
Kediaman Pak Andi.
Setelah sampai rumah, Mila mengamuk sambil melempar-lempar semua barang yang ada di dalam kamarnya. Dia marah pada Jelita karena telah berani menggoda calon suaminya. Dia juga marah pada Tio karena selalu bersikap dingin padanya.
" Kenapa dia selalu bersikap dingin padaku ? Tidak bisakah dia bersikap baik padaku ? Kenapa hanya wanita pembawa sial itu yang selalu ada di hati dan pikirannya," teriak Mila dengan raut wajah berapi-api sambil memecahkan kaca meja riasnya. Semua yang ada di kamarnya dia hancurkan.
" Mila , hentikan ! " teriak Riska dengan mata membulat. Dia sangat terkejut melihat kamar Mila yang sudah berantakan.
" Sayang, ada apa Nak ? Apa yang telah terjadi ? Siapa yang membuat cucu kesayangan nenek menjadi seperti ini ?" ujar Nenek Anggi sembari mengusap dengan lembut rambut Mila.
" Yang membuatku seperti ini adalah Jelita. Dia ingin merebut Tio dariku. Wanita itu selalu mengganggu kehidupanku," teriak Mila dengan penuh emosi.
" Jadi karena wanita pembawa sial itu kau jadi seperti ini ? Seharusnya kau beri dia pelajaran bukannya malah menghancurkan isi kamarmu," terang Nenek Anggi dengan tegas. Dia sungguh kecewa dengan cucunya yang selalu melampiaskan amarahnya dengan barang-barang yang ada di rumahnya.
" Aku takut memberinya pelajaran. Dia sangat dilindungi oleh Tio, calon suamiku sendiri. Padahal aku adalah calon istrinya, tapi dia malah selalu membela wanita pembawa sial itu. Bahkan calon suamiku tidak pernah memperlakukanku dengan lembut. Dia selalu bersikap dingin padaku. Hatiku rasanya sakit sekali melihat calon suamiku yang selalu memikirkan wanita pembawa sial itu. Rasanya aku ingin mati saja," teriak Mika sembari menangis terisak-isak. Dia sungguh tidak kuat melihat calon suaminya seperti itu.
" Tenangkan dirimu . Nanti Nenek yang akan membalas perbuatan Jelita," sahut Nenek Anggi sembari memeluk gadis itu.
" Nenek , apa aku tidak cantik ? Kenapa semua pria lebih mencintai Jelita daripada aku ? " ucap Mila dengan air mata yang terus mengalir.
"Sayang, kau itu sangat cantik dan juga sangat seksi. Yang bodoh adalah Tio karena tidak bisa melihat wanita secantik dirimu. Calon suamimu sudah di butakan oleh cintanya Jelita," ujar Nenek Anggi yang berusaha menghibur cucunya.
" Sayang , sabarlah dulu ! Sebentar lagi kau akan menikah dengan Tio . Kau akan memiliki calon suami yang lebih kaya dari Jelita . Kau harus bisa mengambil hati Tio. Kau adalah gadis yang hebat, Mama yakin kau pasti bisa melakukan itu. Nanti Mama akan coba menemui Tio. Mama akan menyuruh Tio agar bersikap lebih baik lagi denganmu. Sebentar lagi kau akan menjadi istri orang kaya. Semua akan menghormatimu. Jadi hapuslah air matamu. Kau harus menjadi wanita yang kuat," terang Riska . Dia tidak suka melihat putrinya menangis seperti orang gila.
__ADS_1
" Mama benaran akan bicara pada Tio ?" tanya Mila sembari menatap Riska.
" Ya ,sayang. Apapun akan Mama lakukan untukmu. Nanti biar Mama yang memberi pelajaran pada Jelita karena sudah membuat putri kesayangan Mama menangis seperti ini," sahut Riska lagi sembari menghapus air mata Mila.
" Terima kasih ,Ma ,Nek. Aku sangat menyayangi kalian," balas Mila sembari tersenyum.
" Kalau begitu Mama mau ganti baju dulu. Mama akan mencari Tio ," kata Riska . Dia akan pergi menemui Tio dan meminta penjelasan dari pria itu.
" Iya ,Ma. Hati-hati ! " balas Mila
Dia lalu keluar dari kamar putrinya dan menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Satu jam kemudian , dia telah sampai di depan rumah Tio. Dia sangat yakin kalau jam segini pria itu pasti ada di rumahnya.
" Ting tong...ting tong...ting tong..." Riska menatap rumah mewah bernuansa emas seperti rumah kerajaan.
Tak berselang lama seorang wanita yang tak lain adalah pembantu Tio membuka pintu rumah itu dan mempersilahkan dia masuk dan duduk di ruang tamu.
" Silakan di minum , Bu. Tuan sebentar lagi akan kemari," kata pembantu itu.
" Terima kasih," sahut Riska tersenyum.
Lima menit kemudian, Tio akhirnya keluar dari kamarnya. Terlihat dengan jelas kalau pria itu baru saja selesai mandi.
__ADS_1
" Ada perlu apa kau datang kemari ? " tanya Tio dengan raut wajah yang sangat dingin. Semenjak dia tahu siapa suami Riska , perasaannya pada Riska mendadak berubah menjadi perasaan benci. Bahkan dia begitu menyesal karena kemarin telah dekat dengan Riska. Seharusnya dia mencari tahu siapa suami Riska terlebih dahulu. Dia memang sangat ceroboh.
" Aku datang kemari karena ingin membicarakan mengenai hubunganmu dengan Mila," sahut Riska sembari menatap pria yang masih dia cintai hingga sekarang ini.
" Memangnya kenapa dengan hubungan kami ? Aku rasa hubungan kami baik-baik saja," ucap Tio sembari menaikkan kakinya di meja. Pria itu menatap Riska dengan tatapan penuh kebencian.
" Kenapa kau selalu bersikap dingin dengan Mila ? Kau bahkan selalu marah-marah dengannya. Bukankah kau sendiri yang ingin menikah dengan Mila ? Apa karena Jelita kau jadi seperti ini ? " tanya Riska sembari menatap Tio dengan tajam.
" Bukankah kalian juga menginginkan pernikahan ini ? Bukankah kalian ingin sekali menikahkan Mila dengan pria kaya ? Jika kalian tidak suka dengan sikapku ini , maka aku akan mengirim putrimu itu ke penjara lagi. Bagaimana ? Kau mau pilih yang mana ? " tanya Tio sembari tersenyum licik.
" A_apa ? " ujar Riska dengan raut wajah terkejut. Wanita itu sangat terkejut mendengar ucapan Tio. Ternyata Tio telah berubah menjadi pria yang sangat kejam. Dulu pria itu tidak pernah bicara sedingin ini padanya. Tatapan matanya juga sangat menakutkan. Seperti ingin membunuhnya.
" Ini semua karena wanita pembawa sial itu. Awas saja kau wanita murahan, akan aku buat kau menangis seperti dulu," gumam Riska di dalam hati sembari mengepalkan tangannya.
" Tolong jangan kirim Mila ke penjara lagi. Aku janji tidak akan mempermasalahkan apapun yang kau lakukan,"kata Riska memohon. Entah apa yang terjadi jika Mila sampai di penjara lagi.
" Baiklah, itu masalah gampang . Asalkan kau tidak mempermasalahkan apapun yang aku lakukan pada putrimu. Kalau tidak ada sesuatu yang penting lagi , lebih baik kau pergi dari sini," usir Tio.
" Aku sangat merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku ? " tanya Riska sembari menatap pria itu.
" Apa kau gila ? Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan ? Statusku sekarang adalah calon suami putrimu, tapi kau malah bicara seperti itu padaku. Kau dan putrimu memang sama saja. Lebih baik kau pergi dari sini sekarang juga. Cepat pergi ! " teriak Tio dengan raut wajah berapi - api.
" Kau memang telah berubah," ucap Riska yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari rumah Tio.
__ADS_1
Ketika Riska telah pergi, Tio mengambil foto seorang wanita dari dompetnya .
" Maafkan aku. Aku baru tahu mengenai dirimu. Ini semua adalah kesalahan Ibumu. Andai dia memberitahuku kalau dia sedang mengandung anakku mungkin hidupmu tidak akan menderita ," gumam Tio sembari meneteskan air matanya.