Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
Dia Demam


__ADS_3

Setelah selesai, Serly langsung pergi dari tokonya menuju sekolah tersebut ... dengan sebuah paper bag ia tenteng.


"Mas! Berenti!" ucap Serly menghentikan sebuah taxi yang lewat.


Taxi tersebut pun langsung berhenti dan sang sopir menurunkan kaca mobilnya.


"Mau kemana, Neng?" tanyanya sopan.


"SMA Danuart, Pak! Bapak tahu?" jawabnya balik bertanya.


Sopir tersebut menganggukkan kepalanya. "Ayok, Neng!" ajaknya.


Dengan wajah yang berseri-seri, Serly langsung berputar dan masuk kedalam taxi tersebut, dan


tidak perlu dikasih tahu lagi, Pak Sopir segera melajukan mobilnya menuju sekolah yang Serly maksud.


Serly terus tersenyum sembari membayangkan bagaimana reaksi George ketika dia tahu kalo dirinya datang untuk bertemu dengannya dan membawa sebuah cake yang ia buat spesial untuknya.


"Ada rapat, ya, Neng?" tanya Pak Sopir memecahkan hayalan Serly.


Serly menautkan kedua alisnya, heran dengan pertanyaan Pak Sopir padanya.


"Mmm ... atau Eneng mau jenguk Adek Eneng, ya!" terkanya lagi ... membuat Serly semakin bingung.


Dia terdiam membisu, dengan perasaan malu. Jadi, dia kira Gue mau ngunjungi Bocah itu karena dia pikir Gue Emak-nya kali ya. Batin Serly menggerutu.


Dia gak mau menjawab Pak Sopir meski hanya dengan sebuah anggukan saja. Karena terkaan Pak Sopir salah. Serly bukan mau menjenguk atau apalah itu, dia kangen sama Bocah yang bernama George itu.


Apalagi tadi pagi, ia melihat muka masam George dan pergi gitu aja.


"Semoga kamu suka Georg!" Gumam Serly sambil melihat kotak di dalam Paper bag.


Beberapa menit kemudian, Serly sudah sampai di Sekolahan yang begitu tinggi dan besar.


Setelah turun dari Mobil, Serly berdiri di luar gerbang sambil menatap takjub pada Sekolahan yang sangat luas dan bagus.

__ADS_1


"Ada keperluan apa Nona?" tanya Pak Satpam yang menjaga gerbang masuk.


"I-ini Pak! Apa benar ini SMA Danuart?" tanya Serly pura-pura belum tahu.


Padahal, dari atas gerbang juga sudah tertera dengan jelas nama SMA-nya.


"Iya Nona! Ada keperluan apa?" tanyanya lagi.


"Itu, em... ini Pak! Saya boleh masuk!"


"Kalo boleh tahu, ada keperluan apa? dan sama siapa?"


Astaga, repot juga ya. Mau masuk aja udah seperti mau melamar. Batin Serly ke heranan. "Saya mau bertemu dengan Murid sini Pak!"


"Namanya?"


"George!"


"Apa dia melakukan sesuatu?"


Serly menatap malas pada Pak Satpam penjaga gerbang ini, "Saya Tante-nya! Saya gak bisa membicarakan-nya disini." Jelas Serly jengkel.


Astaga....


Kenapa gak ngomong dari tadi sih. Pake acara Wawancara dulu. Bikin pusing aja. Batin Serly kesal.


"Nona bisa menunggu di dalam." Katanya sambil membuka pintu gerbang.


"Silahkan Nona!" Serunya sopan.


Kalo gak penting-penting amat, gak jadi Gue kesini. Batin Serly.


Serly melangkahkan Kakinya masuk ke halaman sekolah.


Ini sekolah apa istana, gede banget. Puji Serly.

__ADS_1


"Nona mau nunggu dimana? di ruang KepSek, atau...."


Ucapan-nya langsung Serly potong.


"Di kantin aja Pak! Kalo udah pada istirahat, kasih tahu aja."


"Iya Nona!"


Setelah itu, Pak Satpam langsung pamit untuk berjaga lagi sambil mengawasi sekitar. Takutnya ada yang bolos sekolah.


Kriiinnnggggg.....


Bel Sekolah berbunyi begitu nyaring, dan itu menandakan waktu istirahat telah tiba.


Serly menunggu George dengan perasaan dag-dig-dug ser.


"Tenang Ser! Lo bukan mau ketemu sama setan. Tapi Lo mau ketemu sama Pangeran." Gumam Serly menenangkan dirinya sendiri.


"Nona!" Seru Pak Satpam.


Serly langsung menoleh cepat. "Ya Pak!"


"Den, George demam! Dia di bawa ke UKS." Kata Pak Satpam memberi tahu Serly.


"Apa? dimana letak UKS-nya Pak?" tanya Serly cemas.


"Nona bisa ikut saya." Ajaknya.


Serly mengangguk dan langsung berdiri. Pak Satpam melangkah terlebih dahulu dan Serly mengikutinya dari belakang.


Waahhhhh.....


Tatapan para Murid yang baru keluar dari Kelas-nya membuat Serly canggung. Serly sedikit menundukan Kepalanya seraya mengangguk sedikit menyapa mereka.


Senyuman juga kedipan dan seruan mereka tujukan pada Serly mengagumi.

__ADS_1


Bagaimana tidak, Serly memakai baju ketat dan rok mini hitam serta Hig heels dengan Kaki yang jenjang dan mulus.


Membuat para Murid Laki-laki tak bisa mengalihkan pandangannya dari Serly dan membuat Serly jadi sedikit risih.


__ADS_2