
Serly tersenyum hangat melihat reaksi George terhadap Murid yang lain yang menyukai Serly dan gak sungkan-sungkan menyatakan cintanya pada Serly.
"Tante senang ya ada yang nembak?" Tanya George dengan muka masam.
"Ya, pasti dong!" Jawab Serly dengan semangat.
"Ganjen!" Katanya Ketus.
"Haha...." Serly tertawa pelan mendengar ledekan George padanya. "Siapa yang ganjen, mereka aja yang terpesona melihat ke cantikan Tante!" Tambah Serly dengan Percaya diri.
"Iya, tuh! Tante memang sangat cantik!" Timpal Murid yang ada di antara mereka berdua.
George langsung menatap tajam pada Teman se-sekolahnya itu.
"Ha... ampun, George! Itu, Gue ngomong yang sebenarnya juga." Katanya sambil menunduk seraya termesem-mesem.
Bughh....
George melempar satu buah bantal yang sedang ia gunakan ke arah Temannya itu.
"Wle... gak kena!" Ledeknya.
George langsung bangkit, dan langsung turun dari tempatnya berbaring.
"Eh, sudah lah George! Jangan gitu."Kata Serly sembari meraih Tangan George.
George menatap sinis pada Serly, "Kenapa Tan? Dasar, Tante ganjen!" Katanya dengan menepis Tangan Serly kasar.
"Aih, itu mulu sih." Kata Serly heran, "Kamu, kan lagi sakit, George! Harus banyak istirahat!" Kata Serly memberi perhatian.
George menyunggingkan sedikit Bibirnya ke atas.
"Ayok! Sini, duduk lagi. Aku bawa sesuatu untukmu." Kata Serly dengan menepuk tempat tidur UKS lagi.
George makin ke senangan saat Serly menyuruhnya duduk dengan manis, juga Serly membawakannya sesuatu.
George menuruti apa kata ,Serly. Sementara, Serly, ia mengangkat Paper bag ke atas dan ia letakkan di atas tempat tidur.
"Apa ini,Tan?" tanya George bersemangat.
"Bentar, ya, Aku buka dulu." Jawab Serly seraya mengeluarkan kotak yang sudah di hias dengan cantiknya.
Wahhh.....
George ternganga kagum dengan hiasan yang begitu cantik dan rapi.
"Kayaknya, enak nih!" Seru George sudah gak sabaran.
"Pasti dong! Ini kan Spec...." Serly hampir keceplosan mengatakan Special untuknya.
__ADS_1
"Spec, apa? Tan!" Tanya George greget, apalagi aroma dari dalam kotak itu sudah bisa ia cium.
"Gak, gak jadi!" Jawab Serly sambil membuka lebar kotak itu.
"Waww... Brown Cake!" Seru George saat melihat dengan jelas apa isi di dalamnya.
"Kamu tahu?"
George mengangguk manis, bak anak kecil tingkahnya., dan membuat Serly jadi gemas.
Serly mengambil sepotong Cake tersebut dan ia sodorkan ke depan Mulut George.
"Aaaa...." Suruh Serly pada George.
George tersenyum makin girang, ia langsung membuka Mulutnya lebar-lebar. Lalu, George menggigit besar Cake tersebut seraya mengunyahnya.
"Gimana?" tanya Serly meminta pendapatnya.
"Em... enak, Tan! Ini enak banget."Jawab George jujur.
"Alhamdulilah, kalo gitu mah." Kata Serly bisa bernapas lega.
"Ini Special?" Tanya George sembari mengambil kembali potongan kecil Cake tersebut.
"Em...." Serly diam sambil berpikir.
Bukkk....
George menggebuk Tangan seseorang yang tiba-tiba muncul dan ingin mengambil Cake miliknya.
"Kalo mau, beli sana!" Titah George sengit.
"Ya elah, George! Pelit amat Lo ma teman sendiri!" Katanya dengan tatapan sinis.
"Ini Special buat, Gue! Lo mah beli." Kilah George yang emang itu adalah kenyataannya.
"Dasar pelit!" Katanya sedikit membentak.
"Biar....."
"Nih!" Serly memberikan sepotong Cake tersebut ke arahnya.
"Eh, jangan,Tan! Ini punya aku." Tolak George sembari meraih Tangan Serly.
"George!" Kata Serly sedikit menekankan suaranya.
"Iya deh. Tapi cuman sepotong aja, jangan minta lagi."
Serly hanya bisa menggelengkan Kepala melihat tingkah George yang ke kanak-kanakan. Tapi, itu imut banget di mata Serly.
__ADS_1
Murid itu mengambil sepotong Cake yang ada di Tangan Serly. "Makasih, Tante cantik!" Katanya sambil mengerlingkan Matanya sebelah.
"Kenapa, Lo? cacingan?" Ledek George yang melihat itu.
"Is.. sinis amat Lo. Serah Gue dong!"
"Hallah, modus!"
"Lo yang modus, udah tahu punya pacar. Masih deketin Cewek aja."
"Siapa, woi! siapa?" teriak George gak merasa.
Mereka berdua terus bersitegang, hanya gara-gara masalah sepele.
Tapi,tunggu!
Ada satu ucapan Bocah teman George yang mengganjal di hatinya.
"Apa benar, kamu udah punya pacar?" Tanya Serly dengan sedikit cemas.
Mereka yang sedari tadi terus berdebat merebutkan Cake juga perhatian Serly. Langsung diam seketika.
"Jangan di dengerin, Tan! dia mah tukang ngadu." Kilah George.
"Ih, buat apa juga Gue kayak gitu. Gak ada untungnya!"
"Jawab, aku dengan jujur!" Pinta Serly tegas.
George menatap Temannya dengan wajah sangar.
"Ok, ok. Gue bilang yang sebenarnya." Katanya seraya membuat ancang-ancang untuk kabur.
"Sebenarnya......."
Serly menunggu penjelasan teman George dengan was-was. Ia takut untuk sakit hati ketika mendengar penjelasannya.
Sementara, George. Dia tersenyum-senyum bahagia. Dia gak perlu repot-repot untuk menjelaskan itu.
"George itu, George itu Palyboy, Tan!" Katanya dengan berteriak di akhir.
Dia langsung berlari dengan cepat keluar dari Ruang UKS.
Hhhh.....
George menggeram kesal dan marah pada temannya itu. Ia mengepalkan kedua Tangannya di atas tempat tidur.
"Haddyyyyyyyyyyyy......!" Teriak George begitu kencang.
Serly langsung menutup Telinganya rapat-rapat saat mendengar teriakan George yang kencang dan sedikit menggema di dalam ruangan.
__ADS_1