
Kediaman Pak Andi.
" Mila sayang, kenapa wajahmu murung begitu ? Apa ada masalah ? " tanya Nenek Anggi sembari duduk di samping cucunya.
" Iya sayang , dari tadi Mama lihat kamu cemberut saja. Apa kamu sedang ada masalah dengan Raka ? " tanya Riska sambil mengusap rambut Mila dengan lembut.
" Aku sedang memikirkan Jelita," sahut Mila. Gadis itu saat ini sedang merebahkan tubuhnya di sofa. Berkali-kali Raka menghubunginya , tapi dia tidak memperdulikannya.
" Buat apa kamu memikirkan kakakmu itu ? Jangan-jangan kamu merasa kasihan pada Jelita karena dia pergi dari rumah ini ? Kamu harus ingat , dia itu adalah anak pembawa sial. Karena menyelamatkan anak siala* itu Kakek dan Mamamu jadi meninggal," kata Nenek Anggi sembari menatap Mila dengan tajam. Raut wajahnya juga terlihat marah.
" Aku tidak kasihan padanya ,Nek . Mana mungkin aku kasihan pada wanita itu. Kemarin aku tidak sengaja mendengar percakapan Lili dan Fino saat mereka sedang makan di Cafe Raka," sahut Mila dengan kesal.
" Bukankah Lili adalah sahabat Jelita ? " tanya Nenek Anggi seraya menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
" Iya ,Bu. Lili adalah sahabat Jelita," sahut Riska.
" Memangnya apa yang sudah kamu dengar sampai kamu menjadi cemberut begini ? Apa anak pembawa sial itu ingin balas dendam denganmu ?"tanya Nenek Anggi dengan raut wajah yang semakin penasaran.
" Tidak ,Nek. Aku mendengar dari Fino dan Lili kalau Jelita akan menikah," terang Mila.
" Pasti dia akan menikah dengan pria cleaning servise yang kemarin kamu ceritakan. Mereka memang pasangan yang sangat cocok . Gadis pembawa sial dan pria cleaning servise. Hidupnya pasti bertambah menderita," sahut Riska sembari tertawa membayangkan Jelita menikah dengan pria miskin.
" Seharusnya kamu merasa bahagia karena Jelita akan menikah dengan pria cleaning servise, tapi kenapa kamu malah cemberut begitu ? Atau jangan-jangan kamu jatuh cinta dengan pria cleaning servise itu ? " tuduh Nenek Anggi sembari menatap cucu ke sayangannya itu. Dia takut Mila jatuh cinta dengan pria miskin dan cucu ke sayangannya itu hidup menderita. Dia tidak ingin itu semua terjadi.
" Jelita memang akan menikah dengan pria itu, tapi pria itu buka cleaning servise," ucap Mila seraya meneteskan air mata. Ketika mendengar percakapan Fino dan Lili , dia sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar. Jelita akan menikah dengan seorang CEO. Dia tidak bisa menerima semua itu. Dia ingin berada di atas kakaknya. Dia tidak ingin kakaknya hidup bahagia. Dari dulu dia sangat membenci sang kakak. Rasa benci itu muncul semenjak sang Mama meninggal karena menyelamatkan kakaknya . Dari kecil dia selalu menyiksa kakaknya lewat sang Papa dan Neneknya. Kakaknya sering di kurung di tempat yang gelap, di cambuk dan bahkan di perlakukan seperti pembantu. Tapi dia tetap tidak puas dengan semua itu. Dia ingin kakaknya lebih menderita lagi.
" Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kekasih Jelita seorang cleaning servise ? Kalau dia bukan seorang cleaning servise lalu apa pekerjaan pria itu hingga kamu jadi seperti ini ?" ujar Riska pada putrinya tersebut.
__ADS_1
" Pria itu berbohong ,Ma. Dia bukan seorang cleaning servise tapi dia adalah seorang CEO. Setelah mendengar percakapan Lili dan Fino, aku menyuruh seseorang untuk menyelidiki Kak Jelita . Dan ternyata memang benar , kekasih Kak Jelita seorang CEO. Dia orang paling kaya di kota ini. Perusahaannya ada di mana-mana , dan bahkan dia memiliki banyak perusahaan di luar negeri. Sedangkan calon suamiku hanya memiliki empat Cafe saja. Pantas saja pria itu mengatakan kalau dia bisa membelikan sepuluh Cafe untuk Jelita. Aku sungguh tidak bisa menerima semuanya. Andai aku bisa memiliki pria itu, pasti hidupku akan sangat bahagia, karena bisa menggunakan uang dengan sepuasnya. Ingin membeli apapun tidak perlu berpikir lama," terang gadis itu sembari menghayal bisa menikah dengan calon suami kakaknya.
" Dari dulu Jelita begitu mudah mendapatkan pria kaya. Nenek yakin , kalau Jelita sudah memberikan tubuhnya hingga pria itu mau dengannya. Kamu tidak boleh kalah dari kakakmu itu. Kamu harus bisa mendapatkan pria itu," sahut Nenek Anggi sembari menatap Mila dengan tajam. Dia tidak ingin cucu kesayangannya di kalahkan oleh gadis pembawa sial itu.
" Bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan pria itu ? Itu sangatlah mustahil," ucap Mila dengan raut wajah cemberut.
" Mila benar ,Bu. Apalagi saat di Cafe pria itu sangat marah pada Mila," balas Rika yang sependapat dengan Mila.
" Lalu kamu akan diam saja seperti ini dan membiarkan Jelita hidup bahagia begitu ?" tanya Nenek Anggi dengan raut wajah yang marah.
" Tidak ,Nek. Aku tidak ingin Kak Jelita bahagia. Aku ingin memiliki pria itu," sahut Mila yang terus meneteskan air matanya.
" Kalau begitu kita harus mencari solusi agar kamu bisa menikah dengan pria itu. Sekarang hapus air matamu dan cari tahu semua tentang pria itu," perintah Nenek Anggi.
__ADS_1
" Nenek memang benar. Kalau begitu aku akan mencari tahu semua tentang pria itu," sahut Mila seraya tersenyum dan memeluk Neneknya.