
Sebelumnya, Jelita sudah menyaksikan prosesi Ijab Kabul melalui sambungan video call.
Tepat di depan pintu masuk masjid, seorang pria berdiri dengan gagah menyambut sang belahan jiwa. Seorang gadis yang akan menjadi tulang rusuknya mulai hari ini dan seterusnya.
Yuni juga ikut menyambut menantunya dengan rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
" Selamat datang ,Istriku. Kau terlihat sangat cantik ! " puji Angga seraya mengulurkan satu tangan pada gadis yang baru saja menjadi istrinya, membuat banyak para wanita lainnya merasa iri melihat perlakuan manis laki-laki itu.
Jelita tersenyum dan terharu mendengar Angga mengucapkan kata istriku, lalu dia mencium punggung tangan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya.
Sedangkan di luar, Mila dan Riska terus berusaha mencari cara agar bisa masuk ke dalam. Sebelum proses ijab kabul mereka berdua sudah ada di luar namun para penjaga tidak mengizinkan mereka masuk.
" Ma, kita harus bagaimana ini ? Sepertinya Angga sudah tahu kalau kita akan ke sini. Makanya penjagaannya sangat ketat. Rencana kita telah gagal Ma, karena prosesi ijab kabul sudah selesai," ucap Mila yang terus mondar-mandir.
" Walaupun prosesi ijab kabul telah selesai, tapi rekaman vidio itu harus tetap kita tunjukan pada mereka. Mama yakin setelah Angga melihat rekaman video itu, dia pasti akan langsung menceraikan Jelita. Apalagi di sana ada keluarga besarnya," sahut Riska sembari menghampiri gadis itu.
" Mama memang benar. Jelita pasti akan sangat menderita setelah bercerai dengan Angga," balas Mila seraya tersenyum senang.
" Kalau begitu kita harus mencari cara agar bisa masuk ke dalam ," kata Riska yang langsung mencari cara.
" Bagaimana kalau kita menyamar ? Aku yakin setelah kita menyamar , para penjaga itu akan mengizinkan kita masuk ke dalam ," ucap Mila sembari menatap Mamanya.
" Kau memang pintar," sahut Riska yang sangat bangga dengan putrinya itu.
Di dalam , Angga menatap Jelita. Dia menggenggam tangan istrinya dengan lembut. Dengan langkah anggun, Jelita mengikuti langkah suaminya.
Angga mendudukkan sang pengantin wanita di hadapan penghulu, para saksi, dan kedua orang tuanya, lalu menyematkan cincin perkawinan di jari Jelita. Begitupun sebaliknya yang di lakukan oleh Jelita pada Angga.
__ADS_1
Kemudian di lanjutkan dengan penandatanganan buku nikah dan pembacaan taklik pernikahan yang ada di buku nikah.
Sebelum melakukan sungkeman kepada kedua orang tuanya, Angga terlebih dahulu menuntun Jelita untuk berhadapan dengannya. Meletakkan tangan kirinya di atas ubun-ubun sang istri, lalu membacakan doa setelah menikah.
Sementara tangan kanannya digenggam oleh Jelita seraya di ciumnya dengan lembut punggung tangan sang suami.
Usai membaca doa, Angga memberikan kecupan singkat di pucuk kepala istrinya. Kemudian sama-sama menengadahkan tangan mengucap syukur.Berlanjut hingga prosesi terakhir.
Acara ijab qobul pun selesai di laksanakan. Pak Penghulu sudah lebih dulu pamit karena masih ada yang harus di nikahkan di tempat lain.
" Kita pulang sekarang ? " tanya Yuni . Dia yakin bahwa anak dan menantunya sangat lelah . Jelita dan Angga lalu mengangguk setuju.
Mereka telah siap untuk pergi meninggalkan masjid. Saat sampai di luar Angga kaget melihat ada mobil yang baru saja masuk ke halaman masjid.
" Mila , "ucap Angga tak percaya. Dia merasa bingung kenapa Mila bisa masuk padahal sudah di jaga dengan ketat .
" Mila , bagaimana bisa ? " Pak Rangga juga tak menyangka akan kedatangan adik Jelita. Pria itu sudah menyelidiki semuanya. Dia sudah tahu bagaimana sifat adik Jelita itu.
" Sayang, kamu tenang ya. Tidak usah takut. Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa, karena kamu sudah sah menjadi istri Angga," ujar Yuni pada sang menantu.
" Selamat pagi menjelang siang ! " ucap Mila seraya membuka kacamatanya , dan menatap Jelita.
" Kau memang sangat cantik, tapi tidak secantik hatimu,"gumam Mila dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Angga.
" Ehem...maaf. Ada keperluan apa kalian datang ke sini ? " tanya Angga sembari menatap mereka.
" Sepertinya kita kedatangan tamu tak di undang," ujar Pak Rangga .
__ADS_1
" Bu Riska, mau apa Anda datang kesini ? " tanya Pak Rangga lagi.
Rangga ikut bersuara karena mulai saat ini dia tidak akan membiarkan siapapun mengganggu ketenangan rumah tangga putranya.
" Tentu saja ingin memberikan kejutan untuk kalian semua," sahut Mila dengan santai seraya tersenyum sinis menatap Jelita.
" Kejutan ? " ujar Angga sembari menatap gadis itu.
" Hmm... saya datang ke sini karena ingin memberitahu kalian semua tentang siapa wanita yang baru saja dinikahi oleh putra kalian ini, " ucap Mila yang juga ikut menatap Angga.
" Jangan macam-macam kalian. Aku tidak butuh kejutan dari kalian," balas Angga dengan raut wajah yang terlihat marah dan mengepalkan tangannya. Pria itu ingin mendekati Mila.
" Angga, tahan diri kamu ! Tidak ada gunanya kamu marah-marah dengan orang seperti mereka," ujar Pak Rangga seraya membawa putranya sedikit menjauh.
Jelita memenjamkan mata seraya menghela napas berat. Dia tidak tahu kesalahan apa yang sudah di perbuatnya pada sang adik sehingga gadis itu tak henti-hentinya menganggu kehidupannya.
" Tenang, Pak Rangga. Saya tidak ada maksud jahat sama Anda, justru yang ingin saya sampaikan kali ini demi kebaikan Anda dan keluarga. Tunggu sebentar , ya ! " kata Riska sembari menoleh ke arah mobilnya. Dia menyuruh Mila agar mengambil sesuatu dari mobilnya.
"Ini ,Ma." Mila menyerahkan laptop pada Riska.
Jelita berusaha untuk tenang sampai dia mengetahui apa tujuan adik dan Mama tirinya datang menemuinya dan mengganggu ketenangannya.
" Kalian semua harus melihat ini karena saya yakin nanti kalian pasti akan sangat terkejut seperti..." Mila menjeda ucapannya sambil melirik ke arah sang kakak. "BOOM! Ya seperti itu bunyinya nanti," sambungnya hingga mengejutkan semua orang.
" Katakan ! Apalagi yang ingin kamu lakukan pada kakakmu ? Apakah tidak cukup selama ini membuatnya menderita ? Ingat, saat ini Jelita adalah istriku. Siapapun yang ingin menyakitinya maka dia harus berhadapan denganku. Sekarang kalian paham ,kan ?" kata Angga. Pria itu sudah tidak bisa menahan diri.
Entah kenapa firasatnya mengatakan jika Mila akan melakukan sesuatu yang bisa membuat istrinya malu di depan keluarga besarnya.
__ADS_1
" Ya, saya tahu itu. Tapi saya merasa kasihan pada Anda. Seharusnya Anda bisa mendapatkan seorang istri yang jauh lebih baik dari dia, seorang gadis yang masih bersegel contohnya. Bukan seorang istri seperti ini," ujar Mila sambil menatap Jelita dengan tatapan merendah .
" Oh, iya. Mungkin dari kalian di sini ada yang belum tahu siapa wanita cantik ini. Baiklah, saya akan memberitahu kalian semua. Dia ini adalah kakak saya. Dia adalah wanita murahan , makanya Papa mengusirnya," lanjutnya dengan suara lantang.