
Tio pergi ke dapur mencari Executive Chef. Dia menanyakan di mana pelayan yang membuatkan minuman untuk William, tapi sayang sekali pelayan itu sudah pulang.
" Kalau begitu kau cek semua CCTV di restoran ini," perintah Tio dengan raut wajah yang merah padam.
" Baik , Pak , " sahut Danu yang langsung pergi meninggalkan Tio.
Tak cukup sampai di situ , Tio lalu menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki semuanya. Setelah itu dia kembali ke ruangan putranya, dia ingin melihat bagaimana keadaan putranya saat ini. William pasti sangat sedih karena Alessia mengira kalau semua ini adalah perbuatan putranya. Tapi setiap hubungan pasti ada saja masalah , jadi putranya harus bisa menghadapi masalah ini dengan baik.
" Lalu bagaimana , Pa ? " tanya William sembari menatap Tio yang baru saja masuk ke ruangannya.
" Pelayan itu sudah pulang, tapi Papa sudah menyuruh seseorang untuk mencari pelayan itu," sahut Tio seraya duduk di samping putranya.
" Alessia tak mau bicara denganku, Pa," sahut William dengan raut wajah sedih. Padahal dia baru pertama kali memiliki seorang kekasih , tapi sekarang malah sudah seperti ini.
" Setiap hubungan pasti memiliki masalah. Mengharapkan hubungan berjalan tanpa adanya masalah adalah hal yang mustahil. Namun jangan terlalu tegang membicarakan masalah, sebab adanya perdebatan atau pertengkaran dalam hubungan itu tidak sepenuhnya buruk. Sebab kadang masalah justru membuat hubungan lebih erat . Pasangan yang hebat, hubungan yang kuat , itu ada bukan karena mereka sempurna tanpa cacat. Justru, pasangan yang kamu lihat sempurna seperti itu adalah mereka yang pernah diterpa masalah berkali-kali hingga mereka kuat. Perjalanan mereka pun tak selalu lancar , ada kalanya mereka tersesat , ada kalanya mereka terjatuh dan terpuruk. Namun , terlepas dari semua permasalahan yang hadir di perjalanan mereka itu , mereka berhasil bangkit dan melaluinya bersama - sama. Itulah yang membuat mereka tampak sempurna. Kesempurnaan itu hanya tampak , bukan sempurna yang sebenar - benarnya. Sebab di balik ke sempurnaan itu banyak hal yang mereka simpan sendiri. Banyak cobaan yang mereka terima dan mereka hadapi dengan baik , dan hanya mereka jadikan pelajaran untuk membentuk mereka. Semua hubungan pasti punya cobaanya sendiri-sendiri. Walau bisa berbeda , namun sebenarnya permasalahan yang di hadapi setiap hubungan itu dasarnya sama. Dan sekarang kau sudah mulai menghadapi masalah-masalah itu ," tutur Tio seraya menatap putranya.
" Yang di katakan oleh Papa memang benar. Dalam sebuah hubungan pasti ada fase pasang dan surut yang pasti harus di hadapi. Bahkan sebuah hubungan yang harmonis pun tak selamanya seindah dongeng. Pasti selalu ada masa sulit yang menguji ketahanan kedua belah pihak dalam mempertahankan komitmen. Jadi aku harus bisa menghadapi masalah ini dengan baik," pikir William .
" Papa memang benar. Aku akan berusaha agar hubunganku dengan Alessia tidak putus. Aku akan membuktikan pada Alessia kalau bukan aku yang melakukan semua ini. Kebetulan di ruanganku ini ada CCTV tersembunyi. Nanti aku akan mengirim hasil rekaman itu pada Alessia, dan mudah-mudahan saja Alessia percaya padaku," sahut William yang kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk mengecek rekaman CCTV di ruangannya.
__ADS_1
" Bagus , itu baru anak Papa," balas Tio seraya menepuk bahu William.
" Tok...tok...tok..."
" Masuk ! " teriak Tio dari dalam.
" Maaf , Pak. Aku sudah mengecek rekaman CCTV yang ada di dalam restoran ini , tapi tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Sedangkan rekaman CCTV yang ada di luar restoran ada beberapa bagian menghilang. Sepertinya ada yang sengaja menghapusnya. Aku yakin pelayan itu yang menghapus beberapa bagian CCTV-nya ," terang Danu seraya menatap Tio.
" Sepertinya pelayan itu bertemu dengan seseorang di depan restoran makanya rekaman CCTV itu sengaja di hapus ," ungkap Tio dengan sangat yakin.
" Danu, mulai hari ini tolong kamu perketat keamaan restoran ini. Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi," ucap Tio seraya menatap dengan tajam ke arah Danu.
" Baik , Pak ," sahut Danu seraya menunduk.
Kediaman Yuna.
" Alessia , William bukanlah orang yang seperti itu, dia bahkan belum pernah pacaran sebelumnya. Aku tahu betul bagaimana sifat William. Pasti ada yang sengaja menaruh sesuatu ke dalam minumannya," terang Angga menjelaskan.
" Iya , nak. Mama juga berpikir begitu. Tadi Om Tio mengatakan kalau dia sudah menyuruh seseorang untuk mencari pelayan yang membuatkan minuman untuk William. Apakah kau tak kasihan dengan calon suamimu ? " tanya Yuna. Sebenarnya dia sangat kasihan dengan William , tapi dia juga tak bisa memaksa putrinya.
__ADS_1
" Aku tidak tahu , Ma. Aku bingung ," sahut Alessia seraya meneteskan air matanya.
" Alessia , apakah kau memiliki seorang musuh ? Mungkin saja ada yang tak suka denganmu lalu ingin menghancurkan hubunganmu dengan William," ujar Angga seraya menatap Alessia.
" Kalau sekarang aku tak memiliki musuh sama sekali, kalau dulu saat aku SMA baru banyak yang tak menyukaiku. Itupun hanya teman perempuan saja yang tak menyukaiku. Tapi saat ini belum ada yang mengetahui hubunganku dengan William, " terang Alessia dengan raut wajah yang masih terlihat sangat sedih.
" Apalagi William , dia sama sekali tak memiliki seorang teman. Dari kecil semua dia lakukan dari rumah. Saat di perusahaan dia juga jarang mengikuti meeting . Masalah perusahaan lebih banyak di serahkan kepada orang kepercayaannya. Jadinya banyak yang tidak mengetahui William," kata Angga mengatakan apa yang dia lihat selama ini.
" Atau mungkin yang melakukan semua ini adalah musuhnya Tio ? " tanya Yuna seraya menatap Angga.
" Aku juga berpikir seperti itu , Tante . Sepertinya musuhnya Papa yang melakukan ini ," sahut Angga.
Tiba-tiba William mengirim hasil rekaman CCTV yang ada di ruangannya kepada Alessia. Raut wajah Alessia terlihat sangat terkejut melihatnya. Di sana dia melihat kalau dirinya terus mengoda William. Dia juga membuka baju di depan pria itu. Di rekaman itu memperlihatkan kalau William berusaha menutup tubuhnya yang tak menggunakan baju, namun dia terus - menerus melempar baju itu. Di sana juga terlihat kalau dia berusaha dengan keras ingin mencium William namun William terus - menerus mendorongnya.
" Ya , Tuhan. Aku terlihat seperti wanita murahan. William sudah berusaha menjaga jarak , tapi aku terus mendekatinya dan menciumnya. Sepertinya yang di katakan oleh Angga memang benar. William pasti sangat sedih karena aku tak mau bicara padanya. Aku harus minta maaf pada William," gumam Alessia seraya menatap ponselnya.
" Alessia , ada apa nak ? " tanya Yuna seraya menatap putrinya.
"Tidak apa-apa , Ma. Tadi William mengirim hasil rekaman CCTV di ruangannya. Ternyata William memang tak melakukan apapun padaku. Walaupun dia dalam pengaruh obat tapi dia berusaha menahannya. Dia memang pria yang sangat baik. Aku sudah salah padanya , Ma " terang Alessia seraya meneteskan air matanya.
__ADS_1
" Kalau begitu kau harus minta maaf pada William. Mama sangat yakin William pasti sangat sedih karena kau tak mau bicara dengannya," kata Yuna seraya membelai rambut Alessia dengan lembut.
" Iya , Ma . Nanti aku akan minta maaf dengannya ," sahut Alessia seraya memeluk Yuna.