BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA

BARA Di Atas Tanah MAJAPAHIT Dalam Episode 2: Satria Dari DAHA
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga


__ADS_3

Di Kotaraja Majapahit setelah penobatan dari Prabhu Suraprabhawa selesai bersama an itu pula, Kotaraja Majapahit melakukan pembersihan besar-besaran terhadap pejabat di lingkungan istana, hampir seluruh pejabat tinggi di masa Prabhu Bhatara Purwawisesa di copot dan di ganti kan oleh para petinggi dari Pandan Alas. Hanya sebahagian kecil yg ter sisa dari masa pemerintahan Prabhu Bhatara Purwawisesa itu.


Keadaan istana Majapahit sekarang ini layak nya pemerintahan Kadipaten Pandan Alas secara ke seluruhan.


Di tambah lagi Prabhu Suraprabhawa kurang mempercayai para bawahan nya yg tidak berasal dari Pandan Alas.


Menyebab kan banyak petinggi Majapahit itu yg pindah dari Kotaraja Majapahit ke beberapa kadipaten yg di anggap mau menerima mereka.


Sedang kan yg tetap tinggal di Kotaraja di ambil sumpah nya untuk tetap setia kepada Prabhu Suraprabhawa selaku Raja Majapahit itu.


Di suatu saat sang Prabhu Suraprabhawa bertanya kepada Patih kesayangan nya yaitu Patih Kebo Mundira.


" Kakang Patih, berapa kadipaten kah yg menolak Ku sebagai Raja Majapahit ini,?' tanya Prabhu Suraprabhawa.


" Ampun kan hamba Gusti Prabhu, mungkin ada lima kadipaten yg terang-terangan menolak Gusti Prabhu sebagai Raja Majapahit ini,!" jawab Patih Kebo Mundira.


" Siapa saja mereka,?" tanya Prabhu Suraprabhawa lagi.


" Ampun Gusti Prabhu, mereka adalah Kahuripan, Pamotan, Daha, Tumapel dan Kabalan,!" jelas Patih Kebo Mundira.


" Apakah Paguhan dan Pawanuan , ikut juga menolak ku sebagai Raja nya,?' tanya Prabhu Suraprabhawa lagi.


" Kalau Paguhan dan Pawanuan , hamba belum jelas Gusti Prabhu, karena mereka seperti nya masih segan dengan Adipati Daha yg merupakan tetangga dekat mereka, jadi sikap yg diambil pun masih sangat sulit tampak nya, karena ketika penobatan Gusti Prabhu ada juga utusan dari sana,!" ungkap Patih Kebo Mundira lagi.


" Sekarang menjadi tugas mu kakang Patih untuk mencari tahu siapa saja yg menolak ku jadi Raja di Majapahit ini, dan mulai hari ini, tindak tegas kadipaten yg mbalela terhadap Majapahit,!" ter dengar perintah Prabhu Suraprabhawa.


" Sendika dawuh Gusti Prabhu, mulai saat ini kami akan melaksanakan Titah Gusti Prabhu,,!" jawab Patih Kebo Mundira.


Segera sang Patih Kebo Mundira keluar dari dalam istana.


Ia mulai men jalan kan perintah Prabhu Suraprabhawa dengan mengirim kan beberapa telik sandi untuk mengetahui sikap dari beberapa kadipaten yg dianggap menolak diangkat nya Prabhu. Suraprabhawa sebagai raja.


Sementara Pasukan besar dari Pamotan telah ber gerak menuju ke Kahuripan untuk membantu kadipaten itu dari serangan pasukan kotaraja Majapahit.


Dan pemimpin pasukan itu adalah Arya bor-bor yg di bantu oleh Tumenggung singha wara dan beberapa Rangga.


Se sampai nya di kota Kahuripan itu, pasukan itu di terima langsung oleh Sang Adipati yg masih sangat muda itu.


Terlihat Tumenggung Bantar Gede mendampingi Adipati nya itu.


Tumenggung Bantar Gede adalah putra dari Tumenggung Wirana yg tewas bersama Adipati Kahuripan ketika di hadang oleh pasukan Pandan Alas kala itu.


Dan begitu melihat Tumenggung singha wara, hati Tumenggung Bantar Gede merasa senang karena Tumenggung singha wara adalah teman dekat ayah nya sebagai seorang Senopati di masa pemerintah an Sang Prabhu Rajasawardhana. Bahkan kedua orang itu saling bahu membahu, melakukan serangan ke Pandan Alas sebelum Sang Prabhu Rajasawardhana mangkat.


" Apa khabar Paman Tumenggung Singha wara,?' sapa Tumenggung Bantar Gede kepada Tumenggung singha wara.


" Baik angger , dan kau sendiri,?" tanya Tumenggung Singha wara.


" Seperti yg paman lihat , aku pun dalam keadaan baik,!" jawab Tumenggung Bantar Gede.


Melihat hal itu, Adipati Kahuripan memper silah kan kepada Eyang nya itu untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


" Silah kan eyang, kami sangat ber terima kasih Paman Pamotan mau mengirim kan eyang kemari,!" ucap Sang Adipati Kahuripan itu.


" Oh ya, terima kasih angger Adipati, eyang pun sangat senang bisa ber temu dengan mu disini,!" ucap Tumenggung Singha wara.


Kemudian Tumenggung Singha Wara, Arya bor-bor dan beberapa pemimpin yg segera di persilah kan masuk ke dalam istana Kadipaten Kahuripan sedang kan Pasukan yg di bawa oleh Arya bor-bor itu di tempat kan di bangsal ke prajuritan Kadipaten Kahuripan. Seribu prajurit yg ter diri dari Pasukan khusus Balasewu lima ratus orang selebih nya adalah Pasukan biasa dari Pamotan.


Sedang kan di dalam istana sendiri , terjadi pembicaraan serious tentang ancaman Kotaraja Majapahit yg di pimpin oleh Prabhu Suraprabhawa itu.


" Sebenar nya Angger Adipati bisa melakukan per siapan pertahanan jika we waktu-waktu di serang oleh Kotaraja Majapahit,,!" ujar Tumenggung Singha Wara itu kepada cucu kakak nya Ratu Jayeswari.


" Apa kah yg harus kami per buat,?" tanya Adipati Kahuripan.


" Pertama kalian buat pertahanan dengan mengirim kan lebih banyak prajurit ke daerah perbatasan dengan Kotaraja,!" jelas Tumenggung Singha Wara lagi.


" Lalu, Angger pun harus menmpat kan para prajurit sandi guna mengetahui gerakan prajurit dari Kotaraja,!" kata Tumenggung singha Wara.


" Apakah Kotaraja Majapahit Memang akan segera menyerang kemari , eyang,?" tanya Adipati Kahuripan itu


" Menurut yg Ku dengar dari beberapa prajurit bawahan ku ketika masih di Kotaraja , Patih Kebo Mundira memang mendendam dengan Kahuripan karena meninggal kan sidang paseban agung yg di gelar oleh Prabhu Bhatara Purwawisesa kala itu, dan mereka memandang perlu untuk segera menunduk kan Kadipaten Kahuripan ini karena di lihat nya memiliki pertahanan yg sangat lemah,!' ungkap Tumenggung singha Wara men jelas kan.


" Mungkin pendapat Eyang Tumenggung benar bahwa Kahuripan memang lemah sehingga kami meminta bantuan ke pamotan untuk menahan serangan dari Kotaraja itu,!" ujar Adipati Kahuripan.


" Apakah Kakang Patih Raganata tidak bisa membuat sebuah pasukan yg kuat di Kahuripan ini,?" tanya Tumenggung Singha Wara kepada Adipati Kahuripan.


" Eyang Patih saat ini nampak kurang sehat , ia sering tidak bisa hadir di sidang paseban kadipaten Kahuripan,!" jawab Adipati Kahuripan.


" Pantas lah, kadipaten yg se kaya Kahuripan ini ter tinggal dalam masalah ke prajuritan dari ber bagai kadipaten di tlatah Majapahit ini, ternyata Kakang Patih Raganata jarang hadir dalam sidang paseban Karena sakit,!" ucap Tumenggung Singha Wara lagi.


" Benar ucapan mu Senopati Arya bor bor, kami di Kahuripan ber harap banyak pada Eyang Singha Wara guna membantu mengurangi masalah di Kahuripan ini,!" ungkap Adipati Kahuripan.


" Mudah mudahan eyang mu mampu menjalan kan perintah mu angger Adipati,!" jawab Tumenggung singha Wara.


Dan mulai hari itu Kahuripan pun telah ber benah di berbagai sisi kehidupan, mulai dari masalah keprajuritan dan masalah tata negaranya.


Banyak para pemuda di ber bagai desa dan kademangan yg di rekrut untuk menjadi prajurit.


Selanjut nya pendadaran dan pelatihan nya di tangani pasukan Balasewu dari Pamotan itu.


Sejak ke hadiran orang- orang Pamotan di Kahuripan , pertumbuhan cepat pun ber langsung di Kadipaten Kahuripan.


Dan semua nya itu dalam pantauan dari Kotaraja Majapahit melalui dari para prajurit telik sandi nya.


Sampai suatu saat di Kotaraja di adakan paseban agung untuk menerima ulu bekti dari wilayah di bawah kekuasaan Majapahit.


Hanya sekira enam kadipaten yg mengirim kan utusan untuk menyata kan kesetiaan nya tunduk kepada Majapahit di bawah kekuasaan dari Prabhu Suraprabhawa itu.


Keenam kadipaten itu adalah Pandan Alas , Wengker, Pajang, Mataram, Lasem dan Matahun.


Sementara yg lain tidak hadir dalam sidang paseban pertama kali yg di laksanakan oleh Prabhu Suraprabhawa itu.


Melihat hal itu Prabhu Suraprabhawa kelihatan nya tidak senang, akhir nya ia berkata,

__ADS_1


" Bagaimana mungkin kita menjalan kan pemerintahan ini jika lebih dari setengah wilayah tidak mau tunduk kepada Kotaraja Majapahit ini,!" ungkap Sang Prabhu Suraprabhawa dengan suara berat.


" Ampun kan hamba Gusti Prabhu, sebaik nya kita memang sudah melakukan tindakan tegas kepada para Adipati yg tidak mau tunduk kepada kekuasaan dari Gusti Prabhu ini,!" ujar Arya Kangga selaku penasehat dari Prabhu Suraprabhawa itu.


" Benar ucapan mu itu, Kangga, memang sebaik nya Majapahit mem berikan pelajaran kepada para Adipati yg mem bangkang itu,!" jawab Prabhu Suraprabhawa.


" Ampun Gusti Prabhu, namun kita harus memilih yg mana dulu untuk di tunduk kan, apakah Daha atau Kahuripan,!" kata Patih Kebo Mundira menyela.


" Kalau menurutmu, kakang Patih, mana sebaik nya untuk kita tunduk kan, Daha atau Kahuripan,?' balik Prabhu Suraprabhawa bertanya.


" Ampun Gusti Prabhu, kalau ber dasar kan penglihatan para prajurit sandi memang sebaik nya Kahuripan yg lebih dahulu di serang agar para Adipati yg mau setia kepada Gusti Prabhu, jika kita ber hasil menduduki Kahuripan,!" jawab Patih Kebo Mundira.


" Namun Ku dengar saat ini Kahuripan lagi giat-giat nya membangun pasukan nya, bahkan Tumenggung singha Wara telah berada di sana untuk membantu,!" ujar Prabhu Suraprabhawa itu.


" Memang saat ini Kahuripan tengah meningkat kan kekuatan prajurit nya, namun apabila di serang dengan cepat kemungkinan mereka tidak akan mampu melawan meski banyak prajurit Pamotan yg berada di sana,!" kata Patih Kebo Mundira.


" Ampun Gusti Prabhu, sebaik nya sebelum kita menggempur kadipaten Kahuripan , selayak nya Kadipaten Wengker dan Pandan Alas di libat kan, supaya kekuatan prajurit Majapahit semakin kuat,!' kata Tumenggung Surengrana.


" Namun kekuatan prajurit Wengker saat ini kurang baik sejak di pegang oleh ananda Adipati Surya Wijaya, karena ia ter lalu di sibukkan dengan kegemaran nya dalam hal ber buru, dan kalau Pandan Alas, hampir setengah prajurit nya telah berada di sini,!" jelas Prabhu Suraprabhawa lagi.


" Bagaimana kalau kita meminta bantuan dari Matahun atau Lasem yg utusan nya masih berada di sini,!" kata Tumenggung Surengrana lagi.


" Ahhh, kalau hanya untuk menindak Adipati Kahuripan , Majapahit tidak memerlu kan bantuan dari kadipaten lain, karena kekuatan di Kotaraja ini sudah lebih dari cukup untuk melakukan nya,!" seru Patih Kebo Mundira dengan jumawa.


" Ampun Gusti Prabhu, ada baik nya usul dari Tumenggung Surengrana itu di lakukan, agar kotaraja Majapahit melihat dengan jelas tanda setia nya dari beberapa kadipaten yg mnghadiri sidang paseban ini dengan mengirim kan prajurit nya kemari membantu Majapahit untuk menindak dengan tegas para Adipati yg telah mbalela itu,!" kata Arya Kangga.


Lama ter diam Prabhu Suraprabhawa mendengar nasehat dari pembantu keper cayaan nya itu.


Akhir nya Prabhu Suraprabhawa bertanya kepada utusan dari enam kadipaten yg berada di sidang itu.


Hampir seluruh nya menyata kan bahwa mereka belum bisa memutus kan sebelum membicara kan dengan Adipati nya masing-masing.


Mendengar ucapan dari para utusan enam kadipaten itu, Patih Kebo Mundira langsung berujar,


" Terlalu lama untuk menunggu kesediaan dari mereka Gusti Prabhu, sementara Kahuripan atau kadipaten yg lain sudah se makin kuat, hingga kita akan kesulitan untuk menunduk kannya,!"


" Jadi maksud kakang Patih kita secepat nya menyerang Kahuripan,?" tanya Prabhu Suraprabhawa


" Dawuh dalem Gusti Prabhu, lebih cepat lebih baik tanpa menunggu keputusan dari beberapa kadipaten yg masih mau tunduk kepada Majapahit itu,!" jawab Patih Kebo Mundira.


" Kalau menurut mu Arya kangga , apakah memang sebaik nya kita secepat nya menyerang Kahuripan,?' tanya Prabhu Suraprabhawa kepada penasehat Arya Kangga.


Arya Kangga ter diam mendengar pertanyaan dari junjungan nya itu.


Namun kemudian ia menjawab,


" Memang sebaik nya kita harus cepat Wikala menindak para Adipati yg mbalela itu,!" ter dengar kata-kata yg keluar dari penasehat Majapahit itu.


Akhir nya di ambil keputusan untuk segera menindak Adipati Kahuripan dengan cepat, dan perintah Prabhu Suraprabhawa itu di serah kan kepada Patih Kebo Mundira untuk menjalan kan nya.


-----------------------------(())------------------------------

__ADS_1


__ADS_2