Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Datang ke perusahaan


__ADS_3

Besoknya


Hari ini Jelita datang ke perusahaan Angga untuk menggantikan suaminya. Dia datang ke kantor diantar oleh William.


" Selamat pagi ,Tuan dan Nona," ucap Alex dengan eaut wajah bingung.


" Selamat pagi. Apakah kau orang kepercayaannya Angga ? " tanya William seraya menatap Alex dengan tatapan yang tajam.


"Iya ,Tuan. Saya Alex,"sahut Alex dengan sopan.


" Alex, aku titip Jelita padamu. Tolong jaga adikku dengan baik selama dia di sini ! " perintah William dengan wajah serius.


" Baik , Tuan. Aku akan menjaga Nona Jelita dengan baik," sahut Alex seraya menatap Jelita dan William secara bersamaan. Sebenarnya dia merasa bingung dengan pria yang bersama dengan Jelita saat ini. Dia sama sekali tidak tahu siapa pria yang bersama dengan istri bosnya. Tadi pria itu bilang kalau Jelita adalah adiknya , tapi yang dia tahu Pak Tio tidak memiliki seorang istri. Apakah pria itu benar-benar Kakak Jelita ? Lalu kenapa bosnya tak pernah mengatakan kalau Jelita memiliki seorang Kakak ? Begitu banyak pertanyaan muncul di pikirannya , tapi dia tak berani bertanya dengan Jelita.


" Kenapa Kakak bicara seperti itu ? Aku bukan anak kecil lagi. Aku masih bisa menjaga diriku sendiri dengan baik," ucap Jelita seraya menatap William dengan cemberut. William dan Papanya selalu memperlakukan dirinya seperti seorang anak kecil. Kemana pun Jelita pergi mereka pasti ingin mengantarnya. Apalagi Kakek dan Neneknya , setiap hari bisa dua kali menghubunginya hanya untuk mengingatkan dirinya agar tidak telat makan.


" Aku hanya takut terjadi sesuatu padamu, apalagi saat ini kau sedang mengandung. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan keponakanku," ujar William. Awalnya dia syok saat mengetahui kalau dirinya dan Jelita bersaudara. Tapi beruntung Papanya selalu membantunya agar bisa menerima semua kenyataan ini. Dia berjanji akan menjadi Kakak yang baik untuk Jelita. Dia juga berjanji akan menjaga adiknya.


Jelita menatap Alex yang terlihat kebingungan. Dia yakin Alex pasti bingung dengan laki-laki yang bersama dengan dirinya saat ini.


" Alex, perkenalkan dia adalah Kakakku. Dia adalah saudara kembarku," kata Jelita sembari tersenyum.


" Maaf ,Nona. Aku baru tahu kalau Anda memiliki saudara kembar," sahut Alex menunduk.


"Ya tidak apa-apa. Lagian aku sendiri juga baru tahu kalau aku memiliki saudara kembar ," ucap Jelita.


" Jelita, kalau begitu aku pergi dulu. Aku harus pergi ke kantor Papa. Kalau ada masalah hubungi saja aku," kata William seraya mengusap rambut adiknya.


" Ok. Hati-hati di jalan," balas Jelita seraya tersenyum.

__ADS_1


Gadis itu lalu pergi menuju ke ruangan Angga di ikuti oleh Alex di belakangnya. Setelah sampai di ruangan, dia lalu duduk di kursi di mana biasanya Angga duduk.


" Alex , apa benar di perusahaan sedang ada masalah ? Memangnya ada masalah apa ? " tanya Jelita seraya menaikkan sebelah alisnya. Kemarin Papa mertuanya mengatakan kalau perusahaan Angga sedang ada masalah, namun dia tidak sempat bertanya lebih lanjutnya.


" Benar ,Nona," sahut Alex.


" Memangnya ada masalah apa ? " tanya Jelita lagi dengan raut wajah yang penasaran.


"Setelah Tuan Angga kecelakaan , saya yang mengambil alih proyek yang sedang dibangun oleh Tuan Angga dan perusahaan dari Kakak Nona Vina. Tapi sekarang Nona Vina tak pernah mau mendengarkan pendapat saya setiap mengadakan rapat. Dia hanya menggunakan pendapat dia sendiri tanpa bertanya padaku. Dia melakukan semuanya sesuka hatinya saja. Aku sudah berusaha menjelaskan padanya, tapi Nona Vina malah marah-marah padaku dan menghinaku. Kalau terus - menerus seperti ini perusahaan Tuan Angga bisa bangkrut," tutur Alex menjelaskan semuanya pada Jelita.


" Kalau begitu lebih baik batalkan kerja sama kita dengan perusahaan Kakaknya Vina. Buat apa bekerja sama dengan orang seperti itu," terang Jelita seraya menatap Alex yang ada di depannya.


" Bagaimana kalau Nona Vina menuntut kita ? " tanya Alex khawatir.


"Tidak masalah kalau dia menuntut kita. Nanti kita tuntut dia balik. Bukankah kau juga sudah memiliki banyak bukti ," kata Jelita dengan tegas.


" Lalu kita akan bekerja sama dengan siapa Nona ? Saat ini perusahaan kita sedang membutuhkan perusahaan orang luar untuk di ajak bekerja sama," terang Alex merasa bingung.


" Lalu kita akan bekerja sama dengan siapa lagi ? Sangat sulit mencari pengusaha dari luar yang mau bekerja sama dengan kita," ungkap Alex dengan raut wajah yang semakin bingung. Kemarin dia sudah mencoba mencarinya namun tidak menemukannya. Andai bosnya tidak kecelakaan pasti pria itu akan dengan mudah menyelesaikan masalah ini.


" Apa kau lupa siapa Papa dan Kakakku ? " tanya Jelita seraya tersenyum . Bagaimana bisa Alex melupakan perusahaan Papanya ? Padahal perusahaan Papanya berkembang di seluruh dunia. Perusahaan Kakaknya juga sama.


Kedua mata Alex membulat mendengar ucapan Jelita. " Kenapa aku bisa lupa dengan Nona Jelita ? Bukankah Pak Tio adalah seorang pengusaha sukses ? Usahanya juga sudah berkembang di seluruh dunia, " pikir Alex seraya menepuk jidatnya sendiri.


" Nanti aku akan bekerja sama dengan perusahaan Kakakku," ucap Jelita.


" Baiklah . Kalau begitu aku akan bicara dengan Nona Vina,"sahut Alex yang kemudian keluar dari ruangan Jelita.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tiga jam kemudian Vina datang ke perusahaan Angga dengan wajah berapi-api. Dia membuka pintu ruangan Angga dengan sangat kasar. Alex yang khawatir dengan istri bosnya langsung ikut masuk ke dalam.


" Dasar wanita murahan . Apa maksudmu membatalkan kerjasama itu ? Mentang-mentang Angga dalam keadaan koma kau mau seenaknya saja mengurus perusahaan ini ? Lebih baik kau tidak usah datang ke perusahaan ini . Apalagi sebentar lagi kau dan Angga akan bercerai. Setelah kau dan Angga bercerai aku yang akan mendekatinya. Aku yakin kalau aku berusaha mendekati Angga , dia pasti bisa aku dekati," ujar Vina dengan sangat percaya diri.


" Apa kau tidak tahu kalau semua kekayaan Angga sudah di berikan padaku ? Semua sudah atas nama diriku . Apa kau akan tetap mau mendekati Angga jika Angga jatuh miskin ? Aku yakin kau tidak akan mau dengan seorang pria miskin ," ucap Jelita seraya menatap Vina dengan tajam.


" Kau pasti menikah dengan Angga hanya untuk mengincar harta Angga saja. Kau memang wanita licik," tuduh Vina dengan wajah yang merah padam.


"Apa kau masih tak percaya dengan semua berita yang ada di media ? Aku tidak membutuhkan semua kekayaan Angga. Bahkan Papa dan Kakakku jauh lebih kaya dari Angga," terang Jelita.


" Kau pikir aku akan percaya kalau kau adalah putri Tio ? Aku sama sekali tidak percaya. Pasti Tio menggunakan seluruh uangnya untuk membuat semua bukti palsu itu. Aku yakin Tio membayar para dokter di rumah sakit agar membuat hasil DNA yang palsu. Aku dengar kau tinggal di rumah Tio. Pasti siang dan malam kau melayani pria itu. Atau jangan-jangan kau juga melayani putra angkat Tio. Dasar murahan . Kau bahkan rela melakukan segalanya hanya untuk sebuah harta. Tapi itu sangat bagus untukku. Jika kau bercerai dengan Angga lalu dekat dengan Tio , maka aku akan dengan gampang mendekati Angga. Asal kau tahu, aku mencintai Angga sudah sejak lama. Kami di jodohkan sudah sejak lama. Kami juga hampir menikah tapi pernikahan kami gagal karena ulahmu. Kau datang di kehidupan Angga dan menghancurkan segalanya," tuduh Vina dengan mata yang melotot. Dia begitu muak dengan Jelita. Setiap hari hanya berita tentang wanita itu yang menyebar di media.


Plak !


Jelita menampar wajah Vina dengan cukup keras. Sorot matanya seperti nyala api.


" Kalian dulu memang di jodohkan , tapi Angga tak pernah setuju dengan perjodohan itu karena dia tidak mencintaimu. Aku lihat kau sampai melakukan segala cara agar bisa dekat dengan Angga. Apa di luar sana sudah tak ada pria yang mau denganmu ? Kalau memang benar, sungguh kasihan sekali dirimu," cibir Jelita.


" Dan satu lagi. Aku tidak masalah jika kau tak percaya kalau aku adalah putri kandung Tio. Tapi kata-kata yang kau ucapkan tadi sudah membangunkan amarahku. Akan aku balas semua yang telah kau lakukan selama ini. Aku pastikan besok kau akan mencariku dan meminta maaf padaku," balas Jelita dengan amarah yang menggebu-gebu.


" Apa kau bermimpi ? Aku tidak pernah melakukan apapun padamu. Dan semua yang aku katakan juga memang kenyataannya begitu," sahut Vina dengan santainya.


" Bukankah perusahaan Kakakmu juga bekerja sama dengan anak perusahaan Papaku ? Bagaimana jadinya kalau kerja sama itu juga di batalkan ? Aku yakin perusahaan kalian pasti akan langsung bangkrut dalam sekejap mata," ucap Jelita seraya tersenyum menyeringai.


Kedua mata Vina terbelalak lebar mendengarnya. Kalau sampai perusahaan Keluarganya bangkrut maka dia dan keluarganya pasti akan menjadi gembel.


" Alex , sebaiknya kau usir Vina. Jangan biarkan dia datang ke perusahaan ini lagi," perintah Jelita pada Alex yang berdiri di sampingnya.


" Baik, Nona," sahut Alex yang langsung menarik tangan Vina.

__ADS_1


" Jelita, aku mohon jangan lakukan itu ! Keluargaku pasti akan marah padaku," teriak Vina. Namun Jelita tak menghiraukan ucapan Vina .


__ADS_2