsung bertanya,


" Maksud anak Wikala bagaimana,?" tanyanya pada Wikala.


" Begini pangeran , nanti setelah kami sampai di tempat perkemahan prajurit annam, kami berdua akan masuk sementara Prajurit pangeran menunggui di dalam jarak jangkau anak panah, dan bila kami berhasil membawa Putri Cemaravati keluar maka tugas para Prajurit untuk menghambat yg akan mengejar kami, dan jumlah dua ratus orang prajurit itu tidak akan terlalu mencolok bagi mata-mata mereka, " dengan panjang lebar Wikala menjelaskan siasat yg di pergunakan untuk membebaskan Putri Cemaravati.


Baik Pangeran Jaya simhavarman dan Lembu Petala nampak memahaminya siasat itu.

__ADS_1


Kemudian Pangeran Jaya simhavarman memanggil Prajurit terpilih nya sekitar dua ratus orang untuk mengiringi keberangkatan Wikala dan Lembu petala ke kota Ha tinh tempat Putri Cemaravati ditahan.


__ADS_2