
" Bagaimana dengan mu Ananda wengker apakah engkau mendengar apa yg dikatakan oleh kedua adikmu itu,?" tanya Ibunda Ratu Jayeswari kepada Bhre Wengker.
" Saya mendengarnya , kanjeng ibu!"" jawab Bhre Wengker.
" Jadi apa jawabannya ?" tanya ibunda Ratu lagi
Nampak Bhre Wengker terdiam ia masih belum bisa memutuskan apakah akan menerima atau menolak seperti selama ini yg ia lakukan.
Adalah Adipati Pandan alas yg menjawab pertanyaan itu.
" Ampunkan saya kangmbok ayu, sudilah kiranya di beri waktu barang Dua hari untuk anakmas Wengker memutuskannya," ucap Bhre Pandan alas.
" Baiklah saya beri waktu sampai esok lusa guna menunggu jawaban Ananda, Dan bila tidak ada jawaban yg jelas, maka akan saya ambil keputusan sendiri guna menentukan siapa yg berhak untuk jadi Raja di Majapahit ini," ujar Ibunda Ratu Jayeswari kemudian.
" Dan sudang ini ditunda sampai esok lusa , silahkan para hadirin untuk dapat beristrahat karena sidang akan dilanjutkan esok lusa," jelas Ibunda Ratu Jayeswari.
Setelah itu ibunda Ratu dengan didampingi oleh Ratu Pamotan, Wikala dan Tumenggung Singha wara yg mengadakan pertemuan sendiri di bilik Ibunda Ratu.
Mereka membahas tentang hasil sidang hari ini .
" Bagaimana menurutmu, dengan keputusan yg ibunda ambil hari ini,?" tanya nya pada Ratu Pamotan.
" Saya sangat setuju Kanjeng ibu, itu memang sudah selayaknya , karena kangmas Wengker masih belum bisa memutuskan sikap hingga sampai hari ini,!" jawab oleh Ratu Pamotan.
" Dan bagaimana dengan pendapat mu anakmas Radeksa ?" tanyanya kepada menantunya itu.
" Saya sangat setuju atas keputusan Kanjeng ibunda Ratu , memang dengan memberikan waktu.selama dua hari sangat cukup bagi kangmas Wengker untuk mengambil sikap , menerima atau menolak,! menjadi Raja" kata Wikala .
" Dan denganmu dimas Wara apakah sudah sesuai keputusan penundaan sidang paseban agung hingga esok lusa,?" tanya nya pada adiknya itu.
" Sudah sesuai dan cukup buat anakmas Wengker untuk mengambil. keputusan yg tepat,!" jawab Tumenggung singha wara
" Dan bagaimana menurut kalian jika nanda Wengker tetap menolak untuk menjadi Raja menggantikan Ramandanya, ?" tanya ibunda Ratu lagi.
" Sesuai dengan permintaan anakmas Kahuripan dan daha , kangmbok ayu harus segera menetapkan Adipati Anom yg baru,!" jawab tumenggung singha wara .
" Benar kanjeng ibu , jika Kangmas Wengker tetap menilaknya, maka harus di cari gantinya, !" kata Ratu Pamotan kepada ibunda Ratu Jayeswari.
" Dan menurutmu anakamas Radeksa,?" tanya nya kepada Wikala.
__ADS_1
" Maafkan saya.sebelumnya kanjeng Ibunda Ratu , Tetapi seharusnya kita menanyakan alasan apa hingga membuat Kangmas Wengker harus menolaknya,!" ungkap Wikala.
" Baru setelah itu Ibunda Ratu menetapkan Adipati Anom yg baru, " kata Wikala lagi.
" Semisal nya ia benar-benar menolaknya, siapa menurut kalian yg pantas menggantikan nya sebagai Adipati Anom,?" tanya ibunda Ratu lagi.
" Kalau menurut Saya Kanjeng ibu harus memilih Kangmas Kahuripan sebagai Adipati Anom yg baru menggantikan Kangmas Wengker," jawab Ratu Pamotan.
" Dan bagaimana menurutmu anakmas Radeksa, siapa yg pantas jadi penerus Kangmas Prabhu untuk menjadi Raja di Majapahit ini,?" tanyanya kepada Wikala.
"Kalau menurut saya yg pantas menggantikannya adalah Kangmas daha,!" jawab Wikala
" Bagaimana menurutmu dimas Wara siapakah yg pantas untuk dudduk diatas singgasana Majapahit ini,?" tanyanya kepada adiknya itu .
" Kalau menurut saya yg pantas duduk di tahta Majapahit ini adalah anakmas Radeksa,!" jawab Tumenggung singha wara.
Ketiga yg hadir ditempat itu terkejut atas usulan dari Tumenggung singha wara itu
Ibunda Ratu Jayeswari segera bertanya
alasan apa yg mendasari pernyataan adiknya itu..
"Alasan apa yg membuat mu yakin bahwa anakmas Radeksa memang pantas untuk menggantikan Kangmas Prabhu,?"
Adalah Ratu Pamotan yg kemudian berkata," Kangmas Radeksa tidak layak menggantikan posisinya Ramnda Prabhu,!" ujar Ratu Pamotan.
" Benar kanjeng Ibunda Ratu,paman Singha wara hanya mengada ada," tukas Wikala .
" Ahh, anakmas Radeksa , saya tidak mengada ada , anakmas memang pantas untuk itu, mengingat Majapahit saat ini memerlukan seorang pemimpin yg benar-benar cakap dalam memimpin supaya tdak terpuruk ke daha masalah perpecehan dan peperangan, " ujar Tumenggung singha wara
Ibunda Ratu Jayeswari kemudian berkata, " Jika memang nanti Nanda Wengker tidak bersedia , maka kita akan mencari pengganti secepatnya," kata nya.
Sementara itu di bilik Adipati Anom terlihat ia sedang terlibat pembicaraan yg serius dengan Adipati Pandan alas yg merupakan mertuanya itu.
" Anakmas Wengker, engkau harus segera menerima mandat untuk jadi Raja di Majapahit ini, " kata Bhre Pandan alas
kepada menantunya itu.
" Apakah tidak sebaiknya Ramanda yg menjadi Raja di Majapahit ini mengingat bahwa Ramanda merupakan putra dari eyang Prabhu Wikramawardhana," kata Adipati Wengker.
__ADS_1
" Akan terapi yg telah diangkat sebagai Adipati Anom adalah dirimu anakmas Wengker,!" jelas Adipati Pandan alas lagi.
Adipati Wengker terdiam , ia berpikri sesaat kemudian, berkata,_" Saya akan menerima jika nantinya di bantu oleh Ramanda Pandan alas,!"
" Aku akan tetap membantu Dan mendukungmu ,apapun itu " ujar Adipati Pandan alas dengan meykinkan menantunya itu.
Di dalam hati Adipati Pandan alas , jika kekuasaan ada di tangan menantunya itu akan mudah untuk mengambilnya berbeda jika itu di tangan orang lain meskipun itu keponakan nya sendiri.
Jadi ia tetap berusaha untuk menjadikan Bhre Wengker sbagai Raja Majapahit , nantinya ia akan pinta kembali.
Sedangkan Bhre Wengker sangat segan dan hormat kepada mertuanya itu sehingga ia merasa deksura melangkahi untuk menjadi Raja Majapahit.
Namau karena jawaban mertuanya amat meyakinkan nya maka ia mengambil keputusan menerima menjadi Raja Majapahit ini.
Setelah dua hari berlalu , akhirnya sidang paseban agung yg tertunda itu di gelar kembali
Kali ini ibunda Jayeswari langsung oada duduk persoalannya bersedia atau tidak Bhre Wengker menjadi Raja.
"Ananda wengker, sekarang Ibunda tanyakan sendiri kepada mu, bersedia kah engkau di nobatkan sebagai Raja Majapahit ini,?" kata ibunda Ratu Jayeswari kepada putranya itu.
" Ampun Kanjeng ibu, sungguh saya telah mengambil keputusan bahwa saya bersedia untuk menjadi Raja Majapahit ini, " ucap Adipati Wengker dengan meyakinkan.
" Baiklah dengan bersedia nya engkau menjadi Raja Majapahit ,maka tugas ibundamu ini selaku pemangku kekuasaan sementara akan selesai dan dengan ini kuperintahkan supaya acara penobatan mu secepatnya di laksanakan,!" kata ibunda Ratu Jayeswari kepada Bhre Wengker.
Semua yg hadir dalam sidang itu merasa puas dan senang atas bersedia nya Bhre Wengker untuk menjadi Raja di Majapahit ini.
Karena ibunda Ratu Jayeswari memang sudah cukup lama memegangi tampuk kekuasaan Majapahit , maka ia memutuskan acara penobatan Bhre Wengker jadi Raja hanya dalam jarak setangh purnama saja karena itu para undangan yg hadir dalam di harapkan tidak kembali dulu sampai acara penobatan itu selesai.
Waktu setengah purnama itu tidak terlalu lama, ketika saat itu telah tiba maka acara penobatan Raja Majapahit yg kesepuluh itupun di gelar dengan meriah.
Dengan di dahului oleh acara doa doa dari dua pemimpin tertinggi umat Hindu syiwa yg dipimpin oleh Resi dharmadyaksa ring kasaiwan dan ummat budha yg dipimpin oleh Resi dharmadyaksa ring kasogatan.
Sebuah Mahkota kerajaan Majapahit yg di bawa oleh Resi dharmadyaksa ring kasaiwan segera di letakkan diatas kepala Adipati Wengker ,Dan resmilah ia menjadi Raja Majapahit yg kesepuluh dengan gelar abhiseka nya, Prbhu Girishawardhana Bhatara Hyang Purwawisesa dan sejak saat itu ia berkuasa di Majapahit dan meninggalkan Wengker yg selama ini telah di pimpinnya.
Namau para pembantu nya di Wengker diajaknya pula turut serta.
Ia kemudian menetapkan Patih hamangkubumi adalah Patih lohdaya , Bekel Bhayangkara nya adalah Warak sumadilaga.
Rakryan Mantri nya adalh Waningyun.
__ADS_1
Dan beberapa orang Tumenggung diantara nya ada Tumenggung Wanrngpati dan Tumenggung Gagak ireng.
Dan akhirnya para undangan yg hadir dalam sidang paseban e agung itu kembali ketempat asalnya masing- masing. termasuk Ratu Pamotan dan Wikala.