Bocah! Saranghae!

Bocah! Saranghae!
George Gegana


__ADS_3

Tok…, tok.


"George. Lo di dalem 'kan? Udah bangun belum?"


George langsung mengangkat pandangannya. Dia melirik ke arah jendela kamar Serly yang tertutupi oleh hordeng.


Terlihat ada sebuah bayangan hitam di luaran sana.


George segera turun dan mendekati jendela tersebut.


Sementara Serly, dia buru-buru menurunkan bajunya… dan menarik selimut sampai menutup ke lehernya.


Srekkk.


George membuka hordeng tersebut, dan terlihatlah sebuah wajah yang menurutnya sangat mengerikan.


"Ngapain, sih, lo jam segini ketok-ketok jendela kamar orang? Ganggu aja!" ucapnya setelah membuka jendela tersebut.


Haddy nyengir tanpa beban. "Buka pintu dong! Gue ngantuk, nih." pintanya memohon.


George mendelik, lalu menatap Serly yang nampak memunggunginya.


Hhh….


"Sono. Lo pulang aja!" usir George ketus.


"Ck. Tega banget, sih, lo. Gue tersiksa, nih!"


George menatapnya lama. "Yodah, yodah. Sono lo kedepan. Gue mau tutup lagi jendelanya."


Haddy tersenyum dan segera melangkah ke depan rumah.


Dia berdiri di depan pintu, menunggu George yang tak kunjung datang juga.


"Ck. Ngapain lagi, sih, tuh, Bocah!" dengusnya merasa kesal.

__ADS_1


****


Di dalam kamar,


George duduk di sisi kasur tempatnya tadi berbaring.


Dia menatap Serly yang terus diam seribu bahasa… dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan, dan George tahu apa penyebabnya.


Ia bergeser semakin dekat dengannya. "Tan!" ucapnya seraya meraih tangan Serly lembut.


Serly memandangnya lama, namun dia tetap enggan untuk mengeluarkan suaranya.


"Maafin aku, Tan!" ucap George dengan wajah memelas.


Serly menghela nafas, lalu ia hembuskan pelan. Memandangi tangan yang menggenggamnya erat.


"Aku khilaf, Tan. Refleks doang. Saking terbawa suasana," ucapnya mencoba untuk menjelaskan dan mengembalikan mood pacarnya lagi.


"Maafin aku, ya! Aku janji … aku gak akan mengulanginya lagi," ucapnya sangat meyakinkan. Tapi, 


Dia mendelikkan matanya, lalu berbalik memunggungi George dengan semburat pipi yang bersemu kemerahan.


Hhhh….


George menatap punggungnya sedih. "Hm. Aku sangat salah, ya, Tan?" tanyanya so' polos, "sekali lagi … aku minta maaf," ucapnya lirih.


Kemudian berdiri dan beranjak dari sana menuju pintu.


Sebelum keluar, dia berbalik menatap Serly yang masih memunggunginya. Lalu, menghela nafas lesu.


"Lo, sih! Nakal banget jadi tangan!" George menepuk-nepuk tangan yang tadi berhasil m3r3m4s satu bukit pacarnya sambil menggerutu dan melangkah menuju pintu.


Cklek.


"Ck. Lo semedi dimana, sih! Lama bener! Gue sampe dikerumuni banyak vampir ini!" gerutu Haddy sembari melangkah masuk melewati George yang nampak sangat murung.

__ADS_1


Terlihat dari raut wajahnya yang ditekuk.


.


.


Dia kembali menutup pintu tersebut, dan melangkah mendekati sahabatnya yang sudah berbaring di atas sebuah kursi.


"Ahhh … akhirnya gue bisa bobo ganteng juga," gumam Haddy seraya memejamkan kedua matanya.


Sekian lama matanya terpejam, namun dia sama sekali tidak bisa tertidur, merasakan hawa yang tidak enak dari sahabatnya.


Haddy menghela nafas, lalu terduduk sambil memandangi George yang hanya berdiam diri.


"Caelah. Lo kesurupan Pangeran Bisu!" cibirnya berdecak malas.


George tidak menggubris. Hatinya lagi gelisah memikirkan bagaimana caranya untuk meminta maaf pada Serly.


"Haish! Gue dikacangin. Tambah gula sama cabe, bisa?" candanya, tapi tidak sedikitpun membuat George merubah ekspresinya.


Dia malahan malah semakin merana.


"Ya Dewi yang diciptakan untukku … kenapa aku harus mempunyai sahabat menggalon seperti ini?"


Haddy menepuk jidatnya, lalu melangkah mendekati George yang nampak termenung.


"Lo mikirin apean, sih! Rumah? Atau … Nyokap Bokap lo?" tanya Haddy mulai perhatian.


George menunduk sedih.


"Ah, gue tau. Lo pasti kebablasan 'kan?" tuduhnya sambil menunjuk George.


George menoleh dan menjitaknya cukup keras. "Sembarangan! Gue gak senakal itu kali," kilahnya berubah kesal.


Haddy terkekeh. "Abis. Lo kek yang lagi ruwet gitu."

__ADS_1


George menghela nafas panjang, kemudian menatap Haddy cukup lama.


__ADS_2