Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Berita terhangat


__ADS_3

Besok Paginya


Pagi-pagi sekali Jelita sudah bangun dan hanya duduk di kamarnya memikirkan mimpinya tadi malam. Tadi malam Jelita tiba - tiba saja bermimpi buruk tentang Angga. Di dalam mimpinya Angga menangis sambil berlutut di depannya. Dia juga mengucapkan kata maaf sambil memberikan bunga mawar putih yang penuh dengan darah. Dia tidak tahu kenapa bisa bermimpi seperti itu. Di dalam hatinya dia masih mencintai suaminya, namun dia tak suka dengan sifat pria itu.


" Sayang, kau kenapa ? " tanya Tio seraya menatap putrinya yang sedang meneteskan air mata.


" Aku tidak apa-apa,Pa,' ' sahut Jelita berbohong. Namun Tio bisa melihat kalau putrinya sedang berbohong .


" Apa kau merindukan suamimu ? " tanya Tio . Dia yakin putrinya pasti merindukan Angga . Karena tidak mungkin Jelita bisa melupakan suaminya begitu saja. Apalagi mereka saling mencintai


" Iya ,Pa . Aku sangat merindukannya," sahut Jelita meneteskan air mata.


" Sayang , setiap rumah tangga pasti ada kesulitannya masing-masing. Kalau kamu masih mencintai Angga, maka beri dia kesempatan sekali saja," ujar Tio yang tidak tega melihat putrinya seperti itu.


" Tidak ,Pa. Aku akan tetap bercerai dengannya. Setelah itu aku tidak ingin menikah lagi," kata Jelita seraya mengapus air matanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di kediaman Wijaya


Saat ini semua anggota keluarga Wijaya dikumpulkan oleh Nenek Dewi. Suasana di meja makan begitu hening. Entah hal penting apa yang ingin di bicarakan hingga mengumpulkan semua anggota keluarganya.


" Ibu, buat apa meminta kita datang sepagi ini ? " tanya putra Nenek Dewi yang lain.


" Ibu sengaja meminta kalian datang sepagi ini karena Ibu tahu kalau kalian harus pergi bekerja. Rangga dan Yuni juga akan pergi ke luar negeri untuk melihat restorannya. Jadi cuma hari ini waktu yang tepat untuk membicarakan masalah yang terjadi di keluarga kita,"terang Nenek Dewi seraya menatap seluruh anggota keluarga.

__ADS_1


Tiba-tiba pandangan matanya tertuju ke arah Angga yang sedang melamun. Wajah cucunya itu terlihat pucat, rambut berantakan dan bahkan masih menggunakan baju kemarin.


" Angga ? Kenapa kamu masih menggunakan baju yang kemarin ? Apa kamu tidak mandi ? " tanya Nenek Dewi seraya menaikkan sebelah alisnya. Sedangkan Yuni dan Rangga hanya diam saja. Mereka masih marah pada putranya.


" Aku malas mandi ,Nek," sahut Angga dengan nada tidak bersemangat.


Nenek Dewi menghembuskan nafas pelan. Dia merasa bingung harus melakukan apa agar Angga melupakan Jelita.


" Lebih baik kau lupakan wanita tukang selingkuh itu," ujar Kakeknya dengan tegas.


" Aku mengumpulkan kalian semua di sini karena ingin membicarakan masalah rumah tangga Angga dan Jelita. Kemarin aku dan Angga sudah bertemu dengan Andi. Andi mengatakan kalau Jelita memang darah dagingnya. Itu artinya Tio dan Jelita memang benar selingkuh. Untuk Yuni dan Rangga, kalian tidak boleh terus-menerus marah pada putra kalian. Di sini Angga yang paling sakit hati karena istrinya telah selingkuh. Seharusnya kalian menghibur Angga. Bukannya malah menjauhinya. Apa kalian tidak kasihan pada putra kalian ? " tanya Nenek Dewi pada anak dan menantunya. Dia juga memberikan barang bukti pada keluarganya berupa salinan hasil rekaman kemarin.


Rangga dan Yuni menatap putranya yang hanya melamun saja . Dia bahkan seperti tidak mendengarkan semua yang di ucapkan oleh Neneknya. Setelah mendengar ucapan Ibunya kalau Jelita benar-benar selingkuh, dia jadi merasa bersalah pada putranya.


" Angga, maafkan Papa. Papa terlalu percaya pada Jelita ," ujar Rangga seraya menatap putranya.


" Kalau begitu kita harus segera mengurus perceraian Angga dan Jelita. Aku juga tidak ingin memiliki menantu tukang selingkuh," sahut Rangga yang juga terlihat marah.


" Kalian tenang saja, Ibu sudah menyuruh seseorang untuk mengurus perceraian Angga dan Jelita," kata Nenek Dewi .


" Aku akan menghubungi Jelita dan memintanya menjauhi Angga," ucap Yuni yang kemudian mengambil ponselnya. Namun, kedua mata Yuni terbelalak lebar melihat berita terhangat yang ada di situs berita. Di depan layar terpampang Jelita bersama Tio yang membawa bukti tes DNA. Di sana juga ada Bibinya Jelita yang menceritakan semuanya. Tak hanya itu, di sana juga ada foto Ibu Jelita bersama Tio saat mereka pacaran dulu.


"Itu berarti Jelita memang tidak bohong," gumam Yuni di dalam hatinya dengan mata membulat. Dia lalu menatap Ibu mertuanya dengan amarah yang berapi-api.


" Kenapa kau menatap Ibu seperti itu ? " tanya Nenek Dewi merasa bingung.

__ADS_1


"Ibu , kau memang wanita yang sangat jahat," teriak Yuni sembari menggebrak meja. Semua orang begitu terkejut melihat Yuni yang tiba-tiba saja begitu marah.


" Gara-gara kau rumah tangga Angga dan Jelita jadi hancur. Seharusnya kau tidak usah ikut campur masalah rumah tangga mereka. Kau bahkan hampir setiap hari datang ke rumah mereka hanya untuk menghasut Angga. Aku saja yang sebagai Ibu mertuanya tak pernah mengunjunginya karena tidak ingin mengganggu mereka yang masih berstatus pengantin baru. Tapi kau selalu kesana dan menghasut putraku. Sebenarnya apa salah Jelita sehingga kau begitu membencinya ? Padahal menantuku selalu baik padamu. Tapi kau selalu jahat padanya. Kau seperti wanita berhati iblis. Mulai sekarang aku tidak akan menganggapmu Ibu mertuaku lagi, " teriak Yuni yang terlihat begitu emosi. Andai Ibu mertuanya tidak mengancam ingin bunuh diri, mungkin malam itu Angga sudah mengejar Jelita . Tapi Ibu mertuanya selalu mengawasi gerak-gerik putranya. Yuni terus menangis terisak -isak. Dia sungguh kasihan pada putranya. Dari kecil putranya sudah menderita karena penyakitnya. Dari kecil dia selalu sendiri. Baru kali ini putranya jatuh cinta , tapi rumah tangganya malah di hancurkan oleh Ibu mertuanya.


Sedangkan yang lain masih bingung kenapa Yuni seperti itu.


" Ma, kau kenapa ? Apa yang terjadi ? " tanya Rangga tak mengerti.


" Tio adalah Ayah kandung Jelita. Coba lihat ponsel kalian masing-masing. Berita terhangat hari ini tentang Jelita dan Ayah kandungnya,"kata Yuni yang terus menangis.


Semua keluarga Wijaya begitu terkejut setelah melihat berita hari ini. Begitu pun dengan Angga, pria itu langsung menangis dan merasa bersalah karena sudah menuduh istrinya berselingkuh.


" Jadi Jelita adalah putri kandung Tio ?" ujar Nenek Dewi dengan mata membulat.


Ekspresi wajah Angga langsung mengeras menatap Neneknya.


" Kenapa Nenek begitu tega padaku ? Kenapa Nenek tega menghancurkan rumah tanggaku ? Aku benci padamu," ujar Angga seraya mengepalkan kedua tangannya.


" Ibu memang begitu tega. Mulai sekarang aku anggap kau telah mati," kata Rangga dengan raut wajah kecewa.


Tiba-tiba seorang polisi datang ke rumah Nenek Dewi dan menangkap Nenek Dewi.


" Lepaskan aku, aku tidak ingin di penjara," teriak Nenek Dewi sambil menangis.


" Bawa saja Nenekku ,Pak," sahut Angga dengan raut wajah penuh kebencian.

__ADS_1


" Angga, maafkan Nenek," ucap Nenek Dewi meneteskan air matanya. Dia benar-benar merasa bersalah karena sudah mengganggu rumah tangga Angga dan Jelita. Semua keluarganya menatapnya dengan penuh kebencian.


__ADS_2