Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
Cake Untuk George


__ADS_3

Serly langsung turun dari mobil tersebut begitu saja, tanpa mengucapkan terima kasih sedikitpun pada Pria tersebut.


Brakk.


Dia menutup pintunya dengan sangat keras. Sampai si empunya yang masih berada di dalam tersentak kaget.


Glekk.


Seketika Serly mematung di tempatnya, saat melihat ada seseorang yang sedang menunggunya di teras toko dengan penampilan sudah sangat rapih.


"Geor-" ucapan Serly terhenti saat orang tersebut pergi begitu saja dari sana.


"George! Tunggu!" panggil Serly sedikit berteriak.


George terus melangkah tanpa menghiraukan teriakan Serly yang terus memanggilnya.


Aaahhhhhh....


Serly menghempas tangannya kasar. ''Kenapa bisa kebetulan kayak gini, sih!'' rutuknya merasa kesal pada dirinya.


Dukkkk.


Dukk.


Serly menendang-nendangkan kakinya kuat pada sebuah mobil yang sedari tadi diam saja menyaksikannya.


"Hhhh... ini semua gara-gara kamu, Tejo!" teriak Serly pada Lelaki yang masih berdiam diri di dalam mobil.


Lelaki tersenyum mengerutkan dahinya dan membuka kaca mobil tersebut. "Apa salahku, Ay?" tanyanya lemah lembut.


"Apa? Ck...,ck..., ck...." Serly menggeleng-gelengkan kepalanya, "Tejo!" gumamnya dengan tangan yang mengepal, "kamu gak liat tadi, hah?" tanyanya dengan sorot mata yang melotot.


"Siapa? Bocah yang tadi?" tanyanya santai.


Serly mendelikan matanya malas.


"Apa dia pacar kamu?" tanyanya merasa heran dengan sikap Serly yang tiba-tiba marah begitu saja padanya setelah kepergian bocah tadi.


Serly langsung diam, dia juga bingung harus menjawab apa.


''Iya juga, ya. Gue ini siapanya dia, sih? Sampe gue marah-marah kayak gini. Tapikan, Gue suka sama dia. Yang pasti dia sekarang marah pada gue," gumamnya, ''apa jangan-jangan dia juga suka sama gue?'' batinnya sambil terusĀ berpikir.


"Tapi tidak mungkin 'kan, Ay? Masa kamu pacaran sama bocah SMA, sih!" tukasnya tidak boleh terjadi.


Serly tersadar. Dia mendelikan matanya kesal. "Serah gue dong, mau pacaran sama siapapun. Itu hak gue!" tegasnya.


"Tapi, Ay!" ucapnya sedih.


"Apa, Tejooooo! Sudah, ah. Gue sibuk." katanya sambil melengos pergi.


''Haduuhhh... tuh, si tua b4ngk4 enggak mau nyerah banget, sih,'' gerutunya sambil membuka pintu tokonya, ''ini semua gara-gara Adiba. Bisa-bisanya dia jodohin gue ama Eki-eki... beristri lagi,'' gumamnya.

__ADS_1


''My Haaaannnn...,'' batin mendesah lesu, lalu siap-siap untuk membuka toko kuenya dengan bersemangat.


Selain do'a dari sang ibu, Serly juga ingin membahagiakannya.


Serly tersenyum manis sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya. Dia bersiap-siap, dan membuka tokonya.


Cklek.


Dia menoleh pada pintu yang terbuka, dan menatapnya malas pada orang yang baru saja masuk ke dalam tokonya.


"Hay, Ay! Semangat banget kayaknya?" tanyanya sembari tersenyum manis dan membuat Serly jadi ilfeel melihatnya.


"Sudah sarapan?" tanyanya sambil meletakan sebuah rantang susun di atas meja Serly.


"Ini aku bawakan sarapan untukmu, Ay! Moga kamu suka!" tuturnya manis sekali.


Serly berdecak. Rasanya mau memanggil balada semut untuk mengerumuni dirinya.


"Dimakan, ya, Ay! Biar kamu lebih bersemangat kerjanya!" tambahnya lagi.


Setelah itu, pria satu itu pergi meninggalkan Serly yang hanya diam saja.


"Astaga...." Serly berteriak frustasi, "kenapa hari ini para eki-eki menyebalkan itu berdatangan sih!" dumelnya kesal.


Dia menendangkan kakinya ke dalam kolong meja sekuat tenaga.


Aaaahhhhh....


Serly berjalan ke arah kaca jendela yang ada di sebelah mejanya.


"George. Apa kamu juga punya perasaan yang sama padaku?" tanyanya pada dirinya sendiri.


Dia menatap luas ke arah luar halaman.


Ueeekkk.


Rasanya ia ingin muntah saat melihat sebuah senyuman yang menjijikan dari Mas Bon-bon.


"Astaga, satu lagi itu Ki-eki keganjenan," gumamnya sambil melangkah menjauhi kaca tersebut.


Serly berjalan menuju dapur mengecek bahan-bahan yang masih tersedia.


Dia juga mengajak beberapa wanita untuk bekerja di toko miliknya.


"Apa bahan-bahannya masih lengkap?" tanya Serly pada seorang wanita yang sedang membuat adonan bolu.


"Masih, Non!" jawabnya santai.


Serly mengangguk, lalu ia berjalan ke arah rak perabotan.


Dia mengambil satu mangkuk mixer dari rak tersebut.

__ADS_1


"Nona mau bikin apa? Apa ada pesanan?" tanyanya heran.


Mereka jarang melihat Serly ikut membuat cake setelah mendirikan toko.


"Enggak! Aku hanya lagi ingin membuat cake saja." jawab Serly sambil menyiapkan bahan-bahan cake-nya.


Mereka melihat dengan seksama apa yang akan majikannya buat sekarang. Sekalian mereka belajar.


Beberapa bahan, Serly masukan ke dalam nangkuk mixer, lalu mengocoknya dengan pelan... sampai adonan tersebut lembut, dan ia kembali memasukan bahan-bahan terakhir, dicampurkannya dengan adonan sebelumnya.


Lalu, dia masukkan kedalam cetakan cake berbentuk LOVE, dan ia letakkan ke dalam open yang sudah dia atur suhunya.


Selang beberapa menit,


Tingggg.


Waktu yang dibutuhkan Serly untuk meng-open cake tersebut selesai.


Dia membuka dan langsung mengangkat cake tersebut dari dalam opan, kemudian ia letakkan diatas sebuah nampan.


Setelah dingin, Serly langsung menghias cake tersebut dengan sangat indah, serta menuliskan nama diatas cake tersebut dengan sangat unik.


"George!" ucap karyawannya heran.


Serly mengangguk pelan sambil tersenyum malu-malu.


"Apa ini spesial?"


Serly mengangguk lagi. Dia menatap cake yang sudah siap untuk dia kemas.


"Akan dikasih padanya?"


Serly menghela napas berat, "kalo aku tahu dia dimana bersekolah, pasti aku akan mengantarnya," jawab Serly dengan nada sedih.


"Sekolah?" tanyanya memastikan.


Serly mengangguk lagi.


"Dari penampilannya, mungkin dia bersekolah di tempat yang Elite," ucapnya bingung juga.


"Hmmm... di sini hanya ada satu sekolah yang bagus dan keren, Non."


"Dimana?"


"Tapi, setahuku itu sekolah SMA," tambahnya membuat Serly semakin bersemangat.


"Dimana itu?" tanyanya antusias.


"SMA Danuart! Letaknya di jl. xxx..." jawabnya.


"Makasih, ya!" ucap Serly ceria.

__ADS_1


Dia lansung menyuruh mereka untuk membungkus cake tersebut dengan sangat cantik, dan dia akan merapikan penampilannya terlebih dahulu supaya terlihat begitu cantik.


__ADS_2