Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
Pingin Lagi


__ADS_3

Sinar mentari menyapa rumah sederhana yang begitu hangat akan kasih sayang. Keluarga sederhana tapi lebih bermakna dan bahagia dari pada yang mempunyai rumah berhektar-hektar tapi terasa sepi tanpa adanya senyum dan tawa, tanya, dan tawa. Apalagi berkumpul bersama.


***


"Hai, Bu!" Sapa George setelah menyegarkan tubuhnya rutinitas di pagi hari.


Sedangkan Serly, dia masih bersiap-siap di dalam kamar miliknya.


George menghampiri Ibunya Serly yang sedang menyiapkan sarapan di pagi hari.


"Boleh aku bantu!" Tawar George sembari meraih nasi dalam bakul yang sedang di pegang Ibu.


"Makasih!" Ucapnya sangat tulus membuat hangat hatinya.


"Sama-sama."


Mereka sudah siap menata semua sarapan untuk pagi hari ini.


"Sebentar, ya! Ibu panggil, Serly dulu."Katanya permisi.


George mengangguk haru.


Ia terharu akan kebaikan dan kehangat keluarga Serly padanya. Bukan hanya itu, keluarga ini begitu lembut. Tidak ada kesunyian.


George makin iri dengan keadaan keluarganya Serly. Meski sederhana tapi lebih bermakna.


"Kamu udah stay aja, George!" Kata Serly sembari duduk di sampingnya.


"He, aku udah gak sabar ingin mencicipi masakan, Ibu lagi." Jawabnya tanpa sungkan-sungkan.


"Kenapa gak makan duluan?" Tanya Ibu manis.


"Hm, Aku nungguin kalian dulu. Biar kita bisa makan bersama." Kilahnya.


"Hm, kebersamaan lebih menyenangkan." Timpal Ibu sambil menyedok nasi yang banyak buat George.


"Ah, gak usah, Bu! Aku bisa sendiri." Tuturnya.


"Gak papa."


Ibu meletakkan piring yang sudah di isi nasi tersebut kehadapan George.


"Makasih!" Serunya.


George tinggal di tawari mau apa saja untuk pauknya.


"Biar aku sendiri aja, Bu!" Kata George sopan.

__ADS_1


Ibu Serly mengangguk.


Sarapan pagi kali ini sangatlah bermakna bagi diri George, ia gak akan pernah melupakannya.


***


"George! Gue udah di jalan yang kemarin, nih! Cepetan, Lo kesini!" Titah Haddy dari balik telpon yang sudah siap menjemputannya.


George langsung pamit pada Ibunya Serly seraya bersalaman.


"Assalamualaikum!" Seru mereka berdua.


Mereka berjalan kaki sampai kejalan besar di depan.


"Em, soal semalam...!" Ucap Serly ragu-ragu.


"Kenapa? Mau lagi?" Canda George.


"Ih, bukan itu."


"Gak papa, kok, Tan! Aku suka. Hihi...." Ucapnya terkikik.


Bugh...


Serly memukul pelan bahh George, "Is, kamu ini." Serunya malu-malu.


"Manis! Kayak Cake yang Tante bawa sekolah!" Jelasnya tanpa ragu-ragu.


"Kalo gak percaya, kita coba lagi, gimana?" Usulnya.


"Ih, itu mah kamu modus. Enakan di kamu, George!"


"Tante juga suka, kan?"


"Serly hanya tersenyum-senyum malu.


Mereka gak sadar kalo ternyata ada seseorang yang sedang memerhatikan mereka.


"He-ehemmm.." Haddy sengaja berdehem cukup keras.


"Eh, udah sampe!" Ucap Serly heran.


"Ape Lo, ehem! Ehem."


"Gak, Gue cuma lagi bayangin kalian lagi ciuman!" Ucapnya asal ceplos aja.


Serly yang mendengar itu jadi merasa malu. Ia kembali terbayang di ingatannya kejadian malam tadi. Dimana Serly salah mencium.

__ADS_1


Dia bermaksud mencium kening George sama halnya dengan George yang pertama mencium keningnya.


Eh, ternyata George sengaja meliukan wajahnya supaya Serly mencium tepat di bibirnya.


Serly yang terkejut salung mematung tanpa melepaskan sentuhan bibir mereka. George yang senang akan hal itu, langsung menyambutnya dengan *******-******* kecil ia berikan sampai Serly tersadar namun, gak mau melepaskannya juga. Mereka malah terhanyut akan ciuman pertama mereka.


***


"Selamat bekerja, Tan!" Seru George saat Serly sudah turun dari mobilnya.


"Makasih! Kamu belajar yang rajin, ya! Jangan bolos-bolos lagi." Kata Serly manis.


"Ok, Mamih!" Jawabnya bercanda.


"Mentang-mentang udah tua, di panggil Mamih!" Timpal Serly cemberut.


"Gak, kok! Tante belum tua, tapi udah berumur, hahaha..." Goda George.


"Ih kamu ini!"


"Yang penting aku sayang kamu!"


"Aku juga!"


"Dah, udah pada nungguin tuh!"


"Ok. Jangan terlalu cape-cape, ya!"


"Fine!"


"Good!" George mengangkat jempolnya, "Yuk, Dy! Berangkat!" Ajak George seraya pindah ke kursi bagian depan.


"Dasar bucin!" Ledek Haddy.


"Dari pada Joger!"


"Joger, joger, kamu yang....."


"Yang apa? Cepetan ah, Gue gak sabar ingin sekolah!"


"Ok!"


Haddy langsung melajukan mobil itu menuju sekolah SMA Danuart.


"Eh! Aden, Aden kemarin kemana? Tantenya nyariin Aden kesini!"


Haddy langsung menghentikan laju mobilnya di samping Pak Satpam. Kemudian George keluar, "Siapa pak?" Tanya George memastikan tak salah dengar.

__ADS_1


"Tante Aden! Kemarin Tante Aden datang kesini, nanyain Aden!"


"Oh."


__ADS_2