Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Bertemu Mila dan Raka


__ADS_3

Di Cafe Raka


Dari kemarin Raka terus saja meminta penjelasan pada Mila , namun gadis itu mengatakan kalau Jelita berbohong. Bahkan Pak Andi juga membela Mila.


" Sayang, kamu tidak berbohong kan ? Soalnya aku lihat Jelita seperti bicara jujur," ujar Raka seraya menatap manik mata Mila


" Buat apa aku berbohong. Bukankah keluargaku juga mengatakan Jelita berbohong ? " ujar Mila dengan raut wajah kesal.Gadis itu merasa kesal karena Raka seperti lebih percaya dengan Jelita.


Di tempat yang sama, Jelita dan Angga saat ini juga datang mencari makan ke Cafe milik Raka, namun mereka tidak tahu kalau itu adalah Cafe milik Raka.


" Angga , kau beneran ingin makan di sini ? Soalnya selama ini kau belum pernah makan di luar," ucap Jelita seraya menatap Angga yang saat ini berdiri di sampingnya.


" Ya tentu benar dong. Aku hanya ingin mencoba sesuatu hal yang baru," sahut Angga sembari tersenyum.


" Kalau begitu ayo masuk ," ajak Jelita. Pria itu lalu menggandeng tangan Jelita.


Jelita berjalan dengan santainya menuju meja yang telah mereka pesan. Namun Jelita sangat terkejut ketika melihat ada Mila dan Raka di sana. Mila terdiam begitu lama melihat wajah tampan Angga. Menurutnya pria bersama Jelita terlalu tampan. Bahkan semua orang yang ada di Cafe itu terpesona dengan ketampanan pria itu.


" Kenapa Jelita begitu mudah mendapatkan pria yang sangat tampan ? " gerutu Mila di dalam hatinya


" Wah, ternyata kakakku ke sini juga ? Raka coba kau lihat , saat ini dia sudah bersama dengan seorang pria. Sekarang kamu percaya dengan ucapanku kan ? " ujar Mila seraya menatap Raka.


" Kau memang benar," balas Raka seraya terus menatap tajam ke arah Jelita.


" Apa kau tidak mau memperkenalkan pria yang ada di sampingmu itu ? " tanya Mila. Gadis itu sangat penasaran dengan pria yang saat ini bersama dengan Jelita.


"Perkenalkan aku Angga. Aku kekasih Jelita," ucap Angga seraya menatap Mila dan Raka secara bergantian.


" Apa pekerjaanmu ? " tanya Mila dengan raut wajah penasaran.


" Pekerjaanku hanya sebagai cleaning servise," jawab Angga lagi seraya tersenyum ke arah mereka. Pria itu sudah tahu betul bagaimana sifat semua keluarga Jelita terutama Mila. Dia sengaja memberitahu gadis itu kalau pekerjaannya hanya seorang cleaning servise. Angga ingin melihat reaksi gadis itu seperti apa.


Kedua mata Jelita membulat mendengar ucapan Angga, dia tidak tahu kenapa Angga berbohong mengenai pekerjaannya.

__ADS_1


" Apa Angga sudah kalau Mila gadis matre ? " pikir Jelita seraya menatap pria itu


" Kau memang pantas bersama pria cleaning servise," sahut Mila mengejek


" Kenapa ? Kalau dia kaya ,kau pasti berpikir ingin merebutnya lagi kan ? Seperti semua pria yang selama ini sudah kau rebut. Dasar wanita murahan ," ujar Jeliti dengan sinis.


" Jaga ucapanmu. Yang murahan itu kamu," tuduh Raka dengan raut wajah merah padam. Setelah melihat Jelita bersama seorang pria, dia jadi semakin percaya dengan ucapan Mila.


" Sepertinya matamu itu bermasalah sampai tidak bisa membedakan mana wanita murahan," ujar Angga dengan darah yang sudah mendidih. Dia tidak terima dengan ucapan Raka. Apalagi selama ini gadis itu tidak pernah menggodanya. Yang ada Jelita selalu mengatainya pria mesum.


" Cih , aku tidak tertarik dengan cowokmu itu. Hanya seorang cleaning servise saja lagaknya kayak bos besar. Lebih baik kalian pergi dari Cafe ini. Kami tidak suka orang seperti kalian berada di sini," cibir Mila


" Sombong banget kamu . Asal kamu tahu aku bisa membeli sepuluh Cafe seperti ini," balas Angga dengan geram


" Sayang , tidak usah meladeni mereka. Kau harus ingat, sepintar-pintarnya menyimpan kebohongan suatu saat pasti terbongkar juga. Lebih baik kita pergi dari tempat ini,"ucap Angga seraya menarik tangan Jelita dan membawanya keluar dari Cafe itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jelita menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sekuat apapun tetap saja dia tidak bisa menyembunyikan kerapuhan hatinya. Dia begitu sedih melihat sikap adiknya yang seperti itu. Dari SMA , apapun yang Jelita miliki selalu di rebut oleh Mila


" Menangislah, jika itu bisa membuat perasaanmu menjadi lega. Tidak usah menahannya," ujar Angga


Mendengar ucapan Angga, air matanya langsung menetes.


" Huaaaaa...Mila memang murahan," umpat Jelita sembari meraung-raung. Tangisnya langsung pecah kembali karena ingin meluapkan rasa sakit dan kecewanya.


Angga membelokkan mobilnya ke sisi tepian sungai ketika melewati sebuah jembatan. Pria itu menghentikan mobilnya di sana.


" Mereka jahat sekali padaku," kata Jelita sembari terisak-isak.


" Selama ini aku benar-benar bodoh. Seharusnya aku pergi dari rumah itu dari dulu. Aku sudah memberikan seluruh tabunganku pada Papa , tapi ternyata yang akan menikah malah Mila," ucap Jelita dengan tangisnya yang terdengar memilukan.


Angga menggeser duduknya lebih dekat dengan Jelita, lalu memberanikan diri menarik tubuhnya agar bersandar di dadanya.

__ADS_1


" Aku tidak mau mengenal mereka lagi. Aku tidak mau bertemu mereka," kata Jelita di sela isak tangisnya. Air matanya terus mengalir tanpa bisa di cegah. Semakin bercucuran mengalir di pipinya.


Angga mengusap punggung Jelita untuk menenangkan perasaannya. Menepuk-nepuk pelan dengan perasaan iba.


" Akan aku pastikan, kau tidak akan bertemu orang-orang seperti mereka lagi," ucap Angga


Jelita menggunakan jas yang di kenakan oleh Angga untuk mengusap air mata dan ingusnya. Dia sama sekali tidak peduli, saat ini dia hanya butuh pelukan dan orang yang mau mendengarkan keluh kesahnya.


Cukup lama Jelita menangis di dada Angga hingga pria itu merasakan baju yang di kenakannya sudah basah.


Serba salah, ingin meminta gadis itu menjauh tapi takut Jelita tersingung. Jika membiarkannya terus seperti ini, rasanya sangat tidak nyaman mengenakan pakaian yang kotor.


Setengah jam kemudian, Jelita menarik dirinya dari dekapan Angga. Setelah menangis sepuasnya, sekarang terasa jauh lebih nyaman dan membuat hatinya tenang. Alisnya berkerut melihat kemeja Angga sudah basah karena ulahnya. Dia sendiri sampai jijik melihat ingus yang menempel di mana-mana.


Mendadak Jelita menjadi takut karena baju Angga kotor karena dirinya. Dia begitu yakin kalau pria itu pasti akan marah padanya.


" Ma_maaf , bajumu jadi basah dan kotor ," ujar Jelita sambil meringis.


" Tidak apa-apa. Bagaimana perasaanmu ? Apakah kau sudah baikan ? " tanya Angga


" Kau tidak marah bajumu kotor ? Padahal dulu kau bisa seharian marah padaku ," ujar Jelita sembari menatap pria itu.


" Mana mungkin aku marah pada orang yang aku cintai. Apapun akan aku lakukan demi kamu," terang Angga sembari menyentuh wajah gadis itu.


" Jangan-jangan kau sakit atau kepalamu habis terbentur sesuatu lagi," kata Jelita yang kemudian menempelkan telapak tangannya di dahi Angga.


" Tidak panas ," gumam Jelita dengan raut wajah bingung


" Kamu tenang saja ,penyakitku sudah sembuh dan itu berkatmu. Jadi mulai sekarang kamu tidak perlu takut bersamaku. Hanya saja jika ada gadis lain selain dirimu menyentuhku, penyakitku pasti langsung kambuh lagi," terang Angga


" Kenapa begitu ? " tanya Jelita seraya menaikkan sebelah alisnya.


" Aku juga tidak tahu. Tapi itu tidak penting bagiku. Yang penting aku bisa bersama denganmu," jawab Angga seraya memandang Jelita.

__ADS_1


Wajah gadis itu langsung bersemu merah mendengarnya.


__ADS_2