Calon Suamiku Diambil Adikku

Calon Suamiku Diambil Adikku
Tidak percaya


__ADS_3

Angga menatap Tio dengan raut wajah yang penuh kemarahan. Kedua tangan Angga sudah terkepal di sampingnya. Pria itu langsung menghampiri Tio dan Jelita dengan amarah yang menggebu-gebu. Angga menarik tangan Jelita dengan kuat dan mencekalnya . Setelah itu Angga lalu memukul Tio dengan begitu kuat.


Kedua mata Jelia langsung terbelalak lebar melihat Angga yang memukul Papanya.


" Angga, hentikan ! " teriak Jelita dengan raut wajah yang begitu panik. Dia berusaha menghentikan Angga, tapi pria itu cukup kuat.


" Angga , tolong dengarkan dulu penjelasanku. Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Tio yang berusaha menghindari pukulan Angga.


Yuni dan Rangga yang melihat semua itu langsung menghampiri putranya.


" Angga , hentikan ! Tenangkan dirimu dulu. Tidak semua masalah di selesaikan dengan kekerasan," terang Yuni yang juga begitu panik melihatnya.


" Angga, tenanglah ! " seru Rangga yang berusaha menghentikan putranya.


" Pa, bagaimana aku tidak marah kalau melihat istriku bergandengan tangan  dengan pria lain. Semua pria juga pasti akan melakukan hal yang sama sepertiku," kata Angga pada Papanya.


"Angga ,tolong dengarkan penjelasanku ! Aku mohon," ucap Jelita dengan raut wajah sedih.


" Angga, kau salah paham. Aku ini adalah Ayah kandung Jelita," terang Tio dengan wajah yang emosi . Dia sangat tidak menyukai sifat Angga yang langsung memukul dirinya tanpa bertanya dulu pada Jelita. Seharusnya dia lebih mengetahui bagaimana sifat Jelita . Putrinya itu bukanlah wanita yang mudah di goda oleh seorang pria.


" Itu memang benar. Dia adalah Papaku," sahut Jelita sambil menatap suaminya.


Wajah Angga begitu terkejut mendengar pengakuan Tio. Begitu pun para tamu undangan yang hadir di acara itu.


" Plok...plok...plok..." Tiba-tiba Nenek Dewi menghampiri mereka sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


Nenek Dewi berjalan beriringan dengan Vina. Pancaran ke bahagian terlihat sangat jelas di wajah Vina. Dengan sengaja dia bersama Vina agar Jelita tersadar, ada wanita lain yang jauh lebih pantas dengan Angga.


Jelita menyipitkan matanya ketika melihat gaun hitam yang dikenakan oleh Vina ternyata sama dengan pakaian yang dikenakan oleh Angga. Apa yang sebenarnya direncanakan oleh nenek Dewi ? Pantas saja kemarin nenek Dewi mengirimkan pakaian untuk Angga dan meminta untuk mengenakannya . Apakah tujuan nenek Dewi untuk membuat Angga dan Vina mengenakan pakaian yang senada ?


" Kalian pikir aku akan percaya dengan pengakuan kalian itu ? Aku sama sekali tidak percaya dengan pengakuan kalian. Semua orang juga tahu kalau Tio tidak pernah menikah selama ini. Kalian bicara seperti itu hanya ingin menutupi perselingkuhan kalian saja," tuduh nenek Dewi sembari menatap tajam Jelita.


" Bu, tolong biarkan Jelita menjelaskan semuanya. Dan jangan pernah ikut campur masalah rumah tangga mereka," terang Rangga dengan raut wajah marah. Menurutnya, Ibunya saat ini sudah sangat keterlaluan karena selalu menganggu rumah tangga putranya.


"Pa , yang di ucapkan nenek memang benar. Dulu aku pernah melihat rekaman video almarhum Ibu Siska saat melahirkan Jelita. Dan video itu saat ini masih di simpan oleh Jelita. Di sana Pak Andi menamani istrinya melahirkan . Jadi aku yakin kalau mereka berbohong,"terang Angga . Dia sungguh kecewa pada Jelita yang begitu tega menyakiti hatinya. Padahal dia sudah memberikan semua yang dia miliki pada gadis itu .


" Angga , kau harus tahu kalau semua yang kau lihat atau kau dengar tidaklah benar. Tolong dengarkan penjelasanku," ucap Jelita memohon.


" Jelita , aku sungguh kecewa padamu . Kau tak ada bedanya dengan adikmu, " kata Angga yang langsung memalingkan wajahnya.


" Jelita , lebih baik kita pergi dari sini. Tempat ini tidak aman untukmu. Papa


" Dasar wanita murahan ," cibir nenek Dewi. Vina yang melihat semua itu hanya tersenyum saja.


" Ibu ? Kenapa kau tidak bisa diam ?" teriak Rangga dengan wajah berapi-api.


" Rangga, apa kau tak bisa melihat kalau menantumu itu seligkuh ? Kau selalu membela gadis ini. Lebih baik kau usir menantumu itu dari sini," balas nenek Dewi.


" Cukup ! " teriak Jelita dengan tatapan murka. Gadis itu sudah tidak kuat dengan sikap nenek Dewi yang selalu menghasut Angga. Dan sekarang suaminya malah lebih percaya pada nenek Dewi dari pada dirinya.


" Nyonya Dewi yang terhormat. Kau kira aku takut dengan Anda ? Aku tidak pernah takut sama sekali. Selama ini kau selalu berusaha ingin membunuhku. Kau sungguh wanita yang sangat kejam. Kalau kau tidak suka Angga menikah denganku , maka kau suruh cucumu itu untuk menceraikanku. Bahkan kau juga dengan sengaja meminta Angga agar memakai baju yang kau kirimkan agar pakaiannya sama dengan Vina," kata Jelita menyeringai.

__ADS_1


" Untuk semua orang yang ada di sini. Lebih baik kalian berhati-hati pada nenek Dewi . Jika kalian membuatnya marah , maka kalian pasti akan di bunuh oleh Nenek Dewi. Aku juga punya beberapa bukti kejahatan wanita ini,"sahut Jelita yang kemudian mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah video. Dia memperlihatkan video itu pada para tamu yang ada di sana. Di dalam video itu nenek Dewi sedang memasukkan sesuatu ke dalam makanan yang akan di berikan pada Jelita. Video selanjutnya , nenek Dewi sedang bertemu seseorang di sebuah Cafe , lalu menyuruh orang tersebut agar membunuh Jelita.


Jelita mendapatkan video itu dari Papanya sendiri. Saat pertama kali melihat video itu , dia juga sangat terkejut. Dia tak menyangka kalau nenek Dewi berhati ibis.


Semua tamu menatap nenek Dewi dan saling berbisik. Setelah itu mereka satu persatu pergi meninggalkan rumah nenek Dewi.


" Berhenti ! Kalian mau kemana ? Acaranya juga belum di mulai," ucap nenek Dewi yang berusaha menghentikan mereka. Namun mereka tetap pergi dan tak ada yang membalas ucapan nenek Dewi.


" Dasar wanita murahan , kau telah menggagalkan acaraku," teriak nenek Dewi dengan amarah yang meledak-ledak.


" Itu belum seberapa ," sahut Jelita tersenyum licik.


" Dan untuk kau, aku sungguh kecewa padamu. Aku kira kau telah mengenalku, tapi ternyata aku salah. Sekarang lebih baik kau ceraikan aku," balas Jelita sambil menatap Angga. Pria itu terdiam saat melihat keberanian Jelita tadi.


" Mulai sekarang aku tidak akan mengizinkan putriku bersama dengamu," terang Tio.


" Jelita, lebih baik kita pergi dari sini," kata Tio yang langsung mengajak putrinya meninggalkan rumah itu.


Plak !


Setelah kepergian Tio dan Jelita , Yuni langsung menampar wajah putranya.


" Dasar bodoh. Apa kau tak melihat wajah Jelita yang begitu mirib dengan Tio ? Mereka juga memiliki tanda lahir yang sama. Tapi kau malah tidak membiarkan Jelita menjelakan semuanya . Kau memang pria yang mudah di hasut orang," ujar Yuni dengan raut wajah yang marah.


Mata Angga membulat mendengar ucapan Ibunya. Begitu pun dengan nenek Dewi yang juga sangat terkejut.

__ADS_1


" Ya , Tuhan. Apakah Jelita benar anak Tio ? Kalau memang benar , berarti aku telah membuat kesalahan,"gumam Angga di dalam hatinya.


__ADS_2