BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.


__ADS_3

Kegemparan terjadi di istana Majapahit, seluruh prajurit yg tersisa ditugaskan untuk menyampaikan berita tentang perihal MangkatNYA Sang Prabhu.


 


Sang permaisuri tiada henti-hentinya menangis , ia menyesali mengapa Sang Prabhu keluar malam itu tanpa pengawalan.


Sementara itu, para pembunuh Prabhu SiNAGARA telah jauh meninggalkan tempat itu demikian pula Ki Jabang wingit, ia telah kembali ke alas Roban.


Sedangkan beberapa prajurit masih melacak keberadaan para pembunuh itu.


Namun hasil yg di temukan nihil. Seluruh istana sibuk dengan MangkatNYA Sang Prabhu, namun ada seseorang yg merasa puas dengan tewasnya Raja Majapahit itu.


Walaupun di istana Majapahit tengah mengalami kesedihan yg mendalam, sebab MangkatNYA Sang Prabhu yg hanya beberapa tahun menjadi Raja. Orang itu tidak menampakkan kesedihan atas tewasnya sang Prabhu, ia adalah Rakryan Mantri Kuda Langhi,


Kabar kematian Prabhu SiNAGARA telah pun sampai ke pasukan Majapahit yg ada di pandan alas yg membuat pasukan Majapahit gempar.


Sedangkan pasukan Bhayangkara yg baru saja tiba di sana merasa bersalah atas tewasnya sang Prabhu SiNAGARA.


Sidang pemimpin pasukan Majapahit pun dilakukan,


" Apakah kita akan terus melaksanakan perintah Gusti Prabhu, mengingat beliau telah mangkat,!" kata demung Ananta boga membuka pembicaraan pada malam itu.


" Kurasa sebaiknya kita kembali ke kotaraja , untuk mengetahui situasi yg sebenarnya,!" ucap Patih Gajah Nata.


" Sebaiknya demikian Gusti Patih, setelah dua hari ini kita pun tidak melanjutkan peperangan,!" kata Tumenggung Reksa sudira.


" Memang lah sebaiknya kita kembali, karena kita tidak tahu siapa yg akan menggantikan gusti Prabhu, sebagai Raja,!' kata Tumenggung Wirana.

__ADS_1


Malam itu seluruh pemimpin pasukan Majapahit mencapai kata mufakat untuk kembali ke Majapahit.


" Sungguh kami sangat menyesal gusti patih atas mangkatnya sang Prabhu,!" ujar Jaran abang yg merupakan Bekel Bhayangkara yg bertanggung jawab atas keselamatan sang Raja.


" Sudah lah ki Bekel, tiada dapat di sesali, semua telah terjadi yg menjadi tugasmu sekarang adalah mencari siapa pelaku pembunuhan Gusti Prabhu,!" jelas Patih Gajah Nata.


Keesokan harinya, setelah para prajurit membongkar perkemahan mereka, maka iring-iringan prajurit Majapahit tampak kembali mengarah ke kotaraja Majapahit, setelah melewati daerah Anjuk Ladang kemudian sampailah mereka ke daerah Turanggana yg merupakan perbatasan dari kotaraja dan pandan alas.


Sementara di perkemahan pasukan pandan alas telah mengetahui bahwa para prajurit Majapahit telah mundur dari posisi mereka dan kembali ke Majapahit di akibat kan dari MangkatNYA Sang Prabhu.


Para pemimpin pasukan pandan alas merasa senang akan hal itu. Berarti kemenangan ada di pihak pandan alas, dan juga kemungkinan bahwa adipati pandan alas yg bergelar Brhe Pandan alas itu bisa menjadi raja. Mengingat Adipati anom adalah menantu dari Brhe Pandan alas itu.


Sekembalinya rombongan prajurit Majapahit maka pasukan Pandan alas pun kembali ke ibukota kadipaten .Terlihat wajah-wajah cerah dari pasukan pandan alas itu, yg merasa telah memenangkan peperangan di desa kame tersebut.


Sebaiknya tidak demikian dengan para prajurit Majapahit, wajah mereka terlihat murung, letih dan kesal serta timbul di hati mereka perasaan was-was akan pengganti Prabhu SiNAGARA, Masih kah mereka akan dapat bertahan di kotaraja Majapahit. Pertanyaan demikian tidak hanya di hati para prajurit tetapi di para pemimpin nya pun demikian.


" Ahh, seandainya Adipati Pandan alas yg di nobatkan sebagai Prabhu, aku tidak gentar, aku akan mengungsi ke Pamotan mengingat suami Brhe Pamotan teman dari keponakanku,!'' kata Patih Gajah Nata dalam hati.


*******


Sementara itu utusan Majapahit ke Pamotan telah tiba disana dengan diantar prajurit jaga , prajurit Majapahit itu menghadap Brhe Pamotan,


" Ampunkan hamba Gusti Ratu, hamba membawa pesan duka Gusti Ratu, sesungguhnya Gusti Prabhu telah mangkat, !" ucap prajurit tersebut.


" Apa.....!!!!, Ramanda Prabhu telah tiada ,!" teriak Brhe Pamotan seolah tidak percaya dengan apa yg telah di dengarnya.


" Demikian lah keadaan nya , Gusti Ratu,!" kata prajurit itu.Yg kemudian menceritakan apa sebabnya Sang Prabhu bisa tewas.

__ADS_1


Oleh Brhe Pamotan , prajurit tersebut di suruh beristrahat di istana pamotan itu, dan sang Ratu mengadakan sidang kilat di istana dengan di hadiri petinggi kadipaten pamotan mulai dari Patih Sengguruh, Tumenggung Rapala dan Rapada, dan beberapa Rakryan Mantri dan demung. Juga tidak ketinggalan Naja pratanu yg saat itu telah diangkat sebagai Bekel pengawal Ratu seperti Bekel Bhayangkara di Majapahit.


Maka di putuskan lah , Brhe Pamotan akan berangkat ke Majapahit esok hari dengan dikawal oleh banyak prajurit dan banyak pejabat tinggi Pamotan yg turut serta dalam rombongan tersebut, hanya Patih Sengguruh yg akan menggantikan posisi Brhe Pamotan sebagai pemimpin di pamotan.


Adalah Gusti Ratu sang Brhe Pamotan langsung memberikan perintah secara pribadi untuk melakukan penyelidikan atas tewasnya sang Prabhu, beliau di bebaskan dari tugasnya sebagai Bekel , guna mencari tahu siapa dalang dan pelaku pembunuhan Gusti Prabhu.


Memang jiwa Putri ratna parangkawuni sangat meledak-ledak , ia amat tidak suka akan penindasan dan kesewenang wenangan, hingga membuat nya di sangat di kasihi oleh ramanda nya Sang Prabhu SiNAGARA, bahkan ia dapat menentukan pilihannya sendiri guna menjadi pendamping hidup nya yg ternyata pilihannya dan ramandanya sama maka dari itulah Putri parangkawuni yg saat ini bergelar Brhe Pamotan sangat berduka atas mangkatnya sang Ramandanya itu, ia bertekad untuk mencari tahu siapa pelaku pembunuhan keji terhadap ramanda nya tersebut.


Lain halnya lagi di kadipaten daha, begitu mendapatkan kabar dari seorang prajurit Majapahit , Brhe Daha yaitu pangeran Ranawijaya segera berkemas dan langsung menuju ibu kota Majapahit.


Keadaan serupa terjadi di kahuripan, Brhe kahuripan , pangeran karana Wijaya pun segera berangkat ke kotaraja.


Yg tidak kalah sedihnya adalah Bhre Wengker sang Adipati anom yg sedikit banyak mengetahui jalan cerita dari pertikaian ramandanya dengan paman nya tersebut, bahkan Bhre Wengker sempat menjadi utusan untuk mendamaikan keduanya, namun hasilnya tidak ada, Bhre pandan alas yg merupakan mertuanya itu tetap bersikukuh untuk tidak mau menghadap Sang Prabhu, hingga membuat pecah perang saudara yg mengakibatkan Gusti Prabhu mangkat walaupun tidak di medan perang, namun akibat di kirimnya prajurit ke medan perang, ibukota tanpa penjagaan bahkan pasukan penjaga Raja pun ikut berangkat. Terbayang di mata Brhe wengker ini akan kesulitannya selaku seorang Adipati anom.Jelas lawan yg akan di hadapi nya adalah mertuanya sendiri , Adipati Pandan alas yg merupakan putra dari Prabhu Wikramawardhana. Jadi ia tentu merasa lebih berhak, pikir Brhe wengker dalam hatinya.


Bhre Wengker Dan rombongan pun segera menuju istana Majapahit.


Setelah beberapa hari di semayamkan dan di hadiri oleh putra putrinya akhirnya jenazah Sang Prabhu segera di perabukan . Selesai upacara pemakaman Sang Prabhu Sinagara maka , seluruh anggota keluarga berkumpul guna menentukan siapa pengganti Sang Prabhu untuk menjadi Raja di kerajaan Majapahit.


Seluruh putra dan putri Sang Prabhu SiNAGARA sepakat mengangkat Pangeran Dyah Samara Wijaya sebagai pengganti Sang Prabhu menjadi raja.


Karena sesuai dengan titah Prabhu saat di angkat menjadi Raja , ia mengangkat dyah Samara Wijaya sebagai Adipati anom.


Akan tetapi Pangeran Samara Wijaya masih enggan menerima keputusan itu, mengingat Brhe Pandan alas tidak turut hadir di dalam persidangan sapta Prabhu tersebut.


Ia tidak mengingkan perpecahan terjadi di kerajaan Majapahit yg membuat kerajaan tersebut makin mengecil.


Hingga keputusan dewan sapta Prabhu masih menggantung karena belum bersedianya Brhe wengker untuk menjadi Raja baru pengganti dari Prabhu Rajasawardhana.

__ADS_1


Keluarga Sang Prabhu SiNAGARA terdiri dari istri dan anak-anak nya amat kecewa akan keputusan dari Brhe wengker ini.


-------------


__ADS_2