Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Obat perangsang


__ADS_3

Besoknya


Hari ini Mila mengubah penampilannya hingga penampilannya sangat mirib dengan Jelita. Dia ingin menjalankan rencananya mendekati Angga lagi


" Sayang , kenapa penampilanmu itu sangat mirib dengan anak pembawa sial itu ?" tanya Riska sembari menatap penampilan Mila dari atas hingga bawah dengan raut wajah bingung.


" Aku sengaja mengubah penampilanku ,Ma. Aku ingin mendekati calon suami Jelita. Hari ini aku ingin menjebak calon suami Jelita. Kalau rencanaku ini berhasil maka kita tidak perlu menggunakan rekaman vidio itu," sahut Mila sembari tersenyum licik.


" Mama doakan semoga kau  berhasil,"balas Riska sembari duduk di samping Mila.


" Iya ,Ma. Kalau begitu aku pergi dulu," sahut Mila sembari mencium pipi Riska.


Satu jam kemudian gadis itu akhirnya sampai di kantor Angga. Dia langsung pergi ke ruangan office girl dan mengganti pakaiannya menggunakan pakaian seorang office girl. Tidak lupa dia menggunakan masker agar tidak ada yang mengenali dirinya. Dia lalu membuat kopi yang di dalamnya sudah di campur dengan obat perangsang. Setelah selesai dia lalu menyuruh orang lain untuk membawa kopi itu ke ruangan Angga.


" Aku yakin rencanaku ini pasti akan berhasil. Kebetulan sekali hari ini Jelita sedang pergi ke luar," gumam Mila sembari tersenyum licik.


****************


Setengah jam kemudian.


Angga sudah menghabiskan kopi yang di buat oleh Mila. Dia hendak beranjak dari tempat duduknya, tapi tiba-tiba saja dia merasa kepalanya berputar-putar. Tak hanya itu, tubuhnya juga sudah mulai memanas. Rasanya seperti demam tapi bukan. Ini lebih seperti sedang berada di gurun pasir yang haus akan air.


" Kenapa mendadak pandanganku jadi kabur ? "guman Angga seraya memijat kepalanya. Dia lantas melihat jari telunjuknya yang jadi empat. Apakah matanya bermasalah ?


Dengan tubuh sempoyongan Angga meraih gelas yang berisi air putih. Dalam satu kali tegukan, air putih itu sudah habis. Namun air putih itu tak mampu mengurangi hawa panas di tubuh Angga.


" Apakah AC di ruangan ini rusak ?" keluh Angga lalu meraih majalah yang ada di meja untuk mengipasi tubuhnya. Bukannya berkurang , rasa panas itu justru semakin bertambah.


Tak tahan lagi atas tubunya yang kepanasan, Angga lantas melepaskan kancing kemeja yang di kenakannya hingga seluruhnya terbuka.


" Ini jauh lebih dingin," ucap Angga seraya menuju ke sofa. Dia menaikkan kedua kakinya di sofa.

__ADS_1


" Silakan masuk, Tuan Angga ada di dalam," ujar Alex pada Mila lalu membuka pintu ruangan itu lebar-lebar. Gadis itu mengatakan pada Alex kalau dia adalah saudara Angga. Saat ini Mila sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya.


Mila berjalan dengan langkah pelan sambil melihat-lihat sekeliling ruangan itu.


" Katanya Angga ada di dalam, lalu di mana pria itu ," gumam Mila dengan raut wajah bingung.


Keberadaan Angga yang tertutup oleh sandaran sofa membuat tubuhnya tidak terlihat dari arah pintu. Namun samar-samar dia seperti mendengar ada suara orang yang mengobrol.


Mila mendekati sofa, dia melihat Angga yang sedang berbaring sambil mengibaskan majalah di depan dadanya. Melihat kemeja Angga yang terbuka, dia menelan saliva berulang - ulang. Apalagi dada bidang pria itu terlihat sangat jelas.


" Angga, kali ini aku pasti akan mendapatkanmu," ucap Mila sambil menyeringai.


Mendengar ada yang menyebut namanya, Angga menegakkan tubuhnya. Pria itu mengamati wajah Mila yang menurutnya tidak asing. Tapi sayang sekali otaknya terlalu berat untuk mengingatnya.


" Siapa kau ? Untuk apa kau datang kemari ? " ujar Angga seraya menyipitkan matanya.


Mila menyeringai. Dia tak akan melewatkan kesempatan bagus ini. Dia harus menggodanya.


" Aku Jelita, tentu saja aku ingin melihatmu," sahut Mila seraya menyisir rambutnya agar terlihat seperti potongan rambut kakaknya .


" Jelita ? " ujar Angga seraya menyipitkan matanya. Dia mengamati potongan rambut Mila yang tentu saja berbeda dengan rambut milik Jelita. Selama ini Jelita tidak pernah mewarnai rambutnya.


Angga masih bisa mengenali calon istrinya dengan baik. Dia tidak mungkin salah lihat meski kepalanya berputar-putar.


" Bukan, kau bukan Jelita," sanggah Angga seraya mendengus dengan kesal.


" Apakah kau kepanasan ? " tebak Mila.


" Tolong panggilkan seseorang untuk memperbaiki AC ," sahut Angga dengan asal.


" Tidak perlu, biar aku yang membantumu mendinginkan tubuhmu,"kata Mila seraya menyeringai licik. Dia menoleh ke arah pintu yang masih tertutup rapat. Tinggal selangkah lagi dia pasti bisa merebut calon suami Jelita.

__ADS_1


" Jangan dekat-dekat denganku ! " tolak Angga seraya melempar majalah ke arah Mila.


" Kenapa ? Aku ini calon istrimu," terang Mila. Gadis itu sudah duduk dengan jarak yang sangat dekat dengan Angga.


" Pergilah, tidak usah mendekatiku. Kau bukan calon istriku. Jelita tidak suka mewarnai rambutnya," ungkap Angga. Semakin lama dia merasakan tubuhnya semakin lemas,kepalanya juga berat. Jangankan berdiri, untuk meringsut menjauh dari Mila saja tubuhnya seperti tidak mampu. Apakah dia sudah lumpuh ?


Mila semakin bersemangat mendekati Angga. Dia lantas meraba dada bidang pria itu.


" Aku ingin Jelita hancur dan terpuruk karena kehilangan calon suaminya untuk yang ketiga kalinya." Mila hendak menarik kemeja yang di kenakan oleh Angga tapi beruntung pria itu sudah meringkuk.


Dengan sedikit kekuatan yang tersisa, Angga menendang Mila hingga gadis itu terhuyung karena kehilangan keseimbangan. Tubuhnya berbenturan dengan meja hingga vas yang ada di atasnya terjatuh dan menyebabkan bunyi yang begitu nyaring.


" Aw, sial. Rasanya sakit sekali," umpat Mila seraya mengusap sikunya yang terluka akibat pecahan vas.


Mila sudah di rundung amarah, dia lantas mendekati Angga lalu menarik kemeja itu hingga terlepas.


Namun Angga langsung mendorong tubuh gadis itu .


" Alex ," teriak Angga dengan suara yang  lemah.


" Tidak akan ada yang menolongmu karena semua sedang sibuk," ucap Mila seraya tersenyum senang.


Jelita baru saja kembali dari menemui Bibinya, ibunya Fino. Dia meminta Bibinya untuk menjadi wali nikahnya.


Dia menarik knop pintu sambil membawa makanan yang akan di berikan pada Angga . Tubuhnya membeku dengan mata terbelalak lebar melihat Mila yang sedang memegang kemeja Angga.


" Mila, apa yang kau lakukan ? " teriak Jelita dengan amarah yang menggebu. Dalam hitungan detik Jelita berjalan menghampiri adiknya yang sudah kurang ajar. Makanan yang dia bawa langsung dia letakan begitu saja .


Mila sontak terperanjat, pelan-pelan dia sedikit menjauh dari Angga. Belum sempat berbalik, Jelita sudah menarik pergelangan tangan Mila.


" Apa yang kau lakukan pada calon suamiku ? " teriak Jelita dengan tatapan tajam dan berapi-api. Jelita langsung menampar wajah Mila.

__ADS_1


" Aku...aku..." Mila tergagap, kebingungan sendiri karena belum apa-apa tapi sudah tertangkap basah. Sekarang apa yang akan gadis itu lakukan ?


" Calon suamimu ingin menggodaku ," sahut Mila dengan cepat.


__ADS_2