Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Namanya Angga


__ADS_3

Kediaman Handoko.


Raut wajah Handoko terlihat sangat terkejut setelah mendengar penjelasan Tio. Tadinya dia ingin membuat Tio memarahi William lalu menikahkan William dengan putrinya , tapi Tio malah marah-marah pada dirinya. Ternyata dugaannya salah , wanita yang saat ini bersama dengan William ternyata adalah adik William.


" Pa , kenapa malah diam saja ? Apa yang di katakan oleh Om Tio ? " tanya Kayra dengan raut wajah yang sangat penasaran. Berkali-kali dia menyentuh bahu Papanya tapi Papanya malah diam saja bagaikan sebuah patung.


" Pa , kenapa malah diam saja ? " teriak Kayra lagi dengan wajah yang terlihat frustasi karena melihat Handoko yang sama sekali tak menjawab pertanyaannya.


" Kayra, ternyata Papa salah. Ternyata wanita itu bukanlah istri William," sahut Handoko yang kemudian duduk di samping putrinya.


" Lalu dia siapa , Pa ? Apakah dia istrinya Om Tio ? " tanya Kayra seraya menaikkan sebelah alisnya.


" Bukan , dia adalah adiknya William ," sahut Handoko seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


" Apa ? Jadi dia adalah adiknya William ? Apakah Papa tak tahu kalau William memiliki seorang adik ? " tanya Kayra lagi dengan raut wajah semakin penasaran. Bagaimana mungkin Papanya bisa ceroboh begitu ? Padahal selama ini Papanya yang paling lama mengenal Tio . Sedangkan dia mengenal Tio ketika dia pergi ke perusahaan Papanya. Di sanalah awal pertamanya dia berkenalan dengan Tio.


" Tidak , Papa sama sekali tak tahu . Bahkan Papa tak tahu kalau Tio sudah memiliki seorang anak. Selama ini Papa tak pernah mendengar kalau dia telah menikah. Papa selalu mengira kalau dia belum menikah ," terang Handoko seraya menunduk.


" Pasti Om Tio marah besar sama Papa ? Sepertinya kita akan sulit mendekati William. Lebih baik tak usah mendekati dia lagi , lagian saat ini aku telah jatuh cinta dengan pria yang bersama dengan Om Tio di restoran," ucap Kayra dengan jujur. Dari tadi dia terus membayangkan wajah pria itu . Entah siapa namanya, dia bahkan sama sekali tak tahu nama pria itu. Tapi dia akan mencari tahu siapa pria itu.


" Kenapa kamu keras kepala sekali ? Papa yakin dia pasti pria miskin. Lebih baik kau fokus dengan William," kata Handoko dengan penuh penekanan.


" Lalu apa rencana Papa ? " tanya Kayra seraya menatap Handoko.

__ADS_1


" Kita jebak William dengan obat perangsang. Nanti Papa akan menyuruh seseorang untuk mengawasi William , dan jika ada kesempatan yang pas maka kita langsung saja jalankan rencananya," terang Handoko dengan wajah yang penuh keyakinan.


" Baiklah , Pa . Aku akan menunggu kabar dari Papa," sahut Kayra yang kemudian meninggalkan Handoko dan pergi ke kamarnya.


Setelah sampai di kamar , Kayra langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Rasa lelahnya pun berganti dengan rasa nyaman di punggungnya. Dia kemudian mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Tadi dia menyuruh seseorang untuk mencari tahu pria yang bersama dengan Tio di restoran. Dia ingin tahu apakah orang suruhannya sudah mendapatkankan informasi atau belum. Dan ternyata orang suruhannya belum menghubunginya. Dia menghela nafas dengan pelan sambil meletakkan ponselnya di atas nakas. Beberapa menit kemudian ada pesan WA masuk dari orang suruhannya. Dengan penuh semangat Kayra langsung membuka pesan WA itu.


📱" Pria itu namanya Angga Wijaya , saat ini perusahaan Angga Wijaya sedang melakukan kerja sama dengan perusahaan milik Tuan Tio dan Tuan William. Kalau mengenai status Tuan Angga aku sama sekali tidak menemukan informasi apapun , karena Tuan Angga orangnya sangat tertutup,"


Mulut Kayra langsung melengkung membentuk senyuman setelah membaca pesan itu.


" Jadi namanya adalah Angga ? Ternyata dugaan Papa salah , ternyata pria itu memiliki perusahaan. Menurutku dia pria yang sangat tampan. Dan sepertinya tubuhnya juga sangat atletis. Ingin sekali rasanya aku memeluknya. Bagaimana rasanya tidur dengan seorang pria seperti Angga ? Pasti rasanya akan bahagia sekali," gumam Kayra seraya memeluk guling tidurnya dengan sangat erat.


" Aku tak peduli dengan ucapan Papa. Aku akan berusaha mendekatimu Angga ," gumam Kayra lagi


Besoknya


Malam ini Tio dan William akan pergi ke rumah Alessia. Tak hanya Tio dan William , Jelita dan Angga pun ikut kesana.


" Pa , bagaimana kalau Alessia menolakku ? " tanya William dengan raut wajah yang terlihat tak tenang.


Tio menghela nafas dengan pelan sambil menatap putranya. Entah sudah berapa kali William memberikan pertanyaan yang sama , bahkan dia sampai bosan menjawab pertanyaan putranya itu.


" Kak , berhentilah bertanya seperti itu. Kau tahu , aku bahkan sampai bosan mendengarnya. Itu adalah pertanyaanmu yang ke dua puluh ," gerutu Jelita dengan raut wajah yang sangat marah. Bagaimana dia tak marah , bahkan kemarin malam kakaknya sampai tak bisa tidur karena memikirkan Alessia. Dia juga berkali-kali di ganggu sama William hingga tak bisa tidur.

__ADS_1


" Maaf , aku seperti ini karena belum pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan," sahut William seraya menggaruk bagian kulit kepalanya yang tidak gatal.


" Tapi tidak seperti itu juga kan ? Bahkan kemarin malam kakak tidur di kamar kami sambil curhat. Padahal Angga juga sebelumnya tak pernah menjalin hubungan dengan wanita , tapi saat melamarku dia tak seperti kakak kok ," ucap Jelita dengan raut wajah kesal.


Angga hanya tersenyum melihat perdebatan William dan Jelita. Kemarin William memang tidur di kamarnya dan bertanya macam - macam pada dirinya , tapi dia sama sekali tak marah sedikitpun karena dia mengerti dengan apa yang di rasakan oleh William.


" Sayang , sudah jangan marah-marah terus. Aku mengerti dengan apa yang dirasakan oleh William. Nanti juga kalau William sudah bersama dengan Alessia dia pasti akan berhenti mengganggumu . Pasti dia akan fokus pada Alessia," terang Angga seraya mengusap rambut Jelita dengan lembut.


" Angga , kau memang yang terbaik. Hanya kau yang mengerti apa yang aku rasakan saat ini," kata William seraya menatap Angga.


" William , lain kali kau tidak boleh seperti itu. Angga dan Jelita adalah pasangan suami istri , seharusnya kau tidak tidur di kamar mereka. Kau hanya mengganggu mereka saja. Kalau Papa jadi Angga sudah Papa siram kau dengan air biar kau tidur di kamarmu sendiri," ceramah Tio seraya menggelengkan kepalanya.


" Kejam banget sih ? Aku juga baru kali ini seperti ini ," gerutu William dengan cemberut. .


" William, kau tenang saja , aku yakin Alessia pasti bersedia menikah denganmu," kata Angga yang berusaha menenangkan William karena tak tega melihatnya. Sebenarnya kemarin Mamanya mengatakan kalau Alessia setuju menikah dengan William. Alessia ingin mencoba dekat dengan seorang pria dan ingin menghilangkan traumanya. Tapi dia tak berani memberitahu William karena takut kalau nanti Alessia malah berubah pikiran. Dia ingin Alessia sendiri yang mengatakan pada William.


" Kenapa kau begitu yakin kalau Alessia akan bersedia menikah denganku ? Apa kau mengetahui sesuatu ? " tanya William seraya menatap Angga dengan tajam.


" Tidak kok , aku hanya menebak- nebak saja," sahut Angga dengan gugup.


" William , kalau nanti Alessia menolakmu maka kau harus bisa menerimanya dengan ikhlas. Kau tak boleh sedih sampai berlarut-larut ," ucap Tio seraya menatap putranya. Dia hanya takut kalau William mengurung diri lagi seperti dulu.


" Iya , Pa . Aku mengerti , " balas William seraya merapikan rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2