
Dua hari kemudian ...
Setelah tiga hari lebih mencari pelayan itu, akhirnya anak buah Tio menemukan pelayan itu . Mereka langsung membawa pelayan itu ke rumah Tio.
" Selamat pagi, Bos. Aku sudah menemukan pelayan itu dan sekarang dia ada di luar, " ucap Bobi seraya menatap Tio dengan sangat hormat.
" Kalau begitu bawa dia kemari," perintah Tio dengan sangat tegas.
" Baik , Bos ," sahut Bobi yang kemudian langsung pergi ke luar.
Tak berselang lama Bobi kembali lagi bersama seorang wanita yang selama ini dicari-cari oleh Tio dan William. Raut wajah William terlihat merah padam melihat pelayan itu. Di sana juga ada Alessia , dan Jelita . Mereka ingin mendengar secara langsung dari mulut pelayan itu mengenai siapa orang yang telah menyuruhnya melakukan perbuatan itu.
Setelah melihat Tio dan William , pelayan itu langsung berlutut di depan mereka. Raut wajah ketakutan terlihat dengan jelas di wajahnya. Dia tak berani menatap Tio dan William, dia hanya bisa menunduk dengan tubuh gemetar.
" Kau ? Berani sekali kau melakukan itu padaku ? Siapa yang telah menyuruhmu melakukan semua itu ? " teriak William dengan suara yang terdengar cukup keras. Pembuluh darahnya berdenyut, wajah dan lehernya memerah menatap ke arah pelayan itu.
Pelayan itu semakin gemetar mendengar suara William yang terdengar sangat menakutkan.
" William , tenangkan dirimu ! " kata Tio seraya menatap putranya.
" Siapa namamu ? " tanya Tio seraya menatap pelayan itu yang dari tadi hanya menunduk.
__ADS_1
"Namaku Nita , Tuan ,"sahut Nita semakin ketakutan.
"Nita , kenapa kau melakukan itu pada putraku ? Sebenarnya apa salah putraku kepadamu sampai kau tega melakukan semua itu ? " tanya Tio lagi dengan wajah yang terlihat sangat tenang.
" Maafkan aku , Tuan . Aku terpaksa menerima tawaran mereka karena aku sedang membutuhkan uang untuk biaya orang tuaku. Bapakku sedang menderita stroke , sedangkan Ibu menderita sakit kanker payudara. Aku terpaksa menerima tawaran mereka karena saat ini aku sedang membutuhkan uang untuk biaya operasi Ibuku. Aku tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan uang untuk biaya operasi Ibu. Aku sudah bekerja siang dan malam, tapi uangku tetap belum cukup untuk biaya operasi Ibu. Sedangkan aku tak memiliki siapapun saat ini, hanya mereka yang aku miliki. Aku tak sanggup melihat orang tuaku menderita karena menahan rasa sakit. Jadi aku terpaksa melakukan perbuatan dosa itu. Tolong maafkan aku, Tuan ! Jika Anda mengirimku ke penjara maka tak akan ada yang mengurus orang tuaku di rumah," tutur Nita seraya meneteskan air matanya. Yang dia lakukan memang salah , tapi dia terpaksa melakukan itu demi orang tuanya. Dia sudah bekerja di tiga tempat dalam sehari, namun biaya operasi untuk ibunya belum juga terkumpul. Sedangkan dokter menyarankan agar ibunya segera dioperasi , dia benar-benar bingung menghadapi semua itu. Sebelum pergi bekerja dia juga harus mengurus orang tuanya . Walaupun terkadang dia dalam keadaan sakit, dia tetap pergi bekerja demi orang tuanya.
William langsung terdiam mendengar ucapan Nita, dia yang tadinya marah langsung merasa kasihan pada pelayan itu. Sedangkan Tio langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Bobi setelah mendengar pengakuan Nita.
" Bobi, apakah semua yang diucapkan oleh wanita itu benar ? " tanya Tio berbisik di samping telinga Bobi
" Benar , Bos. Kemarin aku sudah menyelidikinya dan orang tua Nita memang sakit. Mereka juga tinggal di rumah gubuk yang sangat tidak layak untuk ditempati," sahut Bobi dengan suara yang cukup pelan.
Setelah mendengar itu, Tio kembali duduk di samping putranya. Awalnya dia sangat marah dengan pelayan itu, tapi setelah mendengar ceritanya dia jadi tak tega dengan Nita.
" Jelita benar , Pa. Awalnya aku memang sangat marah, tapi setelah mendengar ceritanya aku jadi tak tega kepadanya," kata William yang juga berbisik di samping telinga Papanya.
Tio menghela nafas sambil menatap Nita. " Nita , jika kau mau mengatakan dengan jujur siapa yang telah menyuruhmu melakukan semua ini maka aku tak akan mengirimmu ke penjara. Aku juga akan membiayai biaya pengobatan kedua orang tuamu," kata Tio seraya menatap wanita itu.
" Maaf , Tuan. Aku tak berani mengatakannya karena mereka mengancamku," sahut Nita ketakutan.
" Kau tenang saja , aku akan melindungimu dari mereka. Coba kau pikirkan baik-baik tawaranku . Ini juga demi pengobatan orang tuamu. Bagaimana ? " tanya Tio seraya menaikkan alisnya.
__ADS_1
Nita terdiam cukup lama. Dia memikirkan dengan baik-baik tawaran Tio. " Hmmm , yang menyuruhku melakukan semua ini adalah Nona Kayra dan Pak Handoko. Sebenarnya rencana mereka telah gagal karena Nona Alessia yang datang secara tiba- tiba. Pak Handoko menyuruhku menaruh obat itu ke dalam minuman Tuan William karena mereka ingin membuat Tuan William tidur dengan Nona Kayra," ungkap Nita .
Kedua mata Tio dan William terbelalak lebar mendengar pengakuan Nita. Ternyata dalang dari semua ini adalah Handoko dan Kayra.
" Pa , ini adalah salah Papa. Kenapa Papa harus berhubungan dengan orang seperti itu ? Padahal dia sendiri yang duluan menolak perjodohan itu. Dia juga menghinaku dan merendahkanku waktu itu, tapi sekarang dia sampai melakukan semua ini agar bisa menikah denganku. Dia memang wanita yang sangat aneh dan juga gila," ucap William
"Kak , apakah orang yang menghampiri kita waktu di rumah sakit yang bernama Handoko dan Kayra ? " tanya Jelita seraya menatap William dengan matanya yang membulat sempurna.
" Iya , benar," sahut William dengan wajahnya yang langsung merah padam. Dia bener-bener tak sudi menikah dengan wanita seperti itu. Untung saja Alessia datang ke restoran secara tiba-tiba . Andai calon istrinya itu tidak datang ke restoran, entah apa yang akan terjadinya. Mungkin mereka sudah merayakan keberhasilannya.
" Maafkan , Papa. Papa juga tidak tahu kalau mereka sejahat itu . Untung saja kamu tak menikah dengan wanita seperti itu . Dan untung saja Alessia datang ke restoran," ujar Tio dengan raut wajah yang merasa bersalah pada putranya.
" Alessia , terima kasih ya nak ? Berkatmu rencana mereka jadi gagal," ucap Tio seraya menatap Alessia.
" Aku tidak melakukan apapun , Om. Waktu itu ketika William mengatakan kalau dia berada di restoran, tiba-tiba saja aku ingin menemuinya. Jadi aku langsung pergi ke restoran William tanpa memberitahunya terlebih dahulu," terang Alessia seraya menatap Tio.
" Pa , aku ingin kau menghukum Handoko dan Kayra. Buat dia mendekam di penjara," kata William dengan amarah yang menggebu-gebu.
" Bobi , tolong kau cari Handoko dan Kayra ! " perintah Tio dengan raut wajahnya tanpa ekspresi.
" Baik , Bos ," sahut Bobi yang langsung meninggalkan mereka.
__ADS_1
" Nita , mulai hari ini aku akan menanggung semua biaya pengobatan orang tuamu, tapi kau harus berjanji tak akan melakukan perbuatan seperti ini lagi. Kau juga masih bisa kembali bekerja ke restoran William," terang Tio seraya menatap Nita dengan tajam.
" Terima kasih , Tuan . Kalian memang orang-orang yang sangat baik. Aku berjanji tak akan melakukan perbuatan seperti ini lagi. Aku berjanji suatu saat nanti akan membalas kebaikan kalian ini," kata Nita seraya meneteskan air matanya.