
Kediaman Handoko.
Raut wajah Pak Handoko terlihat berapi-api ketika Kayra tak setuju menikah dengan William , setelah itu dia semakin marah ketika mendapat telepon dari asisten pribadinya yang mengatakan kalau Tio memutuskan hubungan kerja samanya.
" Kayra , gara-gara kau yang tak mau menikah dengan William perusahaan kita sekarang menjadi bangkrut. Apa susahnya kau menikah dengan putranya Tio ? Walaupun dia jelek tapi semua yang di miliki oleh Papanya akan jatuh ke tangan William. Seharusnya kau setuju menikah dengan William , dan kalau kau tak kuat dengan pernikahan itu maka kau bisa membunuh William agar bisa menguasai semua kekayaan Tio. Tapi dengan bodohnya kau malah menolak pria cupu itu lalu setelah itu menghina fisiknya. Kau tadi sungguh membuatku sangat malu. Andai di sana hanya ada kita berdua , mungkin aku sudah menampar wajahmu," komentar Handoko seraya berkacak pinggang.
" Maafkan aku , Pa. Aku mengaku salah. Aku tidak berpikir ke sana , tapi Tuan Tio memutuskan kerja samanya bukan karena hal itu," sahut Kayra menunduk. Wajahnya terlihat sangat ketakutan. Dia benar-benar takut pada Papanya.
" Apa maksudmu bicara seperti itu ? Apakah ada sesuatu yang terjadi di belakang Papa ? " tanya Handoko seraya menatap tajam Kayra.
"I_iya , Pa . Saat aku meninggalkan restoran dan ingin mengambil mobilku , tiba-tiba Gilang membekap mulutku. Dia marah-marah padaku dan menanyakan dimana anaknya. Kebetulan saat itu Om Tio ingin mengambil mobilnya , lalu dia tidak sengaja mendengar suara keributan kami," tutur Kayra seraya menatap Papanya.
Kedua mata Handoko langsung terbelalak lebar mendengar ucapan Kayra. Dia tak menyangka kalau Tio akan tahu mengenai rahasia itu.
" Lalu apa yang terjadi setelah itu ? " tanya Handoko seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Gilang lalu menceritakan semuanya pada Om Tio dan setelah itu dia mengatakan ingin berhenti bekerja sama dengan perusahaan kita. Maafkan aku , Pa . Aku sudah berusaha memohon pada Om Tio tapi dia tak mendengarkan ucapanku sama sekali," terang Kayra seraya meneteskan air matanya.
" Ini gara-gara Gilang. Gara-gara dia Tio jadi tahu semuanya. Kau juga bodoh karena menolak menikah dengan William. Asal kau tahu, sebenarnya William sengaja berpenampilan cupu karena dia ingin melihat reaksimu. Dia ingin melihat apakah kau akan setuju menikah dengan pria cupu atau tidak. Padahal wajah asli William juga sangat tampan. Papa juga tak sengaja mendengar percakapan William di telepon dengan seseorang. Kau lihat foto ini. Ini adalah William yang kau tolak ," kata Handoko seraya memberikan ponselnya kepada Kayra. Tadi ketika dia pergi ke sebuah Cafe , dia tak sengaja melihat William melepas rambut palsunya.
__ADS_1
Wajah Kayra sangat terkejut melihat wajah William yang ternyata sangat tampan.
" Kurang ajar, berani sekali dia menipuku. Kalau aku tahu dia tampan aku sudah pasti menerima pernikahan itu ," gerutu Kayra dengan raut wajah yang merah padam. Dia merasa telah di permainkan oleh William.
" Papa tidak mau tahu , kau harus menikah dengan William agar perusahaan kita tidak bangkrut. Papa tidak ingin hidup miskin," perintah Handoko dengan raut wajah yang semakin marah.
Kedua mata Kayra membulat sempurna mendengar ucapan Papanya. Bagaimana caranya dia melakukan hal itu ? Apalagi pria itu terlihat sangat membencinya.
" Apa yang harus aku lakukan agar dia mau menikah denganku ? Ditambah lagi William sepertinya sangat membenciku," ujar Kayra dengan raut wajah bingung. Selama ini Papanya selalu menyuruhnya melakukan hal-hal yang tak masuk akal seperti menjadi ibu pengganti.
" Kenapa Papa seperti tak menyayangiku ? Apa dia tak khawatir padaku ? Rasanya aku capek mengikuti ucapan Papa terus ," gumam Kayra di dalam hatinya dengan raut wajah lesu.
" Papa juga tidak tahu. Yang penting kau harus menikah dengan putranya Tio. Kalau kau tak berhasil menikah dengan William maka Papa tak akan mau menganggapmu sebagai anak Papa ," ancam Handoko dengan ekspresi wajah mengeres.
" Kalau kau menyayangi Papamu ini maka kau harus melakukannya. Begini saja , kau jebak saja William dengan obat perangsang. Kalau kau mengandung anaknya William maka pria itu pasti akan setuju menikah denganmu . Walaupun nantinya dia terpaksa melakukan itu , tapi lama - kelamaan dia pasti akan jatuh cinta denganmu. Kau tenang saja, nanti Papa yang akan membantumu agar rencanamu itu berhasil. Papa melakukan ini untuk kebaikanmu . Papa ingin kau menikah dengan orang kaya agar kau tak kekurangan apapun," terang Handoko seraya menatap putrinya.
" Maafkan aku , Pa. Aku setuju dengan rencana Papa," sahut Kayra yang langsung memeluk Handoko.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Kediaman Tio.
" Kak , kau kenapa ? " tanya Jelita seraya menatap wajah William yang terlihat sedang marah.
" Aku hanya kesal dengan Papa. Masa dia memilih calon istri yang seperti itu untukku ? " ujar William seraya mengingat kembali kejadian tadi saat di restoran. Dia benar-benar tak suka dengan gadis yang berpakaian terbuka seperti itu.
" Memang ada apa dengan gadis itu ? Kemarin Papa sempat bilang padaku kalau gadis itu cantik , baik dan berpakaian pun sangat sopan," sahut Jelita seraya menatap William . Dia yakin pasti telah terjadi sesuatu di restoran, makanya William terlihat marah seperti saat ini.
"Sopan ? Apakah mata Papa bermasalah ? Kau tahu , gadis itu datang dengan berpakaian yang sangat seksi . Rok yang sangat pendek dan baju yang kekecilan hingga memperlihatkan pusarnya. Dia seperti memakai baju anak kecil saja. Wajahnya pun tak cantik. Dia juga menghina fisikku . Yang lebih parahnya lagi gadis itu sudah lama jatuh cinta dengan Papa. Gila kan ? Masa sainganku Papa sih ? " gerutu William dengan rahang menegang.
Jelita hanya tersenyum mendengar ucapan William. Pantas saja dia marah, ternyata Papanya malah memilihkan gadis seperti itu untuk kakaknya.
" Kak, sekarang hampir semua gadis memang banyak yang berpakaian seperti itu. Kau sih jarang keluar makanya tak tahu akan hal itu. Jadi kau tak usah heran jika melihat gadis berpakaian seperti itu ," sahut Jelita seraya menatap kakaknya.
" Gadis-gadis sekarang memang aneh-aneh. Apa dia tak malu berpakaian seperti itu ? Aku saja yang seorang laki-laki malu melihatnya. Jelita, nanti kau jangan ikut-ikutan berpakaian seperti itu , kakak tak suka melihatnya. Kakak yakin Angga pun tak suka dengan gadis yang seperti itu,"ucap William.
" Iya , Kak. Kau tenang saja, aku juga tidak suka berpakaian seperti itu," balas Jelita seraya tersenyum. Selama ini dia memang selalu berpakaian tertutup karena menurutnya lebih nyaman jika mengunakan pakaian tertutup.
" Untung adikku tidak seperti itu. Kalau kau seperti itu maka aku akan mengurungmu di gudang ," ancam William dengan raut wajah seius.
__ADS_1
" Kakak tenang saja , aku tak akan seperti itu. Oh iya , tadi Papa dapat menghubungiku dan mengatakan kalau besok kau akan dikenalkan lagi dengan seorang gadis," kata Jelita seraya beranjak dari tempat duduknya.
" Aku tak akan mau datang. Aku akan mencari jodohku sendiri aja," sahut William seraya menaikkan kakinya di atas meja. Seharusnya Papanya tak perlu repot- repot mencarikan dirinya calon istri karena jodoh pasti akan datang tanpa kita sadari.