
Serly terus mengikuti langkah Pak Satpam yang berjalan lebih dulu di hadapannya.
Bukan hanya Serly saja yang ngikutin Pak Satpam, banyak juga para Murid Laki-laki yang ngikutin langkah Serly dari belakang.
Kicauan-kicauan para Murid bak burung perkutut yang sedang mencari sensasi kedapa layan jenisnya. Begitu juga para Murid SMA Danuart yang mengikuti Serly di belakang.
Serly menoleh seraya tersenyum menyapa sebentar pada mereka, yang bikin mereka makin menjerit ke senangan.
Ada juga yang berpura-pura lemas, nyaris pingsan. Ada juga yang malah makin keras menggoda Serly.
Dukkk....
Serly sampai menabrak Punggung pak Satpam karna Serly menoleh pada Murid-murid yang terus mengikutinya.
"Aduhh." Keluh Pak Satpam.
"Eh, maaf Pak! Aku gak sengaja." Kata Serly seraya menganggukan Kepalanya sedikit.
"He, gak papa Nona!" Jawabnya sopan, "Silahkan Nona masuk, Den Georg ada di dalam." Kata Pak Satpam mempersilahkan Serly untuk masuk.
Serly mengangguk seraya berterima kasih. Lalu, Pak Satpam membukakan pintu UKS untuk Serly.
"Silahkan Nona!"
Serly tersenyum merasa tersanjung dengan perlakuan Pak Satpam padanya. Setelah itu, Serly langsung masuk kedalam.
Ada beberapa kasur yang terdapat di ruang UKS ini, ada yang di isi juga ada yang kosong.
Serly mengedarkan pandangan mencari Bocah yang sedari tadi Serly cari.
"Dimana sih!" Gumam Serly kesal karna gak melihatnya ada di ruang UKS ini.
Serly malah melihat orang lain yang sedang berbaring, dan Serly pikir dia sakitnya bohong-bohongan. Dia hanya berpura-pura sakit saja.
"Hay Tan!" Sapanya manis.
Serly hanya tersenyum menanggapi sapaan Murid itu.
__ADS_1
"Tante nyari siapa ke sini?" tanyanya.
Serly hanya diam saja tak menanggapi pertanyaan Bocah tersebut.
Cklekk....
Serly langsung mengedarkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka.
Senyum Serly langsung terukir dengan rapi, ia langsung berjalan mendekati siapa orang yang baru keluar dari ruangan yang entah ruangan apa itu.
"Kamu kenapa?" tanya Serly cemas.
Dia malah diam dan langsung membaringkan Badannya di atas tempat tidur.
Serly menghela napas berat. Ia tahu, kalo anak ini sedang marah padanya.
Serly mengikuti Bocah ini seraya duduk di sampingnya di atas tempat tidur (di pinggir ranjang).
"Kamu marah sama aku?" tanya Serly lembut.
Bocah ini malah membalikan badan-nya gak mau menatap Serly.
George gak menghiraukan panggilan Serly barusan.
Serly menarik pelan Punggung Bocah itu sampai ia kembali terlentang.
"George! Apa salah aku sama kamu?" tanya Serly bingung.
Terlihat George menarik napasnya pelan.
"Tan! Tante gak salah apa-apa!" Jawabnya lirih.
Serly bisa melihat ada yang ia sembunyikan.
"Apa ada sesuatu?" tanya Serly.
George langsung bungkam tak mau angkat bicara lagi.
__ADS_1
Serly meraih Tangan George dengan lembut.
"Jangan sungkan, Aku akan senang hati mendengarkan keluh kesahmu George!" Kata Serly memberinya ruang untuk bicara.
Kedua bola Mata George jadi berkaca-kaca.
Serly langsung menggenggam erat Tangan Bocah itu menguatkan.
"Kalo kamu belum bisa membicarakan-nya sekarang, aku akan menunggu kapanpun kamu sedia!" Kata Serly begitu manis.
Semua Murid yang menonton percakapan Serly jadi saling peluk sama Teman-temannya.
"Tante! I LOVE YOU!" Kata seseorang dengan lantangnya mengatakan kata cinta pada Serly.
George dan Serly langsung menoleh secara bersama-sama mencari tahu siapa Bocah yang sangat Gentle berteriak kata cinta pada Serly.
Serly langsung tersenyum kala melihatnya membentuk sebuah hati dengan Tangannya di depan Dada.
Senyum Serly makin melebar ketika mereka semua mengikuti Bocah itu juga.
Siiippp.....
Serly mengacungkan kedua Jempolnya ke udara mengagumi ke kompakan mereka semua.
"Ih... Ngapai kalian ke sini? sana keluar! Ini tempat orang sakit, bukan tempat menyatakan cinta!" Kata George dengan nada marah.
Serly langsung menoleh pada George, ia gak menyangka kalo ternyata George bisa berkata seperti itu.
Huuuuhhhhhh.....
Mereka semua bersorak meneriaki George meledek.
"Ape Lo? mau Gue aduin sama Bu Hellen! Biar kalian semua di suntik!" Tantang George.
Mereka semua bergidik membayangkan Bu galak di Sekolah ini.
"Iiyyyh...." Salah seorang Murid sampai bersuara, "Tante! Kami tunggu di kantin ya,Tan! Bye...bye... Tante manis!" Serunya sambil melambaikan Tangannya pada Serly alay.
__ADS_1
Serly hanya geleng-geleng kepala gak percaya dengan tingkah anak-anak SMA jaman sekarang.
Teu kaur liat yang cantik, dan molek. Mereka langsung berkerumun seperti Semut pada makanan manis.