Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Terungkap


__ADS_3

Satu jam kemudian...


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Bibi Murni bangun. Jelita dan Fino langsung pergi ke kamar dengan membawa makan siang.


" Ibu, Jelita sudah dari tadi menunggumu. Dia juga membuatkanmu makan siang," terang Fino sembari menatap seorang wanita yang tengah berbaring di tempat tidurnya.


" Kenapa tidak membangunkan Ibu ? " tanya Murni sembari menatap putranya.


" Aku tidak tega membangunkanmu. Lagian Jelita juga hari ini libur kok," ucap Fino. Sepupunya itu adalah istri seorang CEO , jadi pasti bosnya tidak akan marah kalau sepupunya tidak datang ke kantor hari ini.


" Yang di ucapkan sama Fino benar,Bi. Hari ini aku memang libur . Lebih baik sekarang Bibi makan dulu," kata Jelita sembari tersenyum. Jelita lalu menyuapi Bibi Murni makanan.


" Jelita , terima kasih ya ,Nak ? Selama ini kau selalu membantu keluarga Bibi. Kau memang anak yang baik," ucap Bibi Murni. Dia menggenggam tangan Jelita cukup lama. Dia ingin menceritakan semuanya , tapi entah kenapa bibirnya terasa sulit untuk di buka. Dia takut di benci oleh Jelita karena sudah menyembunyikan semuanya. Tapi kalau dia tidak menceritakannya, maka kasihan gadis itu karena terus saja menderita. Dia juga tidak bisa egois. Tidak apa-apa kalau seandainya nanti Jelita membencinya yang penting gadis itu tahu kebenarannya.


" Bibi adalah keluargaku, jadi sudah sepantasnya aku membantu Bibi," sahut Jelita.


"Jelita, Bibi ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu. Bibi yakin setelah mengetahui semuanya, kamu pasti akan membenci Bibi," ucap Murni dengan raut wajah sedih.


" Mana mungkin aku membencimu. Apalagi kau sudah aku anggap seperti Ibuku sendiri . Memangnya hal penting apa yang ingin Bibi katakan ? " tanya Jelita sembari menaikkan sebelah alisnya.


" Oh iya , Angga di mana ? Apa dia tidak ikut ke sini ? " tanya Bibi Murni seraya menatap ke arah pintu.


" Angga tidak ikut kesini ,Bi. Dia sangat sibuk di kantornya," jawab Jelita. Akhir-akhir ini suaminya memang sangat sibuk dan bahkan sering lembur.


" Memangnya Bibi ingin bicara apa padaku ? " tanya Jelita lagi dengan raut wajah yang semakin penasaran.

__ADS_1


" Jelita, kamu tahu tidak kenapa Papamu sangat membencimu ? " tanya Murni seraya menatap Jelita.


" Bibi sendiri kan sudah tahu alasannya. Karena aku sudah di cap sebagai anak pembawa sial," sahut Jelita dengan raut wajah yang terlihat sedih. Dari kecil dia ingin sekali dekat dengan Papanya. Ingin sekali memeluknya dan mengobrol dengannya, tapi Papanya sangat membencinya. Dulu dia sering merasa iri melihat teman-temannya atau melihat Mila bercanda dengan Papanya, tapi sekarang dia sudah tak mengharapkan semua itu. Dia ingin melupakan keluarganya yang sangat kejam itu. Karena bagaimana pun dia berusaha mendekati Papanya, pria itu akan terus membencinya hingga kapan pun.


" Mungkin itu salah satunya , tapi ada lagi alasan lain ," ujar Bibi Murni .


" Ada lagi ? Memangnya apa itu ,Bi ?" tanya Jelita dengan mata yang fokus menatap Bibinya. Selama ini yang dia tahu hanya itu alasan keluarganya membenci dirinya. Jadi mana mungkin ada alasan lain.


Murni menghela nafas sambil menatap gadis itu. "Dia begitu membencimu karena kamu bukanlah anak kandung Andi," ungkap Murni sembari menatap ekspresi wajah Jelita .


Bagaikan tersambar petir di siang bolong , Jelita terkejut bukan main mendengar ucapan Bibinya. Begitu pun dengan Fino , pria itu juga sangat terkejut mendengar semuanya.


"I_itu pasti tidak benar kan ,Bi ? " tanya Jelita dengan raut wajah yang sangat syok.


" Bu, apakah yang Ibu katakan benar ? " tanya Fino seraya menatap Ibunya ingin meminta penjelasan padanya


" Lalu kenapa dia tidak menikah dengan mantan kekasihnya ? " tanya Fino dengan raut wajah yang penasaran . Jelita pun menatap Bibinya dengan air mata yang telah menetes. Ini seperti mimpi baginya.


" Waktu almarhum Siska ingin memberitahu mantan kekasihnya, tiba-tiba Andi datang menyatakan cinta. Waktu itu Siska menolak cinta Andi , namun dia mengancam ingin bunuh diri kalau cintanya di tolak lagi. Waktu itu Ibu merasa bingung harus melakukan apa saat melihat Andi membawa pisau. Lalu terpaksa Siska menerima cinta Andi. Dia juga berjanji akan menganggap anak yang ada di dalam kandungan Siska seperti anaknya sendiri. Besoknya dia langsung memberitahu keluarganya kalau Siska sedang mengandung anaknya. Sebenarnya Ibu tidak setuju dengan semua itu , tapi Bibimu sangat keras kepala," tutur Murni sembari menatap Jelita yang sudah menangis.


" Bu, berarti keluarga besar Om Andi tidak ada yang tahu kalau Jelita bukan putri kandung Om Andi ? " tanya Fino semakin penasaran.


" Iya , nak. Bahkan Nenek Anggi juga tidak tahu mengenai hal ini. Tapi kalau sekarang Ibu tidak tahu apakah beliau sudah tahu rahasia ini atau belum," jawab Murni.


"Jelita, maafkan Bibi karena baru memberitahu semuanya," ucap Murni sembari menghapus air mata Jelita.

__ADS_1


" Hik...hik...hik...Kenapa Mama tega melakukan ini ? " ujar Jelita sembari menangis terisak -isak.


" Jelita , berhentilah menangis dan hapus air matamu.Aku malah senang banget mengetahui kalau dia bukan Papa kandungmu. Lagian dia juga selalu jahat denganmu. Apa kau tidak ingat bagaimana dia memperlakukanmu selama ini. Kau saja hampir di jual olehnya,"terang Fino seraya memeluk Jelita.


Yang di katakan Fino memang benar , hanya saja hatinya tetap sakit mendengarnya.


" Bu, berarti Papa kandung Jelita tidak tahu kalau Bibi Siska mengandung anaknya ? " tanya Fino lagi.


" Iya , Nak. Dia memang tidak tahu sama sekali. Tapi tiga bulan yang lalu Ibu tidak sengaja bertemu dengan Papa kandung Jelita. Ibu kemudian menceritakan semuanya dan dia sangat terkejut mendengarnya. Awalnya dia tidak percaya dengan ucapan Ibu ,tapi setelah melihat Jelita secara langsung , dia akhirnya percaya dengan ucapan Ibu,"terang Murni pada Fino lagi


" Jelita , tolong jangan marah pada Papamu ! Selama ini dia tidak tahu kebenarannya. Papamu orang sangat baik. Setelah Bibi mengatakan kebenarannya pada Papamu , dia selalu menyalahkan dirinya sendiri. Bukankah dari kecil kau ingin sekali mendapatkan kasih sayang seorang Ayah ? Sekarang keinginanmu itu telah terwujud," ujar Murni menghelus kepala Jelita.


"Memangnya siapa Papaku ,Bi ? " tanya Jelita sembari menghapus air matanya.


Murni mengambil sebuah foto dari dalam dompetnya . Itu adalah foto orang tua Jelita.


" Jelita , ambillah foto ini. Ini adalah foto kedua orang tuamu,"ucap Murni sembari memberikan foto itu pada Jelita.


Mata Jelita terbelalak lebar melihat foto yang di berikan oleh Bibinya. Itu adalah foto almarhum Ibunya dengan Pak Tio.


" Bi, apa pria ini Papaku ? " tanya Jelita dengan mata membulat. Dia sungguh terkejut melihat foto Ibunya bersama dengan Pak Tio. Pantas saja pria itu selalu datang ke kantor suaminya. Ternyata karena ingin bertemu dengannya. Dia jadi merasa kasihan padanya.


" Dia bukannya Pak Tio yang selalu ke kantor Jelita ? " gumam Fino yang tidak kalah terkejut dari Jelita. Pantas saja wajahnya sangat mirib sekali dengan Jelita mereka , ternyata mereka Ayah dan anak.


" Iya , Pak Tio adalah Papa kandung Jelita. Lihat saja wajahnya sangat mirib dengan Jelita. Tanda lahirnya juga sama. Tadi Bibi sudah menghubungi Papamu dan memintanya agar datang ke sini. Mungkin sebentar lagi dia akan datang," terang Murni menjelaskan.

__ADS_1


" Jelita , mungkin kamu sulit mempercayai ini. Kalau kau tidak percaya pada ucapan Bibi , kau boleh bertanya pada Andi. Kita juga akan melakukan tes DNA," terang Murni sambil menatap Jelita yang hanya diam saja.


" Aku percaya pada ucapan Bibi. Aku hanya masih syok saja ," balas Jelita yang terus menatap foto kedua orang tuanya.


__ADS_2