Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
Gak Jadi


__ADS_3

Sementara George meminta izin untuk pulang. Serly?


Dia menunggu George di luar gerbang.


Pak Satpam yang ada di dekat gerbang tersebut, terus menatapnya aneh. Sampe-sampe Serly tidak berani untuk berbalik dan melihatnya.


Dia terus memunggung, membelakangi Satpam tersebut.


''Ngapain, sih, tuh, Pak Satpam sedari tadi ngeliatin aku terus? Jadi risih 'kan, aku,'' batinnya menggerutu, karena tidak nyaman.


Dia menggigit sedikit ujung kukunya sambil terus bergumam.


Tak lama, terdengar ada sebuah suara mobil yang melaju dari arah belakang tubuhnya.


Serly langsung berbalik dan tersenyum manis melihatnya.


"Aden. Aden mau kemana?" tanya Pak Satpam seraya berjalan mendekati George.


George menengok seraya tersenyum tipis, "Pulang, Pak! Aku mau istirahat di rumah saja." jawabnya sembari turun dari mobil.


Pak Satpam mengangguk pelan menanggapinya.


"Yuk, Tan!" ajaknya sambil membukakan pintu untuk Serly.


Serly mengangguk pelan, " Mari, Pak!" ucapnya manis.


Dia menundukan kepalanya sopan saat melewati Pak Satpam yang menatapnya aneh.


Pak Satpam mengangguk lagi.


Setelah itu, Serly masuk dan George melangkah memutari mobilnya ke arah kemudi.


"Jangan bingung, Pak! Itu Tante, aku." ucap George paham dengan ekspresi wajah Pak Satpam yang sangat aneh.


George menepuk pelan Bahunya.


Pak Satpam mengangguk seraya mempersilahkan George untuk melajukan mobilnya.


George dan Serly tersenyum, lalu mereka pulang bersama-sama, tapi tidak untuk pergi ke rumah, melain ke toko terlebih dahulu.


Sesampainya di toko,


Serly langsung keluar tanpa menunggu George untuk membukakan pintu terlebih dahulu untuknya.


"Tan!" seru George pas keluar dari dalam mobil, melihat Serly yang sudah siap untuk masuk ke dalam toko.


Serly menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh pada George.


"Ayok, kamu masuk aja. Gak perlu di ajak lagi 'kan?" ucap Serly mengayun-ngayunkan tangannya.


George langsung menutup pintu mobilnya dan melangkah mengikuti Serly masuk kedalam toko.


Serly menyambutnya dengan segala perlengkapan.


"Kamu, duduk dulu disini, ya!" titahnya seraya menggeserkan kursi empuk untuk George duduki.


George tersenyum hangat melihat perhatian Serly padanya.


Lalu....


Serly menghidangkan minuman juga cake ke hadapan George.


"Kamu tunggu dulu sebentar, ya. Aku harus bantuin mereka untuk melayani para pembeli." ucap Serly sambil menengak-nengok kiri kanan.


George mengikuti lirikan mata Serly yang sibuk terus berputa-putar ke sekeliling ruangan tersebut.


George melihat banyak orang yang sedang berlalu lalang memilah- milih kue dan makanan manis lainnya.

__ADS_1


"Hm.'' George mengangguk mengiyakan permintaan Serly tadi.


Serly tersenyum seraya mengacak rambut George gemas. "Bocah, baik!" ucapnya gemas.


George langsung memasang muka datar, setelah mendengar apa yang barusan Serly katakan padanya.


"Kalo gitu,... aku kerja dulu, ya!" ucapnya seraya melengos dari hadapan George menuju pada para pembeli.


Alhamdulillah, hari ini banyak orang yang berkunjung ke tokonya untuk membeli berbagai macam cake juga cookies.


.


.


Serly terus mondar mandir sibuk melayani mereka juga mencatat beberapa jenis pesanan mereka juga.


George menunggunya dengan santai sambil terus nyemil makanan yang sudah Serly sediakan untuknya tadi.


Kring..., kring..., kring.


Suara telepon masuk terdengar begitu jelas di telinga George.


Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari dari mana asal suara tersebut.


Tatapannya tertuju pada Handphome milik Serly.


Dia melangkahkan kakinya mendekati meja Serly secara santai.


Pertama-tama, George melihat siapa nama si pemanggil dalam layar yang terkunci.


"Adiba." gumamnya membaca nama yang tertera di layar tersebut.


Kemudian dia mengedarkan pandangannya mencari sang pemilik Hp tersebut.


"Sibuk!" gumamnya bingung.


George menghela nafas, akhirnya memutuskan untuk membiarkan saja Hp tersebut terus berdering.


Sesampainya di kursi tersebut, handphone milik Serly akhirnya diam.


George menghembuskan napas pelan, "semua buatan Tante pada enak-enak. Pantas saja banyak orang yang membeli!" gumamnya sembari memasukan sepotong Cookies kedalam mulutnya.



Hari sudah mulai sore, tapi Toko Serly masih saja banyak pembeli.


Sudah beberapa jam pula, George menunggunya.


George sudah banyak menghabiskan banyak Cake, dan Cookies. George juga sudah berjalan-jalan di luar Toko, dan sekarang, George tertidur di dalam Mobilnya sendiri.


Sedang enak-enaknya tertidur, suara panggilan masuk mengejutkan George.


Kring....


Suara lagu barat melantun dengan keras di dalam Mobil, di sertai suara getaran.


George merentang kedua Tangannya seraya bergumam. Siapa sih, yang neplon? Ganggu aja.


George menegakan Badannya seraya melihat-lihat mencari Hp-nya di mana.


Setelah ketemu, George gak langsung mengangkat Panggilan masuk tersebut.


"Mami!" Gumam George lesu.


George gak mau untuk mengangkat panggilan tersebut, dan ia biarkan begitu saja sampai tak berdering lagi.


Brakkk...

__ADS_1


George melempar pelan Hp-nya ke kursi sebelah.


Ting...


Hp milik George menyala, tanda ada pesan yang masuk.


Dengan malas, George mengambil Hp nya kembali.


Lalu, George men-scrool Hp nya membuka kata sandi.


Terpangpang di jelas di depan layar ada banyak pesan masuk, dan salah satunya dari orangtuanya.


Setelah terbuka, George menekan satu pesan.


Sayang! Katanya kamu sakit, sekarang lagi dimana? Mamih sudah di rumah. Mamih sudah menunggumu dari tadi sama Papih.


Seperti itulah isi pesan masuk dari Mamihnya George.


Bukan cuma satu, Mamih George banyak mengirim pesan untuknya.


dengan waktu hanya berbeda beberapa detik saja. Tapi, hanya satu yang George buka.


George menatap kosong ke arah Toko, ia bingung mana yang harus ia pilih.


Di sisi lain, George ingin sekali bertemu dengan kedua orangtuanya yang sudah berbulan-bulan gak bertemu. Tapi, George juga ingin ikut bersama dengan Serly, kerumah Serly.


George keluar dari dalam Mobil dan melangkah menuju Toko yang masih lumayan ramai.


George berjalan mendekati, Serly ke arah beberapa Kue yang tersusun rapi.


"Tan!" Panggil George kebingungan.


"Em." Serly berbalik menatap, George yang sudah ada di dekatnya saja. "Eh, George! Ada apa? Kamu udah kesal ya menunggu?" Tanya Serly dengan tatapan kurang pokus.


"Tante bisa ikut saya dulu!" Pinta George seraya meraih Tangan Serly.


"Sebentar ya, Bu-ibu. Saya ada keperluan sebentar." Kata Serly meminta ijin untuk meninggalkan mereka dulu.


"Ada apa?" Tanya Serly saat mereka sudah jauh dari kerumunan Ibu-ibu.


"Em, gimana ya!" Pikir George bingung harus ngomong apa.


"Ngomong aja. Aku pasti dengerin."


George menghela napas terlebih dahulu, "Aku gak jadi ikut sama, Tante!" Serunya.


"Kenapa?" Tanya Serly sedikit keras.


"Itu, em, Mamih pulang!" Jawab George dengan susah payah.


"Oh." Serly mengangguk pelan, "Kalo gitu, kamu pulang aja. Nanti, Ibumu hawatir, kalo kamu lama untuk pulangnya." Titah Serly paham.


Dengan berat hati, George mengangguk mengiyakan perintah Serly untuk segera pulang.


George menarik lengan Serly dengan cepat, dan otomatis Serly tertarik dan mereka saling dekat.


George langsung memeluk Tubuh Serly dengan hangat, "Besok, aku akan ke rumah Tante pagi-pagi."


Serly mengangguk pelan. Ia malu di liatin banyak orang dan para pegawainya.


George mencium pelan Dahi Serly dan setelah itu, ia pamit untuk segera pulang.


Sebelum George masuk kedalam mobil, Serly berjalan mendekati George dan memberikan sesuatu untuk ia bawa.


"Makasih, Tan! Besok aku jemput."


Serly mengangguk dengan senyum terus merekah menghiasi Wajahnya yang masih merona.

__ADS_1


Setelah itu, George masuk ke dalam Mobil dan mulai melajukan Mobilnya menuju jalan besar.


Sementara Serly, ia tersenyum-senyum sendiri di depan Toko melihat kepergiannya.


__ADS_2