Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
Sugar Couple


__ADS_3

"Bentar, Tan. Itu masih ada," ucap George sambil menatap wajah Serly yang masih berantakan.


"Mana, George?" Serly meraba-raba wajahnya mencari noda yang dimaksud oleh George.


"Bentar." George mengarahkan sebelah tangannya ke wajah Serly, lalu mengusap beberapa noda terigu di wajahnya.


"Sudah?" tanya Serly saat George kembali mencuci tangannya.


George menggeleng. "Belum," jawabnya dengan senyum tipis.


Serly mengerutkan dahinya. "Yang bener, dong."


George terkekeh. "Coba liat sini?"


Serly menurut. Dia menengadahkan kepalanya sedikit, menatap George yang terus musam-mesem.


"Lebih dekat, Tan. Biar aku gampang merhatiinnya."


"Ish, kamu." Serly memukul dada George pelan. Lalu tersenyum malu-malu sambil menundukkan kepalanya.


George tersenyum. "Tapi aku serius, Tan. Masih ada noda itu," ucapnya sangat meyakinkan sekali.


Serly kembali menatapnya. "Kamu modus!"


George menggeleng. "Aku serius, Tan," ucapnya hendak meraih wajah Serly.


"Biar aku saja!" Serly memalingkan wajahnya hendak menatap cermin yang ada di sana.


"Nodanya gak akan terlihat oleh mata Tante."


"Terus?"

__ADS_1


George menarik tangannya sampai  tubuh mereka merapat tidak menyisakan jarak sedikitpun.


Sebelah bibir George tersungging sembari menurunkan tangannya pada pinggang Serly.


"Hanya aku yang bisa melihat dan merasakannya," bisiknya berhasil membuat bulu kuduk Serly berdiri.


Mereka saling tatap cukup lama… dengan jarak wajah yang semula jauh kini semakin mendekat, dan akhirnya hidung mereka beradu.


Nafas keduanya bersatu.


Serly memejamkan matanya tahu akan apa yang George lakukan padanya.


Mmmm….


Dua benda kenyal merah merona saling menempel.


George m3m4gut bibir Serly sangat dalam, dan memainkannya sampai puas.


Serly terbuai. Dia menaikan kedua tangannya merangkul di pundaknya.


George memainkan kedua bibir Serly dengan sangat lihai. Sesekali , dia menggigitnya meminta Serly supaya membuka mulutnya, dan dia bisa menyusuri setiap rongga mulut pacarnya itu.


Semakin lama mereka berc1uman, sampai pada akhirnya Serly merasakan sesak di dadanya.


Dia mendorong sedikit dada George memberinya pengertian.


George yang sudah paham langsung melepaskan c1umannya.


"Tak akan ada habisnya aku mencintaimu, Tan. Sama halnya dengan bibir ini," ucapnya sambil mengusap benda tipis kenyal dan sangat manis itu.


Serly tersenyum dan sedikit berjinjit untuk meng3cup bibirnya.

__ADS_1


"Makasih, George." ucapnya setelah mendaratkan k3cupan tersebut.


George tersenyum dan kembali mendekatkan wajahnya.


"Sudah. Kita sudah terlalu lama disini. Nanti ada yang masuk, gimana?" Serly menempelkan sebelah tangannya pada bibir ranum George.


"Dikit aja, Tan. Aku masih mau," jawabnya sambil menyingkirkan tangan Serly dari bibirnya.


"George!" Serly menatapnya ketus.


George tersengeh dan terus menggodanya dengan mendekat-dekatkan wajahnya pada kedua pipi Serly yang terus menghindar darinya.


"George. Udah, ah. Nanti bablas."


George tertawa. "Ya, nggak atuh, Tan. Aku masih bisa jaga diri."


Serly menatapnya lama. "George. Mana kita tahu kalau ada setan masuk ke dalam diri kamu?" ucapnya sinis.


George menghela nafas. "Tapi nanti minta lagi, ya? Bibir Tante membuatku kecanduan," bisiknya dan mencuri c1uman lagi di bibirnya.


"George!" Serly memukul lengannya cukup kuat dan berkali-kali.


"Hahaha… ampun, Tan. Ampun!" George menghadangkan kedua tangannya berusaha menghindari pukulan pacarnya.


Cklek.


"Caelah. Kamar mandi juga jadi tempat romance-romance an." Haddy melipat kedua tangannya di dada. Melihat kelakuan dua sejoli yang tengah perang tangan sambil berteriak-teriak manja.


George juga Serly langsung menoleh dan menghentikan keributan tersebut.


Mereka saling lempar senyumannya, dan terkikik menahan tawa.

__ADS_1


"Cih. Dasar Sugar Couple!" ejek Haddy dan melangkah masuk ke dalam sana, membuat Serly juga George heran.


"Ngapain, lo?" tanya George sambil menggeser tubuh Serly ke sampingnya.


__ADS_2