Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
Membuat Serly Kesal


__ADS_3

Serly mengerutkan dahinya. Semakin penasaran dengan pokok pembicaraan kali ini.


"Apakah itu benar?" tanya mamanya Haddy sekali lagi.


Serly menghela nafas mencoba untuk tetap tenang.


"Da-" ucapannya terpotong pada saat melihat George sudah turun dan melangkah mendekatinya.


"Aku sudah siap. Apa kita berangkat sekarang?" George berdiri di samping kursi yang Serly duduki sembari melipat lengan bajunya dua kali.


Serly tersenyum, sangat terpesona melihat penampilan George yang keren menurutnya.


Dia menoleh, kembali menatap wanita yang sudah membuatnya penasaran itu.


"Kami berangkat dulu, Tan. Jangan menunggu Haddy… dia aku suruh buat jadi Satpam!" ucap George seraya menyalami tangan tantenya.


"Kamu mah kebiasaan, George," jawabnya dengan senyum tertuju pada Serly yang berdiri di belakang tubuh George.


"Bentar doang, Tan. Gak sampe tiga hari, kok," jawabnya terkekeh geli.


Mamanya Haddy mendelik. "Ya sudah… kalian hati-hati di jalan. Jangan lupa oleh-olehnya."


Serly tersenyum sembari menyalami tangannya.


"Tenang, Tan. Ada pawangnya disini," ucap George sambil merangkul pinggang Serly lembut.


"Kelakuan!" cibir mamanya Haddy.


George terkekeh, kemudian pamit dari sana.


Serly juga George melangkah bersama-sama menuju halaman rumah, dimana motor tadi terparkir.


"Langsung kesana atau jalan-jalan dulu?" tanya George sembari naik  ke atas motor.


"Langsung aja. Biar cepetan pulang," jawabnya datar.


"Cie… yang mau buru-buru berduaan!"


"Apa, sih, George?" Serly menepuk pundaknya kuat.


"Haha… bener 'kan? Tante 'kan, cuma berdua di rumah?" George melajukan motor tersebut keluar dari halaman rumah Haddy.


Ish!


Serly mendesah sambil memelukkan kedua tangannya pada pinggang George.




Motor melaju membelah jalanan kota yang mulai sedikit gelap dengan beberapa lampu jalan mulai menyala.



George menghentikan motornya di sebuah halaman yang cukup luas, dan dipenuhi dengan pernak-pernik khas sebuah pesta.



Keduanya turun dan berjalan bergandengan masuk ke dalam rumah tersebut dengan sebuah paper bag George tenteng di tangan kirinya.


__ADS_1


"Hai, Serly sayang! Baru dateng, ya?" sapa seorang wanita bertubuh jangkis di hadapannya.



Serly tersenyum dan bercipika-cipiki kecil dengannya.



"Bagaimana kabar lo, Ser?" tanyanya rindu.



"Baik. Bagaimana dirimu, Ji?" tanyanya balik.



"Seperti yang kamu lihat," jawabnya memperlihatkan tubuhnya.



Serly tersengeh.



"Betewe… lo gak mau ngenalin gue ama berondong lo, tuh?" Winji menggerak-gerakkan alisnya ke arah George.



George tersenyum tipis, lalu mengulurkan tangannya ke hadapan teman pacarnya itu.



"George!" ucapnya tegas.




Membuat Serly kesal melihatnya. Dia menepuk kedua tangan yang masih saling menggenggam dengan sangat kuat.



"Yuk. Adiba pasti sudah menunggu kita!" ucapnya menarik tangan George untuk menjauh dari sahabatnya itu.



Winji terkekeh menatap kepergian mereka berdua. "Bisa juga si Serly dapetin dia," gumamnya sembari melangkah menuju seorang Pria yang tengah menggendong seorang bayi.



\*\*\*\*



Di lantai atas, Serly mengetuk-ngetuk sebuah pintu kamar yang tertutup rapat.



"Lagi kuda-kudaan kali, Tan?" terka George berhasil mendapatkan pelototan dari Serly.


__ADS_1


"Habisnya… sedari tadi diketuk… gak dibuka-buka juga." George menatap malas pada pintu yang juga belum ada tanda-tanda dibuka.



Tak lama,



Cklek.



Seorang Pria bertubuh tegap, dengan tinggi semampai dan sedikit berotot keluar dari kamar tersebut.



"Om Zio?" George melebarkan tatapannya, menatap heran pada Pria yang ada di hadapannya itu.



"George? Itu kamu?" tanyanya.



George mengangguk, dan Zio langsung memeluknya hangat.



"Bagaimana kabarnya, George? Sudah lama kita tidak bertemu?" ucapnya seraya membawa George ke ruangan lain, meninggalkan Serly sendirian disana kebingungan.



"Woi!"



"Astagfirullah!" Serly terperanjat dan memegangi dadanya.



"Yaelah. Gitu doang lo terkejut?" ucapnya menggeleng-gelengkan kepala. Lalu, membawa Serly masuk ke dalam kamarnya.



.


.



Mohon dukungannya🙏🙏.. biar aku semakin semangat update bab selanjutnya😘.



Happy reading....



Like, Komentarnya ditunggu💜


__ADS_1


Saranghaeyo💜💜


__ADS_2