Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Meninggal


__ADS_3

Kediaman Nenek Dewi.


Setelah Nenek Dewi dibawa oleh Polisi, Angga mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Jelita. Sudah sepuluh kali dia menghubungi nomor Jelita , namun istrinya tak mengangkat telepon darinya. Istrinya pasti sangat membencinya.


" Aku memang pria bodoh yang begitu mudah percaya pada ucapan Nenek. Padahal sudah sangat jelas kalau Nenek tak pernah menyukai Jelita. Seharusnya aku percaya pada istriku. Sekarang Jelita pasti sangat membenciku. Pasti akan sangat sulit meluluhkan hatinya," batin Angga dengan raut wajah sedih. Tapi dia akan terus berusaha meminta maaf pada istrinya . Apapun akan dia lakukan agar bisa mendapatkan maaf dari Jelita. Dia tak ingin berpisah dengan wanita itu. Hanya Jelita wanita yang dia cintai.


Angga mencoba menghubungi Jelita lagi . Dan kali ini Jelita akhirnya mengangkat telepon darinya.


πŸ“ž" Kenapa kau menghubungiku terus ? Apa kau tak bekerja ? Dari tadi kau hanya sibuk menggangguku," gerutu Jelita dari seberang telepon.


πŸ“ž" Sayang, maafkan aku. Maaf karena aku sudah bicara kasar padamu. Aku salah, aku memang pria bodoh. Seharusnya aku percaya padamu, tapi aku malah percaya pada Nenekku yang jelas-jelas tidak pernah menyukaimu. Aku mencintaimu. Hanya kau wanita yang aku cintai. Aku sangat merindukanmu. Tolong jangan tinggalkan aku ! Aku tak bisa hidup tanpamu," ucap Angga seraya menangis sesenggukan. Dia berharap Jelita memaafkan dirinya.


πŸ“ž" Aku tak bisa memaafkanmu. Aku juga tetap ingin bercerai denganmu. Aku takut di sakiti lagi," terang Jelita.


πŸ“ž" Sayang , aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Aku akan menganggap semua yang telah terjadi sebagai pelajaran," kata Angga yang terus berusaha memohon


πŸ“ž" Aku memaafkanmu, tapi aku tetap ingin bercerai denganmu. Tolong jangan hubungi aku lagi ! " ucap Jelita yang langsung menutup sambungan teleponnya begitu saja.


Ketika Angga ingin menghubungi Jelita lagi, nomor pria itu telah diblokir oleh Jelita. Angga lalu mengambil kunci mobilnya dan ingin menjemput Jelita di rumah Tio. Namun, baru saja hendak melangkahkan kakinya menuju pintu utama, Rangga memanggil putranya dengan suara yang cukup keras.


" Angga , berhenti dulu ! " panggil Rangga dengan suara yang terdengar cukup keras .


" Ada apa lagi sih, Pa ? Aku harus pergi mencari Jelita dan meminta maaf padanya," kata Angga dengan raut wajah yang terlihat kesal. Padahal dia ingin segera bertemu Jelita dan menjelaskan semuanya ,tapi Papanya malah memanggilnya.


" Angga, barusan Kakekmu menghubungi Papa. Dia mengatakan kalau Nenekmu meninggal karena terkena serangan jantung. Kita harus pergi ke kantor polisi," ajak Papanya dengan raut wajah yang terlihat cemas. Ketika kakeknya mendengar kalau istrinya dibawa ke kantor polisi, dia langsung menyusul ke sana.

__ADS_1


Angga menghela nafas pelan sambil menatap Papanya. "Aku tidak mau ikut ke kantor polisi. Memangnya kalau aku ikut kesana Nenek akan hidup lagi ? Tidak juga kan ? Kalian saja yang pergi ke sana. Aku juga malas melihat wajah Nenek. Gara-gara dia yang selalu menghasutku , rumah tanggaku jadi hancur," terang Angga dengan wajah yang merah padam. Kali ini tidak akan ada yang bisa menghasutnya lagi.


Pria itu langsung pergi untuk mencari Jelita ke rumah Tio. Sebelum ke rumah Tio , dia mampir ke toko bunga untuk membeli bunga kesukaan Jelita. Dia memarkirkan mobilnya di depan toko bunga.


Setelah membeli bunga, pandangan Angga tanpa sengaja melihat seorang anak kecil yang berada di tepian jalan. Anak kecil berjenis kelamin laki-laki itu sedang berlarian di tepian jalan tanpa pengawasan orang tuanya.


" Kenapa anak itu di sana sendirian ? Apakah dia tidak tahu kalau di sana sangat berbahaya ? " ujar Angga . Meski dia tidak terlalu suka pada anak-anak , tapi dia cemas mengingat lalu lintas yang padat di sekitar jalanan kota itu.


Angga melambaikan tangannya pada anak kecil itu dari kejauhan. Namun anak bertubuh mungil itu sepertinya tidak mendengarkan peringatan darinya.


" Dimana orang tuanya ? Kenapa dia dibiarkan sendiri ? " gerutu Angga lalu menampakkan kakinya di jalan raya. Dia harus menghampiri anak itu dan mencari kedua orang tuanya.


Mulutnya ternganga lebar melihat anak kecil itu hendak menyeberang jalan. Sedangkan di saat yang berlawanan ada sebuah mobil yang melaju cukup kencang.


Anak kecil itu terjengkang ke tepian jalan. Belum sempat Angga menghampirinya, tiba-tiba ada sebuah mobil lain yang melaju kencang .


Mobil berwarna merah itu menghantam tubuh Angga karena tak berhasil menghentikan mobilnya secara mendadak.


Tubuh Angga seketika langsung terpental ke tepian jalan dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Darah segar langsung mengalir dari kepala dan hidungnya. Dalam hitungan detik Angga langsung tidak sadarkan diri karena lukanya yang cukup parah.


Para wanita yang berada di jalanan itu berteriak histeris melihat kondisi Angga. Tubuh mereka ikut gemetar melihat apa yang terjadi di depan mata mereka. Itu adalah pemandangan yang sangat mencekam.


Banyak orang yang berlarian mendekati Angga yang sudah berbaring tak berdaya. Mereka ingin melihat siapa yang tertabrak karena merasa cemas kalau itu adalah salah satu anggota keluarga mereka.


Amanda ikut berlari bersama dengan orang-orang. Wanita ini adalah sepupu Tio .

__ADS_1


" Boy," ujar Amanda sembari memeluk tubuh mungil putranya yang hampir saja tertabrak mobil. Tangannya sampai gemetaran ketika membelai wajah mungil itu. Hampir saja dia kehilangan putra kesayangannya.


" Boy, apakah kau tidak apa-apa ? " tanya Amanda


Boy menggelengkan kepalanya pelan dengan kepala tertunduk. Anak itu juga ketakutan atas apa yang terjadi.


Wanita itu lantas menyerahkan Boy pada pengasuhnya karena mengalami luka ringan di bagian tangannya.


Amanda berlari , dia ingin melihat siapa pria yang sudah menolong putranya sehingga terlepas dari maut.


Tempat yang penuh sesak membuatnya sedikit kesulitan ketika hendak melihatnya dari jarak dekat.


Dia ingin memastikan apakah pria itu masih hidup sehingga nantinya tidak dihantui rasa bersalah.


" Bu_bukankah pria itu adalah menantu Kak Tio ?..." Amanda terperangah melihat wajah Angga yang pucat dan berlumuran darah. Dia tentu mengenali Angga, karena Tio pernah memperlihatkan foto anak dan menantunya. Dulu dia sering berpapasan dengan Angga ,namun pria tidak mengetahui siapa dirinya, jadi mereka tak pernah saling sapa.


" Bawa saja ke mobilku. Aku akan membawanya ke rumah sakit," perintah Amanda pada orang-orang yang sedang mengangkat tubuh Angga.


Beberapa jam kemudian Amanda telah sampai di rumah sakit. Wanita itu terlihat sangat khawatir. Jelita pasti akan sedih jika tahu suaminya mengalami kecelakaan. Tak berselang lama dokter pun selesai memeriksa Angga.


" Dokter , bagaimana keadaannya ? " tanya Amanda dengan raut wajah penasaran


" Keadaannya sangat kritis dan sekarang dia mengalami koma ," sahut Dokter itu.


Kedua mata Amanda membulat mendengarnya. Dia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi sepupunya.

__ADS_1


__ADS_2