Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Membawanya ke apartemen


__ADS_3

Kedua mata Angga terbelalak lebar. Wajahnya terlihat begitu panik. Beruntung meski gelap tapi dia masih bisa melihat gadis itu. Dengan cepat dia lantas menarik tangan Jelita agar tidak terseret ombak semakin jauh ke tengah laut. Pelan-pelan, Angga menarik Jelita dan membawanya ke pinggiran.


Lili berlari menghampiri keduanya. Bergegas membantu memapah tubuh Jelita lalu merebahkan tubuhnya di pasir yang kering. Mereka harus memberikan pertolongan pertama.


" Jelita,bangunlah. Jangan mati," kata Lili sambil menepuk kedua pipi sahabatnya secara bergantian untuk menyadarkannya.


Jelita masih bisa mendengar orang-orang yang memanggil namanya . Namun matanya terasa berat untuk di buka. Nafasnya bahkan sampai tersengal-sengal akibat banyaknya air yang masuk ke dalam perutnya.


" Biar aku yang memberinya nafas buatan. Aku tidak akan membiarkannya mati." Lili sudah bersiap hendak mencondongkan tubuhnya.


"Biar aku saja," kata Angga dengan nada dingin. Dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Jelita , walaupun dia seorang perempuan.


" Apa Jelita mengenalmu ? " tanya Lili seraya menatap Angga bingung.


" Aku kekasihnya," sahut Angga. Dia kemudian naik ke atas tubuh Jelita lalu memberikan nafas buatan untuk menyadarkannya. Tanganya sampai gemetar karena khawatir terjadi sesuatu yang buruk terhadap orang yang dia cintai.


" Uhuk...uhuk..." Setelah beberapa saat, akhirnya Jelita terbatuk-batuk dan mulutnya mengeluarkan air cukup banyak.


" Jelita,akhirnya kau sadar," gumam Angga lalu beralih duduk dan meletakkan kepala Jelita di pangkuannya. Untung dia tidak terlambat datang. Jika lima menit tidak ada di sana, tak bisa di bayangkan apa yang akan terjadi.


Angga memeluk tubuh Jelita yang berada di pangkuannya tanpa peduli dengan Lili .


Jelita perlahan membuka matanya, dia bisa melihat wajah Angga meski samar - samar. Jelita mulai menggigil kedinginan karena terlalu lama berada di pantai.


"  Sebaiknya kita bawa dia pulang. Tubuhnya sudah sangat dingin karena terlalu lama berada di sini. Tolong antarkan Jelita ke rumahku. Saat ini dia belum memiliki tempat tinggal karena baru saja keluar dari rumahnya," kata Lili menjelaskan


" Kau pulang saja duluan. Jelita akan pulang ke rumahku. Kebetulan beberapa hari ini dia tinggal di rumahku," sahut Angga.

__ADS_1


Mata Lili membulat mendengarnya. Dia masih tidak percaya kalau Angga kekasih Jelita . Jelita pernah memperlihatkan foto Raka pada dirinya, dan wajahnya sangat berbeda dengan pria yang ada di depannya. Menurutnya, pria di depannya sangatlah tampan kalau di bandingkan dengan Raka. Dia curiga kalau pria di depannya adalah penculik.


" Aku tidak bisa membiarkanmu membawa Jelita. Bagaimana kalau kau adalah seorang penculik ," ucap Lili dengan perasaan takut.


Angga menghela nafas sambil menatap Lili. Ternyata sifat Lili tidak jauh berbeda dengan Jelita.  Sama-sama keras kepala.


Angga mengambil ponselnya , dan mencari vidio yang pernah Mamanya rekam saat Angga tidur berpelukan dengan Jelita. Setelah menemukannya , dia langsung mengarahkan ponselnya ke arah Lili.


Lili terkejut melihat vidio tersebut. Selama ini Jelita tak pernah menceritakan apapun tentang pria yang ada di depannya.


" Jelita , kau hutang penjelasan padaku," pikir Lili seraya menatap Jelita


" Baiklah, aku percaya padamu," jawab Lili menunduk .


" Kalau kau ingin bertemu Jelita, kau bisa datang ke apartemenku," balas Angga seraya memberikan kartu nama pada Lili.


" Lain kali jika ada apa-apa mengenai Jelita, kau hubungi saja aku," kata Angga


" Baik,Tuan," sahut Lili seraya membungkukkan badannya.


Angga bangkit berdiri lalu mengangkat tubuh Jelita yang memejamkan matanya kembali.


Matanya yang sembab menyebabkan kelopak matanya sulit untuk di buka. Perlahan Jelita tertidur di dekapan Angga karena kelelahan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Apartemen.

__ADS_1


Dalam waktu satu jam mereka sudah sampai di apartemen. Angga membaringkan tubuh Jelita pelan-pelan di ranjang kamarnya. Kulit gadis itu terasa dingin dengan bibirnya yang berwarna pucat.


Terlebih dahulu, Angga mengeringkan tubuh Jelita menggunakan handuk sebelum menggantikan bajunya yang basah.


Baru saja Angga selesai melepaskan pakaiannya, mata Jelita terbuka. Dia mengamati Angga yang sedang memegang piyama berwarna putih miliknya.


Jelita merasakan hawa dingin di tubuhnya semakin terasa, sontak wanita itu langsung melihat bagian bawah tubuhnya yang ternyata tidak mengenakan sehelai benang pun.


" Apa yang kau lakukan padaku ? " teriak Jelita sembari menutupi bagian dadanya dengan kedua telapak tangannya.


Angga menghela nafas kasar. Jika Jelita sudah bangun seperti ini, maka dia harus bersiap-siap mendapatkan kata-kata yang agak pedas dan menyakiti hatinya.


" Dasar pria brengs*k ! Kau memang pria mesum," tuding Jelita sambil memukul Angga menggunakan bantal.


" Jelita ,hentikan. Aku terpaksa melakukannya karena bajumu basah . Bukankah sebelumnya aku juga sudah pernah melihat tubuhmu ? " ujar Angga seraya menahan Jelita agar berhenti mengamuk.


Jelita lalu berhenti memukul Angga. Dia mengingat kembali apa yang telah terjadi. Tangisnya kembali pecah tanpa peduli lagi dengan tubuhnya yang polos.


Angga menutupi tubuh Jelita dengan selimut tebal lalu duduk di tepian ranjang. Dia ingin menenangkannya , karena hanya itu yang bisa dia lakukan.


" Jelita, tenanglah. Kita bisa menyelesaikan semuanya baik-baik," bujuk Angga.


" Biarkan aku sendiri dulu," ucap Jelita yang terus meneteskan air matanya.


" Baiklah , kalau begitu aku akan keluar. Jika kau perlu sesuatu kau bisa memanggilku," kata Angga.


Dia membiarkan gadis itu menenangkan diri sampai perasaannya bisa menerima apa yang telah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2