Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Tak pernah menafkahi


__ADS_3

" Pelayan , sepertinya kau salah orang. Aku kenal betul siapa keluarga wanita ini. Papa wanita ini hanya memiliki beberapa minimarket kecil bukan sebuah Mall besar seperti ini. Aku yakin kau pasti salah orang. Pasti putri pemilik Mall ini wajahnya sangat mirib dengan wanita ini, " ucap Ibu Dian seraya menatap pelayan tersebut.


" Sepertinya kalian belum melihat berita yang beredar akhir-akhir ini," balas pelayan itu yang kemudian mengambil ponselnya lalu membuka situs berita. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, pelayan itu lalu mengarahkan ponselnya ke arah Dion dan Mamanya.


" Dion , ternyata yang diucapkan oleh pelayan ini memang benar. Pemilik Mall ini adalah Papanya Jelita. Itu berarti Pak Andi bukan Papa kandungnya Jelita," kata Ibu Dian dengan mata membulat. Andai dia tahu kalau Jelita anak orang kaya , pasti dari awal dia akan sangat setuju jika Jelita menikah dengan Dion. Seharusnya Pak Andi memberitahu keluarganya kalau Jelita adalah anak orang kaya. Tetapi pria itu malah menyembunyikan semuanya.


" Jelita, sebenarnya hingga saat ini aku masih mencintaimu. Aku yakin kau juga pasti masih mencintaiku. Jelita, maukah kau kembali padaku ? Aku janji akan menerimamu apa adanya. Dan aku juga berjanji akan selalu mencintaimu, " ujar Dion seraya mendekati Jelita.


" Dion , apa-apaan kau ini ? Kita baru saja menikah, tapi sekarang kau malah menggoda mantan kekasihmu ini. Apa kau tidak bisa menghargaiku ? Aku ini adalah istrimu, " kata Vira dengan wajah cemberut dan mata melotot. Dia menarik tangan suaminya agar sedikit menjauh dari Jelita.


" Maaf ,Vira. Sebenarnya aku terpaksa menikahimu karena Mama yang menyuruhku. Dari dulu hingga sekarang aku hanya mencintai Jelita" ucap Dion yang langsung melepaskan tangan Vira.


Jelita bersedekap dada sambil menatap Dion dan Mamanya. Rasanya dia ingin muntah mendengar ucapan Dion. Dia juga merasa menyesal karena dulu pernah jatuh cinta pada pria itu.


" Jelita, kenapa kau diam saja ? Kau mau kan kembali padaku ? " tanya Dion seraya menatap Jelita.


" Maaf Dion , saat ini aku sudah memiliki seorang suami yang jauh lebih tampan darimu. Lagi pula kita juga tidak sederajat seperti kata Mamamu tadi. Bagiku kau hanyalah pria sampah yang harus aku buang jauh-jauh. Aku bahkan sangat menyesal karena dulu telah mengenalmu. Dari dulu kau tak pernah berubah, kau selalu menjadi anak Mama," cibir Jelita yang langsung membuat Dion dan Mamanya marah.

__ADS_1


" Dasar wanita pembohong. Kau pikir aku akan percaya kalau kau sudah menikah ? Aku sudah tahu kalau kau gagal lagi menikah. Calon suamimu yang bernama Raka selingkuh dengan Mila," balas Dion seraya menatap Jelita dengan tajam. Waktu itu dia memang tidak sengaja mendengar kalau Mila merebut calon suami Jelita. Mantan istrinya itu memang sangat murahan sekali. Di pikirannya hanya ada pria tampan dan juga kaya raya.


Di tengah-tengah perdebatan mereka tiba-tiba William datang.


" Jelita , apa kau mengenal mereka ? " tanya William seraya menaikkan sebelah alisnya. Tadi dia sempat mendengar perdebatan Jelita. Karena merasa khawatir dia akhirnya menghampiri adiknya.


" Tentu saja, Kak. Aku sangat mengenal mereka. Pria inilah yang mengkhianati aku dulu. Dia malah berselingkuh dengan Mila,"ucap Jelita mengadu pada sang Kakak.


" Oh, jadi kau orang yang pernah menyakiti adikku ? " ujar William seraya memandang Dion yang ada di depannya dengan tatapan berapi-api. Nafasnya memburu menatap pria yang pernah menyakiti adiknya.


" Berani sekali kalian menyakiti adikku!" seru William dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun. Dia tidak terima karena adiknya dulu diperlakukan semena-mena.


Tubuh Ibu Dian gemetar, wanita itu langsung menundukkan kepala. Tak berani mendongak akibat mendapatkan tatapan berapi-api dari William yang seperti hendak membakarnya hidup-hidup.


" Maafkan aku ,Tuan," balas Dion dengan wajah ketakutan .


" Lebih baik kalian berdua angkat kaki dari tempat ini. Jangan pernah perlihatkan wajah kalian di depan kami," usir William dengan dada naik turun.

__ADS_1


Mereka langsung menuju pintu keluar dengan wajah ketakutan. Mereka tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih besar dari ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman Andi.


Setelah mengetahui kalau Riska pernah berselingkuh, pria itu mengurung diri di tempat kerjanya. Setelah sedikit tenang , dia akhirnya pulang ke rumah.


" Riska, di mana kau ? " teriak Andi dengan suara yang cukup keras


" Pa, akhirnya kau pulang juga. Kenapa kemarin nggak pulang ? Mama sampai khawatir memikirkan Papa," kata Riska seraya menatap suaminya.


" Aku tidak pulang karena malas melihat wajahmu," sahut Andi seraya menatap istrinya dengan amarah yang menggebu-gebu.


" Maksudmu apa sih, Pa ? Kenapa kau bicara seperti itu ? "tanya Riska tidak mengerti. Dia bingung kenapa suaminya pulang dengan raut wajah yang terlihat marah. Sebenarnya apa yang terjadi ?


" Aku sudah tahu kalau kau pernah berselingkuh dengan Tio. Berani-beraninya kau mengkhianati aku. Setelah itu kau juga tega membiarkan selingkuhanmu itu menikah dengan Mila. Kau memang wanita murahan. Apa yang terjadi pada Mila itu semua karena kau. Andai kau menolak permintaan Tio , maka Mila pasti tidak akan menikah dengan pria brengsek bernama Gilang itu. Aku sudah memberikan segalanya untukmu tapi kau tega mengkhianati aku," terang Andi dengan tatapan mata yang menyala.

__ADS_1


" Kau bilang sudah memberikan segalanya untukku ? Memangnya apa yang kau berikan padaku ? Semenjak Jelita meninggalkan rumah ini, kau tak pernah menafkahi aku karena uangmu hanya cukup diberikan kepada Mila dan Ibumu. Dan aku juga tak pernah protes akan hal itu. Dulu saat Jelita masih ada di rumah ini, semua biaya rumah tangga kita Jelita yang mengeluarkan, dan bahkan jika Mila ingin shopping , Jelita juga yang memberikan uang. Waktu itu kau sangat rajin memberiku nafkah karena uang bulanan Mila dan biaya rumah tangga di tanggung oleh Jelita. Akan tetapi setelah Jelita pergi dari rumah ini, semua biaya rumah tangga aku yang memikirkannya. Kau sama sekali tak pernah bertanya padaku di mana aku mendapatkan uang untuk biaya rumah tangga. Apalagi uang bulanan yang kau berikan pada Mila sangat sedikit hingga putrimu meminta lagi uang padaku. Pernahkah kau bertanya dari mana aku mendapatkan uang ? Sama sekali kau tak pernah bertanya. Aku melakukan itu karena tidak ada pilihan lain. Apalagi setelah Jelita pergi minimarketmu setiap hari semakin sepi , sedangkan Mila selalu shopping saat itu. Sebenarnya aku sudah tidak kuat seperti ini, tapi aku berusaha bersabar demi Mila. Aku sangat menyayangi putrimu itu seperti menyayangi darah dagingku sendiri. Karena dia lah aku masih bertahan di rumah ini," tutur Riska seraya meneteskan air matanya.


Andi langsung terdiam mendengar ucapan Riska. Ternyata Jelita selama ini sangat membantu keuangannya. Seharusnya dia memikirkan dengan matang-matang saat akan mengusir Jelita. Sekarang semuanya hancur. Hutangnya ada di mana-mana, Mila di jual suaminya, Ibunya menderita gagal ginjal dan di tambah minimarketnya juga hampir bangkrut. Besok dia juga harus pergi dari rumah ini karena Tio akan mengambil rumah ini.


__ADS_2