Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Alessia


__ADS_3

" Sayang , aku pergi ke kantor dulu ya ? Kau di rumah saja dengan Bibi dan William. Hari ini aku ada meeting dengan Papa Tio. Kalau ada masalah kau langsung saja hubungi aku, nanti aku pasti akan langsung datang ," terang Angga seraya memeluk istrinya lalu mencium keningnya dengan lembut.


" Apa kau lupa kalau hari ini adalah jadwalku untuk datang ke dokter kandungan ? " tanya Jelita dengan wajah cemberut. Karena biasanya Angga yang selalu mengingatkan dirinya dengan jadwalnya untuk datang ke dokter kandungan .


" Tentu ingat dong. Mana mungkin aku lupa. Aku tak pernah lupa dengan hal itu. Tadinya aku memang tak ingin datang ke kantor dan ingin mengantarmu , tapi William memaksaku agar aku pergi ke kantor saja," sahut Angga seraya menangkup wajah Jelita dan mengusap pipinya dengan lembut.


" Lalu bagaimana denganku ? Kenapa kau malah lebih mendengarkan ucapannya Kak William ? " tanya Jelita semakin cemberut.


" Biarkan saja Angga pergi bekerja, nanti biar aku yang mengantarmu ke dokter kandungan. Aku juga ingin melihat bagaimana perkembangan keponakanku. Lagian hari ini aku juga tidak ke kantor . Dari pada aku bosen di rumah sendirian lebih baik aku yang menemanimu," kata William seraya tersenyum ke arah Jelita dan Angga.


" Kakak memang menyebalkan sekali. Kenapa kakak tidak mencari kekasih saja ? Kalau kakak memiliki seorang kekasih maka di saat kakak tak sibuk kakak tidak akan merasa bosan ," balas Jelita seraya menatap William.


" Tapi mencari seorang kekasih tidak segampang itu. Aku harus berhati-hati mencari seorang kekasih . Aku hanya ingin seorang wanita yang baik, mau menerimaku apa adanya , dan selalu berpakaian yang sopan. Aku tak suka rumah tanggaku nantinya banyak drama. Apalagi kalau menikah dengan perempuan seperti Kayra. Bisa-bisa wajahku cepat keriput memiliki istri seperti wanita itu," terang William. Dia tak bisa membayangkan kalau seandainya menikah dengan wanita seperti itu.


" William, bagaimana kalau kau mendekati keponakan Mamaku saja ? Sepertinya dia sangat cocok denganmu. Namanya Alessia. Dia benar- benar gadis yang sangat tertutup. Dia sangat jarang keluar rumah , tapi dia adalah gadis yang mandiri. Saat Alessia kuliah dia pernah di bully sama teman-temannya hingga dia mengalami trauma berat," tutur Angga seraya duduk di samping Jelita .


" Di bully karena apa ? " tanya Jelita seraya menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


" Karena wajahnya yang sangat cantik banyak pria yang mengejarnya , termasuk seorang pria yang sudah memiliki seorang kekasih. Karena hal itu banyak teman wanitanya tak menyukai Alessia. Mereka selalu mengatai Alessia pelakor , dan hampir setiap hari Alessia di ganggu sama teman wanitanya. Dia juga pernah hampir dibunuh oleh temannya. Semenjak kejadian itu setiap keluar rumah Alessia selalu menggunakan masker dan semenjak kejadian itu dia tak pernah mau dekat dengan seorang pria. Kebetulan sekali aku menyimpan fotonya saat kami membuat foto keluarga. Foto itu kami ambil ketika Alessia SMA," tutur Angga lagi seraya mengambil ponselnya lalu mencari foto Alessia . Setelah menemukan fotonya Angga lalu memberikan ponselnya kepada William.


" Ya , Tuhan . Dia cantik sekali. Wajahnya sangat imut sekali , dan senyumnya juga begitu manis. Aku saja sebagai seorang perempuan begitu kagum dengan kecantikannya , apalagi yang melihat adalah pria. Pantas saja banyak pria yang tergila-gila padanya. Dulu dia pernah datang ke acara pernikahanku tapi aku sama sekali tak tahu wajahnya karena dia tak pernah melepas maskernya. Kak , lebih baik kau dekati dia saja. Aku sangat setuju kalau kau menikah dengan wanita seperti Alessia," sahut Jelita sambil ikut menatap foto Alessia .


William pun juga kagum dengan kecantikan Alessia. Tapi dia sangat bingung bagaimana caranya mendekati gadis seperti Alessia , karena gadis itu tak mau dekat dengan seorang pria.


" Lalu bagaimana ? Apa kau tertarik dengannya ? " tanya Angga seraya menatap William yang hanya diam saja.


" Kau bilang dia tak pernah mau dekat dengan seorang pria lalu bagaimana caranya aku mendekatinya ? " tanya William dengan raut wajah bingung.


" Baiklah , aku mau dengannya," sahut William yang juga menyunggingkan bibirnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiga jam kemudian .


Saat ini Angga dan Tio ada di sebuah Restoran , dia baru saja selesai meeting dan sekarang sedang menikmati makan siang bersama Tio. Dan kebetulan sekali di sana juga ada Kayra dan Handoko yang juga sedang menikmati makan siang.

__ADS_1


" Pa , bukankah itu Om Tio ? Kira-kira siapa pria yang saat ini bersamanya ? " tanya Kayra seraya menatap ke arah Tio dan Angga.


" Papa juga tak tahu siapa dia," sahut Handoko yang juga menatap Tio dan Angga.


" Pa, pria yang saat ini bersama dengan Om Tio sangat tampan sekali. Bahkan pria itu lebih tampan dari William. Baru kali ini aku melihat pria setampan itu. Pa, bisa tidak aku tak usah mendekati William ? Aku ingin mendekati pria yang saat ini bersama dengan Om Tio, " ujar Kayra dengan raut wajah memohon.


" Jangan bicara aneh-aneh. Bagaimana kalau pria itu adalah pria miskin ? Papa tak ingin memiliki seorang menantu yang berasal dari keluarga miskin. Lebih baik kau fokus mencari cara untuk mendekati William," terang Handoko dengan raut wajah tanpa ekspresi.


Namun Kayra tetap menatap Angga hingga dia tak berkedip sedikitpun. Handoko yang melihat hal itu langsung menarik tangan Kayra dan membawanya keluar dari restoran itu.


" Hapus wajah pria itu dari pikiranmu . Kau harus fokus dengan William. Lebih baik kita pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter Joni. Tadi dokter Joni menelpon dan mengatakan kalau dia ingin bertemu denganmu," ucap Handoko seraya membuka pintu mobilnya.


Raut wajah Kayra semakin kesal mendengar ucapan Papanya. Dia sangat kesal karena selama ini Papanya tak pernah menuruti keinginannya. Apapun yang ingin dia lakukan pasti telah diatur oleh Papanya. Rasanya dia seperti seorang boneka.


Tak berselang lama mereka akhirnya sampai di sebuah rumah sakit yang sangat terkenal di kota itu. Namun tiba-tiba Handoko tak sengaja melihat seorang pria yang sangat dia kenal. Dia adalah William . Pria itu sedang duduk bersama seorang wanita yang sedang hamil besar . William terlihat sedang mengelus-elus perut wanita itu dengan lembut. Diam-diam Handoko mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto William dan Jelita.


" Aku yakin William pasti sudah menikah dan Tio pasti tak tahu mengenai pernikahan putranya. Atau jangan-jangan Tio tidak setuju putranya menikah dengan perempuan itu ? Tio adalah pengusaha yang sangat sukses , jadi aku yakin dia pasti pilih-pilih dalam mencarikan calon istri untuk putranya. Aku harus memperlihatkan foto yang aku ambil ini kepada Tio. Aku yakin setelah ini Tio pasti akan melarang putranya bertemu dengan wanita itu atau mungkin Tio akan langsung memaksa William agar menikah dengan Kayra ," pikir Handoko seraya tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2