Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
Menginap Di Toko


__ADS_3

Haddy yang merasa aneh dengan perubahan sikap dan tampangnya yang dingin, ikut melangkah masuk mengekorinya sampai ke ruang tunggu, dimana ada beberapa kursi disana.


"Lo kenapa?" Haddy menatap George yang baru duduk bersama Serly dengan raut wajah serius.


George membalas tatapannya, namun tak bersuara.


"Tan. Si bocah baper ini kenapa, sih? Kok aneh gitu wajahnya… kek habis kena palak!" tanyanya panjang lebar. Itulah Haddy, yang tidak puas jika hanya sedikit bicara tanpa mengejeknya juga.


Serly mendesah sembari menundukkan kepalanya. 


Membuat Haddy semakin bingung. "Caelah. Katanya dari pesta. Tapi, kok malah kek dari kuburan!" cibirnya.


George menghela nafas, kemudian berdiri dan mengajak Haddy untuk pergi dari sana.


"Lo pulang aja. Gue mau tidur disini sama Tante," ucapnya menyeret Haddy sampai ke depan toko.


Haddy mengerutkan alisnya. "Lo ngusir gue?" tanyanya heran.


"Ish." George memutar bola matanya malas. Dia melepaskan cekalan tangannya dari bahu Haddy.


"Lo kenapa, sih? Ngomong dong ama gue!" Haddy menatapnya sedih.


George diam dengan tatapan kosong ke arah depan.


"Yaudah. Kalau lo gak mau ngomong ama gue. Gue pulang dulu kalau begitu," ucapnya seraya berbalik.


"Mamah gue ada disana, Dy."


Haddy terdiam, kemudian membalikkan badannya menghadap George.


"Dia berulah, Dy. Dia maki-maki Tante. Dia kembali ngerendahin Tante lagi. Dan itu di depan semua orang, Dy. Di depan semua tamu yang ada disana!"


Haddy menghela nafas dan memasukkan kedua belah tangannya di dalam saku. Dia melangkah semakin dekat dengannya.


"Kenapa Tante bisa ada disana?"


George menunduk. "Ternyata itu pestanya Om Zio. Rekan kerja papa gue."


"Hm. Terus gimana sekarang, George? Tante masih saja belum redam. Dia malah semakin menjadi."


George menggelengkan kepalanya kecil.


"Sepertinya lo harus pulang dulu, deh. Tanya baik-baik pada Tante. Kali aja ada titik cerah buat hubungan lo berdua."


Satu tarikan nafas George hembuskan pelan. "Gue takut dikurung lagi, Dy. Entar gue gak bisa ketemu Tante lagi."


"Ciah. Cemen lo. Baru dikurung beberapa hari saja, takutnya gak ilang-ilang ampe sekarang!" Haddy menepuk bahu lengan George cukup keras.

__ADS_1


"Gue serius, George. Entar gue bantu deh! Kali aja gue dapet bonus!"


"Ck." George memutar bola matanya malas.


"Yaudah. Gue pulang dulu. Kasian Dewi cinta udah kesel dari tadi. Ampe ketiduran dia," ucapnya menepuk bahu George sekali lagi.


"Hm."


Mereka kembali masuk ke dalam ruangan tersebut, dimana Serly sudah terlelap di atas kursi yang tadi.


"Seriusan lo mau tidur disini?" Haddy menatap Serly lekat. Ada rasa ingin dihatinya memiliki wanita yang tegar seperti dirinya.


"Hm."


"Terus, pegimana ama ibunya?"


George nyengir sambil mengusap-ngusap kuduknya. "Gue suruh boong," ucapnya sambil mengikik.


Haddy yang belum paham menautkan kedua alisnya.


"Gue suruh Tante bilang… kalau dia mau nginep di rumahnya Om Zio, temennya itu."


"Ciah. Ada-ada saja, lo. Dosa tuh! Ama orang tua lagi."


"Hihi… sekali doang," jawabnya tanpa beban.


"Sekali juga tetap dosa!"


"Cih. Dasar bocah. Awas aja lo nyuri kue apem!"


Seketika George tertawa terbahak-bahak mendengar candaan sahabatnya, dan membuat Serly yang baru beberapa menit tertidur… terbangun kembali dan menatap mereka berdua heran.


"George. Ada apa?" tanyanya parau.


George menggeleng sambil menghentikan tawanya.


"Hm." Serly kembali terlelap dengan posisi memunggung.


"Lo, sih. Bawa-bawa apem segala!"


Haddy tersengeh sambil menggaruk tengkuknya. "Tapi, enak tau, George."


"Cih, lo, ya! Awas aja kalau Dewi hamil duluan! Gue lapor pak RT entar." George melangkah mendekati beberapa jendela… dan ia tutup.


"Gak 'lah, George. Gue jaga kebujangan gue!" Haddy ikut membantu menutup toko tersebut.


"Gak percaya gue." George berbalik menatapnya serius.

__ADS_1


"Serah. Yang penting gue jujur."


"Terus?"


"Dah, ah. Jangan lupa matiin lampunya. Biar lo bisa nyuri tuh kue paling lezat sedunia."


George mengangguk sambil terus terkekeh mengingat candaan sahabatnya tadi.


"Gue bangunin Dewi dulu. Lo baik-baik. Besok… pagi-pagi gue kesini… lo kudu udah bangun."


"Siap Komandan!"


"Cih. Laga, lo."


George terkikik dan mengikutinya ke ruangan lain. Dimana Dewi tertidur pulas disana.


Haddy melangkah dan membangunkannya dengan biasa saja.


Ada keanehan yang George liat dari caranya membangunkan tersebut. Tapi, dia lebih baik diam tanpa ikut mencampuri hubungan mereka berdua.


Setelah bangun, dia mengantarnya sampai ke halaman depan toko. Kemudian kembali masuk setelah mereka pergi, dan mengunci toko tersebut dari dalam.


Semua lampu George matikan, hanya cahaya temaram yang berasal dari luar saja sebagai penerang tidur mereka berdua.


George melangkah mendekati Serly yang masih tidur memunggung, lalu mengangkatnya dan ia tidurkan di bawah, diatas sebuah karpet yang berada di bawah meja.


.


.


.


Stay tuned!


Akan ada part asem-asem manis🤭


Safe and healthy semua!


Salam cinta dari author kesayangannya Taehyung😁


.


.


Assalamualaikum.


Sampai jumpa di part selanjutnya.

__ADS_1


Calangeo!


💜


__ADS_2